Adakah Cara agar Cepat Hamil Meski Memiliki Alergi Sperma?

Bayi tabung dapat dijadikan salah satu cara cepat hamil saat memiliki alergi sperma
Seseorang dengan alergi sperma tetap bisa hamil

Ketika seseorang mengetahui bahwa mereka memiliki seminal plasma hypersensitivity atau alergi sperma, mungkin ia dan pasangannya akan bersedih karena menganggap kemungkinan untuk hamil menjadi sulit. Namun, tidak perlu berkecil hati, karena orang yang alergi sperma tetap dapat hamil.

Seminal plasma hypersensitivity atau alergi sperma dapat membuat vagina menjadi gatal, bengkak, kemerahan, dan terasa terbakar setiap kali pasangan ejakulasi. Alergi sperma juga dianggap menyebabkan sulit hamil karena dapat menurunkan kemampuan seseorang dalam berhubungan seksual. Penderitanya bahkan harus menggunakan pengaman setiap kali berhubungan agar tidak muncul reaksi alergi.

Kondisi itu tentu akan menyulitkan penderita alergi sperma dan pasangannya untuk memiliki keturunan, serta dapat mengancam keharmonisan rumah tangga mereka. Akan tetapi, jangan berkecil hati dulu karena ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membuat anak.

Cara agar cepat hamil meski memiliki alergi sperma

Berikut dua cara yang direkomendasikan agar cepat hamil meski memiliki alergi sperma:

1. Intrauterine insemination (IUI)

Intrauterine insemination (IUI) adalah prosedur yang dilakukan untuk mengobati kesulitan hamil yang dialami akibat alergi sperma. Pada prosedur ini, sperma diletakkan langsung di rahim ketika ovarium melepaskan sel telur untuk dibuahi (ovulasi). Sperma yang dicuci tidak lagi mengandung protein yang bisa menimbulkan alergi.

Tujuan dari prosedur ini agar sperma bisa berenang ke saluran tuba dan membuahi sel telur sehingga kehamilan dapat terjadi. Akan tetapi, setiap prosedur tentu ada kemungkinan risikonya. Risiko dari IUI yang mungkin terjadi, di antaranya:

  • Kehamilan kembar: IUI sebenarnya tidak meningkatkan risiko seseorang mengalami kehamilan kembar, namun obat-obatan yang membantu ovulasi dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan kembar. Jika benar mengalami kehamilan kembar, maka bayi berisiko lahir prematur dan berat badan rendah.
  • Timbul bercak darah: Meletakkan kateter di dalam rahim dapat menyebabkan vagina mengalami perdarahan ringan. Akan tetapi, hal tersebut tidak berpengaruh pada peluang Anda untuk hamil.
  • Infeksi: Risiko infeksi juga mungkin terjadi dalam prosedur ini.

Prosedur ini dapat dilakukan dengan melihat masa kesuburan dalam siklus haid, serta menggunakan obat untuk meningkatkan kesuburan. Jadi, meski memiliki alergi sperma, penderitanya tetap bisa hamil.

Prosedur ini bisa dilakukan dengan sekali percobaan ataupun berulang kali. Perlu dicatat bahwa keberhasilan prosedur ini tergantung pada keadaan individunya. Pilih dokter yang memang ahli dalam melakukan prosedur IUI ini.

[[artikel-terkait]]

2. Bayi tabung

Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) adalah prosedur yang dilakukan dalam mengatasi masalah kesuburan atau masalah lain yang menyebabkan sulit hamil. Sel telur yang matang akan diambil dari ovarium, kemudian dibuahi oleh sperma di laboratorium. Selanjutnya, sel telur yang telah dibuahi akan dikembalikan pada rahim. Pada prosedur ini, embrio yang ditanamkan bisa lebih dari satu sehingga yang menjalaninya bisa hamil anak kembar.

Layaknya IUI, prosedur bayi tabung juga mungkin dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti:

  • Keguguran
  • Stres
  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Kerusakan kandung kemih
  • Lahir prematur dengan berat badan rendah
  • Cacat lahir
  • Kehamilan kembar
  • Kehamilan ektopik
  • Sindrom hiperstimulasi ovarium
  • Komplikasi dalam pengambilan sel telur
  • Kanker ovarium

Satu kali percobaan prosedur ini menghabiskan waktu sekitar dua minggu. Meski biayanya terbilang mahal, namun ini merupakan prosedur yang paling efektif agar penderita alergi sperma dapat hamil. Akan tetapi, keberhasilan memiliki bayi yang normal tergantung pada beberapa faktor, seperti usia.

Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/semen-allergy
Diakses pada Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/IUI-success-stories#4
Diakses pada Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/in-vitro-fertilization-ivf#complications
Diakses pada Juni 2019

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/intrauterine-insemination/about/pac-20384722
Diakses pada Juni 2019

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/in-vitro-fertilization/about/pac-20384716
Diakses pada Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed