Cara Ingin Tetap Punya Keturunan jika Punya Alergi Sperma


Alergi sperma akan menyulitkan penderitanya untuk memiliki keturunan. Cara agar cepat hamil dalam kondisi ini dapat dilakukan dengan prosedur IUI dan bayi tabung.

0,0
28 Jun 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Alergi sperma tetap bisa memiliki keturunanTetap ada cara yang bisa dilakukan untuk memiliki anak biarpun punya alergi sperma
Seorang perempuan sangat mungkin memiliki alergi sperma, meski kasus ini tergolong langka. Alergi sperma adalah reaksi alergi terhadap protein yang terkandung dalam sperma pria. Alergi ini muncul saat perempuan terkena sperma setelah berhubungan seksual.
Kondisi yang juga dikenal sebagai seminal plasma hypersensitivity ini lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria. Bahkan kondisi ini juga dianggap bisa menyebabkan wanita susah hamil. Lantas, bagaimana caranya agar penderita alergi ini dapat hamil?

Gejala alergi sperma

Alergi sperma umumnya disebabkan oleh protein yang terkandung dalam sperma. Selain itu, obat-obatan ataupun alergen makanan yang ada dalam sperma juga bisa memicu terjadinya alergi ini.Ketika alergi ini muncul, Anda mungkin akan merasakan berbagai gejala berikut:
  • Kemerahan
  • Sensasi terbakar
  • Pembengkakan
  • Nyeri
  • Biduran
  • Gatal-gatal
Gejala alergi sperma bisa muncul pada area tubuh mana saja yang bersentuhan dengan sperma. Jika muncul pada vagina kondisi ini kerap dikira sebagai infeks jamur, vaginosis bakteri, atau infeksi saluran kencing. Umumnya, gejala muncul dalam waktu 20-30 menit setelah terpapar. Gejala dapat bertahan selama beberapa jam atau bahkan hari, tergantung sejauh mana keparahannya.Dalam kasus yang parah, anafilaksis (reaksi alergi berbahaya) mungkin terjadi. Reaksi alergi ini bahkan dapat muncul beberapa menit setelah terpapar, yang ditandai dengan sesak napas, mengi, lidah atau tenggorokan bengkak, mual, muntah, pusing, diare atau pingsan. Tentu saja kondisi ini harus segera mendapat pertolongan medis.

Cara mengatasi alergi sperma

Perawatan alergi sperma bertujuan untuk meringankan atau mencegah gejala muncul. Beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengatasi penyakit ini, yaitu:

1. Menggunakan pengaman (kondom)

Menggunakan kondom (pengaman) setiap kali berhubungan seks adalah cara terbaik untuk mengatasinya agar gejala tidak muncul. Setidaknya, hal ini dapat melindungi wanita dari paparan sperma pasangannya yang bisa menimbulkan alergi.Dengan menggunakan kondom, Anda juga bisa tahu apa kondisi alergi tersebut terjadi akibat sperma. Karena jika sudah menggunakan kondom, seharusnya gejala alergi tidak muncul. Jika gejala alergi tetap muncul, penderitanya mungkin menderita kondisi lain, misalnya infeksi jamur.

2. Mengonsumsi obat antialergi

Untuk mengatasi alergi sperma, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi antihistamin sebelum melakukan hubungan seksual. Obat ini dapat membantu Anda berhubungan intim tanpa pengamans secara sementara, serta meminimalisir gejala yang mungkin terjadi.Jika gejala kembali muncul, Anda tetap bisa mengonsumsi obat ini untuk meringankan gejalanya. Lain halnya pada kasus yang parah, Anda mungkin memerlukan suntikan Epipen.

3. Melakukan desensitisasi

Jika tidak ingin berhubungan seks menggunakan pengaman, Anda dapat berkonsultasi pada dokter untuk melakukan desensitisasi. Ahli alergi atau imunologi akan melakukan tes untuk meningkatkan ketahanan Anda terhadap sperma.Larutan sperma encer akan dimasukkan dalam vagina Anda selama 20 menit atau lebih, dan berlanjut hingga Anda dapat menahan paparan sperma tanpa menunjukkan gejala. Dalam mempertahankan ketahanan tersebut, dokter akan merekomendasikan Anda untuk berhubungan seks setiap dua hari sekali.

4. Mengeluarkan sperma di luar vagina

Selain menggunakan kondom, cara berhubungan yang baik lainnya adalah dengan mengeluarkan penis dari vagina setiap kali pasangan akan ejakulasi. Tindakan ini akan mencegah seseorang terkena sperma sehingga kemunculan alergi bisa dicegah.Mengalami alergi sperma mungkin bisa membuat hubungan intim menjadi kurang nikmat. Selain cara di atas, kondisi alergi sperma harus ditangani dengan tepat guna mencegah timbulnya reaksi alergi yang berbahaya.

Cara cepat hamil saat alergi sperma

Memiliki alergi sperma mungkin membuat Anda berpikir tidak bisa hamil. Namun, jangan berkecil hati. Anda masih memiliki harapan untuk hamil dan mendapatkan keturunan.Meski mengganggu kemampuan seseorang dalam berhubungan seks, alergi ini tidak memengaruhi kesuburan penderitanya. Jadi, Anda tetap memiliki peluang untuk hamil meski memiliki kondisi ini.Jika Anda tidak sanggup melakukan hubungan seks, namun tetap ingin hamil, dokter akan merekomendasikan Anda melakukan intrauterine insemination (IUI) atau in vitro fertilization (IVF).IVF dapat membuat wanita memiliki peluang 20-35 persen untuk hamil, sementara IUI memiliki peluang 5-15 persen. Berikut penjelasan keduanya:
  • Intrauterine insemination (IUI)

Intrauterine insemination (IUI) adalah prosedur yang dilakukan untuk mengatasi sulit hamil akibat alergi sperma. Tujuan dari prosedur ini adalah agar sperma dapat berenang ke saluran tuba dan membuahi sel telur sehingga terjadi kehamilan.Pada prosedur IUI, sperma akan dicuci dan tak lagi mengandung protein yang dapat menimbulkan alergi. Lalu, sperma akan diletakkan langsung di rahim saat masa ovulasi (ovarium melepas sel telur untuk dibuahi).Prosedur IUI memerlukan obat untuk meningkatkan kesuburan, serta akan melihat masa subur dalam siklus haid. Prosedur ini bisa dilakukan dalam sekali percobaan ataupun berulang kali.Keberhasilannya pun tergantung pada kondisi individu yang melakukannya. Perlu diingat bahwa IUI juga memiliki kemungkinan terjadinya risiko tertentu, seperti kehamilan kembar, bercak darah, maupun infeksi.
  • In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung

Bayi tabung adalah prosedur yang dilakukan dalam mengatasi masalah kesuburan atau hal lain yang menyebabkan susah hamil. Pada prosedur ini, sel telur yang matang akan diambil dari ovarium, lalu dibuahi oleh sperma di laboratorium.Sel telur yang telah dibuahi pun akan dikembalikan ke dalam rahim. Embrio yang ditanamkan bisa lebih dari satu sehingga terkadang seseorang dapat menjalani kehamilan kembar.Satu kali percobaan bisa menghabiskan waktu sekitar dua minggu, dan memiliki biaya yang relatif mahal dengan kemungkinan keberhasilannya tergantung pada kondisi individu.Sama halnya dengan IUI, prosedur bayi tabung juga memiliki kemungkinan menimbulkan risiko, seperti stres, keguguran, pendarahan, infeksi, kerusakan kandung kemih, lahir prematur, cacat lahir, kehamilan kembar, kehamilan ektopik, dan lainnya.Jika Anda tertarik melakukan salah satu prosedur tersebut, konsultasikan pada dokter untuk mendapat arahan yang tepat. Jangan sampai alergi sperma meruntuhkan harapan Anda untuk memiliki keturunan.Baca juga: Cara Cepat Hamil Setelah Menikah yang Dikenal Manjur

Catatan dari SehatQ

Alergi sperma bisa jadi sangat mengganggu saat gejala yang timbul sangat parah. Namun, Anda tetap bisa melakukan hubungan seksual dengan nyaman pakai kondom. Untuk yang ingin memiliki keturunan, tetap ada prosedur kesehatan yang bisa dilakukan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar mengatasi alergi pada sperma, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi tabungseminal plasma hypersensitivityperawatan kesuburan
Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/semen-allergy#is-pregnancy-possible
Diakses pada 05 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/intrauterine-insemination/about/pac-20384722
Diakses pada 05 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/in-vitro-fertilization/about/pac-20384716
Diakses pada 05 November 2019
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/getting-pregnant/prepping-for-pregnancy/sperm-semen-allergy-fertility/
Diakses pada 05 November 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2615785/
Diakses pada 05 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait