Punya Alergi Sperma, Tapi Ingin Punya Keturunan? Ini Caranya

Alergi sperma dapat disertai berbagai gejala seperti gatal-gatal
Gatal-gatal merupakan salah satu gejala dari alergi sperma

Dilansir dari NCBI, pada tahun 2008, ditemukan sebuah kasus unik di Korea Selatan, di mana seorang wanita berusia 32 tahun mengalami mata bengkak, sesak napas, hingga tekanan darah rendah dengan kisaran 90/60 mmHg. 

Gejala ini ternyata dialami setelah melakukan hubungan intim dengan suaminya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan pula gatal kemerahan pada area kemaluan.

Kisah di atas merupakan contoh kasus dari alergi sperma. Meski tergolong langka, tapi kondisi ini benar-benar ada. Alergi sperma adalah reaksi alergi terhadap protein yang terkandung dalam sperma pria.

Kondisi yang juga dikenal sebagai seminal plasma hypersensitivity ini lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria. Alergi sperma bahkan juga dianggap bisa menyebabkan wanita susah hamil. Lantas, bagaimana caranya agar penderita alergi sperma dapat hamil?

Gejala alergi sperma

Alergi sperma umumnya disebabkan oleh protein yang terkandung dalam sperma. Selain itu, obat-obatan ataupun alergen makanan yang ada dalam sperma juga bisa memicu terjadinya alergi ini.

Ketika alergi sperma muncul, Anda mungkin akan merasakan berbagai gejala berikut:

  • Kemerahan
  • Sensasi terbakar
  • Pembengkakan
  • Nyeri
  • Biduran
  • Gatal-gatal.

Gejala alergi sperma bisa muncul pada area tubuh mana saja yang bersentuhan dengan sperma. Umumnya, gejala muncul dalam waktu 20-30 menit setelah terpapar. Gejala alergi sperma dapat bertahan selama beberapa jam atau bahkan hari, tergantung sejauh mana keparahannya.

Dalam kasus yang parah, anafilaksis (reaksi alergi berbahaya) mungkin terjadi. Reaksi alergi ini bahkan dapat muncul beberapa menit setelah terpapar, yang ditandai dengan sesak napas, mengi, lidah atau tenggorokan bengkak, mual, muntah, pusing, diare atau pingsan. Tentu saja kondisi ini harus segera mendapat pertolongan medis.

Cara mengatasi alergi sperma

Perawatan alergi sperma bertujuan untuk meringankan atau mencegah gejala muncul. Beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengatasi penyakit ini, yaitu:

  • Menggunakan pengaman (kondom)

Menggunakan pengaman setiap kali berhubungan seks adalah cara terbaik untuk mengatasi alergi sperma agar gejalanya tidak muncul. Setidaknya hal ini dapat melindungi Anda dari paparan sperma yang bisa menimbulkan alergi.

  • Mengonsumsi obat antialergi

Untuk mengatasi alergi sperma, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi antihistamin sebelum berhubungan seks. Obat ini dapat membantu Anda berhubungan seks tanpa pengamans secara sementara, serta meminimalisir gejala alergi sperma yang mungkin terjadi.

Jika gejala alergi sperma kembali muncul, Anda tetap bisa mengonsumsi obat ini untuk meringankan gejalanya. Lain halnya pada kasus yang parah, Anda mungkin memerlukan suntikan Epipen.

  • Melakukan desensitisasi

Jika tidak ingin berhubungan seks menggunakan pengaman, Anda dapat berkonsultasi pada dokter untuk melakukan desensitisasi. Ahli alergi atau imunologi akan melakukan tes untuk meningkatkan ketahanan Anda terhadap sperma.

Larutan sperma encer akan dimasukkan dalam vagina Anda selama 20 menit atau lebih, dan berlanjut hingga Anda dapat menahan paparan sperma tanpa menunjukkan gejala. Dalam mempertahankan ketahanan tersebut, dokter akan merekomendasikan Anda untuk berhubungan seks setiap dua hari sekali.

Cara cepat hamil meski memiliki alergi sperma

Memiliki alergi sperma mungkin membuat Anda berpikir tidak bisa hamil. Namun, jangan berkecil hati, sebab Anda masih memiliki harapan untuk mendapatkan keturunan.

Meski alergi sperma mengganggu kemampuan seseorang dalam berhubungan seks, tetapi alergi ini tidak memengaruhi kesuburan penderitanya. Jadi, Anda tetap memiliki peluang untuk hamil meski memiliki kondisi ini.

Jika Anda tidak sanggup melakukan hubungan seks, namun tetap ingin hamil, dokter akan merekomendasikan Anda melakukan intrauterine insemination (IUI) atau in vitro fertilization (IVF).

IVF dapat membuat wanita memiliki peluang 20-35 persen untuk hamil, sementara IUI memiliki peluang 5-15 persen. Berikut penjelasan keduanya:

  • Intrauterine insemination (IUI)

Intrauterine insemination (IUI) adalah prosedur yang dilakukan untuk mengatasi sulit hamil akibat alergi sperma. Tujuan dari prosedur ini adalah agar sperma dapat berenang ke saluran tuba dan membuahi sel telur sehingga terjadi kehamilan.

Pada prosedur IUI, sperma akan dicuci dan tak lagi mengandung protein yang dapat menimbulkan alergi. Lalu, sperma akan diletakkan langsung di rahim saat masa ovulasi (ovarium melepas sel telur untuk dibuahi).

Prosedur IUI memerlukan obat untuk meningkatkan kesuburan, serta akan melihat masa subur dalam siklus haid. Prosedur ini bisa dilakukan dalam sekali percobaan ataupun berulang kali.

Keberhasilannya pun tergantung pada kondisi individu yang melakukannya. Perlu diingat bahwa IUI juga memiliki kemungkinan terjadinya risiko tertentu, seperti kehamilan kembar, bercak darah, maupun infeksi.

  • In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung

Bayi tabung adalah prosedur yang dilakukan dalam mengatasi masalah kesuburan atau hal lain yang menyebabkan susah hamil. Pada prosedur ini, sel telur yang matang akan diambil dari ovarium, lalu dibuahi oleh sperma di laboratorium.

Sel telur yang telah dibuahi pun akan dikembalikan ke dalam rahim. Embrio yang ditanamkan bisa lebih dari satu sehingga terkadang seseorang dapat menjalani kehamilan kembar.

Satu kali percobaan bisa menghabiskan waktu sekitar dua minggu, dan memiliki biaya yang relatif mahal dengan kemungkinan keberhasilannya tergantung pada kondisi individu.

Sama halnya dengan IUI, prosedur bayi tabung juga memiliki kemungkinan menimbulkan risiko, seperti stres, keguguran, pendarahan, infeksi, kerusakan kandung kemih, lahir prematur, cacat lahir, kehamilan kembar, kehamilan ektopik, dan lainnya.

Jika Anda tertarik melakukan salah satu prosedur tersebut, konsultasikan pada dokter untuk mendapat arahan yang tepat. Jangan sampai alergi sperma meruntuhkan harapan Anda untuk memiliki keturunan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/semen-allergy#is-pregnancy-possible
Diakses pada 05 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/intrauterine-insemination/about/pac-20384722
Diakses pada 05 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/in-vitro-fertilization/about/pac-20384716
Diakses pada 05 November 2019

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/getting-pregnant/prepping-for-pregnancy/sperm-semen-allergy-fertility/
Diakses pada 05 November 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2615785/
Diakses pada 05 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed