Cara Membersihkan Vagina Bayi yang Aman (Apa Risikonya Jika Tidak Hati-Hati?)


Cara membersihkan vagina bayi sebaiknya dengan menyeka dari depan ke belakang. Setelahnya, jangan lupa dikeringkan agar vagina si Kecil tidak terus-terusan lembap.

(0)
Cara membersihkan vagina bayi adalah dengan mengusap dari depan ke belakangCara membersihkan vagina bayi adalah dengan mengusap dari arah anus ke kelamin
Cara membersihkan kelamin bayi tentu perlu hati-hati agar si Kecil terhindar dari infeksi akibat kotoran yang tertinggal.Selain itu, membersihkan kelamin bayi perempuan dengan benar juga mampu menjaga kulitnya yang masih sensitif.Membersihkan area kelamin bayi perempuan memiliki tantangan tersendiri, khususnya bagi orangtua baru.Lantas, bagaimana cara membersihkan area kelamin bayi yang tepat?

Cara membersihkan kelamin bayi perempuan

Alat kelamin perempuan bagian luar terdiri dari bibir kelamin (labia), saluran kencing, lubang vagina, dan anus yang masing-masing harus dijaga kebersihannya. Vagina sebetulnya adalah saluran yang menghubungkan serviks atau leher rahim dengan bagian luar tubuh.Maka, tidak ada cara khusus untuk membersihkan vagina bayi. Cukup dengan menjaga kebersihan area kelamin bagian luar sebaik mungkin, maka area vagina sudah pasti akan bersih.Hindari membersihkan vagina bayi hingga mencolok liang vaginanya, cukup bersihkan bagian luarnya saja.Membersihkan kelamin bayi perempuan idealnya dilakukan saat memandikan si Kecil dan sebelum menggantikan popoknya.Tujuannya sama-sama untuk merawat bayi baru lahir dan menjaga kulit area vitalnya tetap higienis.Namun rupanya, beda waktu membersihkan, beda pula langkah yang perlu Anda ikuti. 

1. Cara membersihkan vagina bayi saat mandi

Selalu cuci tangan sebelum membersihkan kemaluan bayi
Selalu cuci tangan sebelum membersihkan kemaluan bayi
Agar area kelaminnya tetap higienis, inilah cara membersihkan kelamin bayi perempuan yang bisa Anda ikuti saat memandikannya:
  • Cuci tangan terlebih dahulu agar Anda tidak memindahkan bakteri dan virus dari tangan Anda.

  • Gunakan air bersih untuk membilas kotoran.

  • Jika ingin menggunakan sabun, pilih sabun khusus bayi yang lembut dan netral. Tuang hanya sedikit saja dan pastikan sabun mandi bayi tidak mengandung alkohol maupun pewangi. Dua bahan kimia ini dapat mengiritasi kulit vagina bayi.

  • Bersihkan dengan gerakan menyapu atau menyeka dari arah depan menuju anus. Lakukan hal ini lebih dulu sebelum bayi masuk ke bak mandi jika ia sudah buang air besar atau buang air kecil, agar tidak mencemari air mandinya.

  • Tepuk-tepuk ringan area kelamin dan bokongnya agar benar kering. Jangan mengeringkan dengan menggosok-gosoknya pakai handuk agar kulitnya tidak iritasi. 

2. Cara membersihkan area kelamin saat mengganti popok

Anda juga bisa menggunakan tisu basah untuk membersihkan kelamin bayi perempuan
Anda juga bisa menggunakan tisu basah untuk membersihkan kelamin bayi perempuan
Bila tidak dilakukan dengan saksama dan hati-hati, mengganti popok membuat bayi rawan mengalami infeksi ruam popok.Pastikan hanya membersihkan area luar kelamin bayi saja, tidak perlu sampai bagian dalam vagina.Ikuti langkah-langkah membersihkan kelamin bayi perempuan saat Anda mengganti popoknya:
  • Cuci tangan sebelum menyentuh bayi.
  • Gunakan air dan kapas saja pada bayi di minggu-minggu pertamanya. Sebab, vagina bayi masih sangat sensitif.
  • Larutkan sabun lembut tanpa parfum dan bebas alkohol dengan air, seperti Anda menyiapkan air mandi untuk Si Kecil.
  • Basuh kelamin dari arah depan ke belakang.
  • Bila tidak ingin pakai air sabun, Anda bisa gunakan tisu basah khusus bayi yang bebas alkohol untuk menyeka area kelaminnya. Caranya sama, seka dari depan ke belakang.
  • Keringkan dengan baik, kemudian pasang popok baru.
Bila Anda mendapati popoknya sangat kotor hingga kotorannya masuk ke bibir kelamin (labia), cara membersihkan yang harus Anda lakukan saat ini adalah:
  • Pisahkan kedua sisi bibir dengan lembut. Pastikan Anda sudah cuci tangan.

  • Gunakan kapas, kain lembut, atau tisu yang dibasahi untuk membersihkan kotoran yang menempel di sisi-sisi labia. Bersihkan mulai dari depan, tengah ke belakang, kemudian ganti kapas baru dan seka masing-masing sisi labia. 

  • Keringkan bagian pantat dan selangkangan bayi. Tepuk-tepuk ringan dengan tisu atau kain kering.

Hal yang harus diperhatikan

Menggunakan bedak bayi di bagian kelamin perempuan meningkatkan risiko kanker ovarium
Menggunakan bedak bayi di bagian kelamin perempuan meningkatkan risiko kanker ovarium
Setelah membersihkan area kelamin bayi perempuan, Anda tidak disarankan untuk menaburkan bedak.Sebab, butiran halus bedak dikhawatirkan akan terhirup oleh bayi dan menimbulkan masalah pernapasan, seperti batuk, mengi, susah bernapas, hingga iritasi paru-paru kronis.Selain itu, bedak bayi yang mengandung talcum terbukti bersifat karsinogenik (memicu kanker) dan disinyalir dapat meningkatkan risiko kanker ovarium jika terus menerus ditaburkan pada area kelamin, papar studi terbitan Journal of the National Cancer Institute.

Catatan dari SehatQ

Jika pada minggu-minggu pertama kelahirannya, area kelamin bayi tampak merah dan sedikit membengkak serta mengeluarkan cairan kuning, bening, atau berdarah, hal ini sebetulnya masih dianggap normal.Ini merupakan pengaruh dari paparan hormon ibu selama ia masih berada dalam rahim.Namun, selalu konsultasikan dengan dokter anak maupun dokter kulit dan kelamin bila tanda ini terus berlanjut tanpa ada perbaikan.Bisa jadi, apa yang si Kecil alami merupakan  gejala dari penyakit yang mungkin menginfeksi seperti:Menurut riset terbitan Clinics in Perinatology, National Center for Biotechnology Information, dan Journal of the American Academy of Pediatrics, gejala yang umum bisa Anda amati bila Si Kecil mengalami infeksi pada kelaminnya adalah:
  • Bayi demam
  • Keluar cairan vagina
  • Iritasi pada vulva
  • Vagina dan urine berbau
  • Kulit kelamin yang kemerahan hingga mengelupas.
Sejatinya, cara membersihkan kelamin bayi yang benar dan hati-hati akan menghindari Si Kecil dari beragam jenis penyakit kulit dan kelamin akibat infeksi.Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait cara merawat bayi baru lahir secara umum, Anda bisa chat dokter gratis di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuibayiruam popokkotoran bayifeses bayimerawat bayi
Baby Centre UK. https://www.babycentre.co.uk/x1053619/how-should-i-care-for-my-baby-girls-genitals Diakses pada 16 Maret 2021Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/antibiotic-use/community/for-patients/common-illnesses/uti.html Diakses pada 16 Maret 2021KidsHealth. https://kidshealth.org/en/parents/urinary.html Diakses pada 16 Maret 2021Clinics in Perinatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5511626/ Diakses pada 16 Maret 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/symptoms-causes/syc-20371636 Diakses pada 16 Maret 2021National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559067/ Diakses pada 16 Maret 2021Journal of the American Academy of Pediatrics. https://pedsinreview.aappublications.org/content/27/3/116 Diakses pada 16 Maret 2021Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/is-baby-powder-safe-for-babies-4064708 Diakses pada 16 Maret 2021International Agency for Research on Cancer. https://monographs.iarc.who.int/wp-content/uploads/2018/06/mono93.pdf Diakses pada 16 Maret 2021Journal of the National Cancer Institute. https://academic.oup.com/jnci/article/92/3/249/2965050 Diakses pada 16 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait