Cara Membersihkan Pusar yang Benar, Agar Terhindar dari Infeksi

Cara membersihkan pusar yang benar tergantung dari jenis pusar yang Anda miliki.
Cara membersihkan pusar tidaklah sulit, Anda hanya membutuhkan niat saja.

Selama 9 bulan di dalam rahim sang ibu, bayi bisa mendapatkan vitamin dan mineral penting, dari sambungan tali pusar yang terhubung ke pusar atau udelnya.

Ketika dilahirkan, pusar tidak lagi memiliki fungsi, sehingga seringkali diabaikan. Padahal, bahaya infeksi dan bau tak sedap, bisa datang. Mari kenali cara membersihkan pusar ini.

Cara membersihkan pusar yang benar

Pusar bayi
Pusar bayi

Bayangkan saja, sebuah studi menyatakan ada 67 tipe bakteri yang ditemukan pada pusar. Banyak gangguan kesehatan yang bisa terjadi, jika Anda tidak tahu cara membersihkan pusar yang benar, seperti:

  • Infeksi jamur

Tidak berlebihan jika pusar disebut sebagai “rumah” bakteri. Sebab, bakteri bisa berkembang biak di dalamnya. Tidak heran, pusar adalah tempat yang lembap dan gelap, sehingga bakteri senang berada di dalamnya. Jika tidak dibersihkan, infeksi jamur bisa menyerang pusar.

  • Bau tak sedap

Meski berhasil “kabur” dari infeksi ragi, bau tak sedap tetap bisa menyerang Anda, jika pusar tidak dibersihkan secara rutin. Hal ini diakibatkan oleh keringat, debu, sel kulit mati, dan kotoran lainnya, di dalam pusar. Bau tak sedap pun sulit dihindari.

  • Omphaloliths (batu pusar)

Ketika menumpuk di pusar, sel-sel kulit mati dan sebum (minyak yang dikeluarkan kulit), dapat membentuk omphaloliths atau batu pusar. Bentuknya hampir sama seperti komedo, seiring waktu, warnanya bisa menghitam karena oksidasi. Berbeda dengan komedo, batu pusar tidak bisa ditekan, namun harus dicabut dengan pinset.

Sebelum mengetahui cara membersihkan pusar yang benar, Anda perlu tahu jenis pusar. Sebab, tidak semua pusar, sama.

Ada dua tipe pusar, yakni innie (pusar yang masuk ke dalam), dan outie (pusar yang nampak ke luar). Cara membersihkan pusar dari kedua jenis ini pun berbeda.

Agar ketiga hal di atas tidak terjadi pada Anda, ada baiknya mengikuti cara membersihkan pusar yang benar, berdasarkan jenisnya di bawah ini.

Cara membersihkan pusar jenis innie

Cara membersihkan pusar jenis innie lebih baik dilakukan sebelum mandi. Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Celupkan kapas ke alkohol dan gosoklah permukaan dalam pusar dengan lembut. Jika kapas yang telah digunakan, menjadi kotor, gantilah dengan kapas yang baru.
  • Jika sudah tidak ada kotoran lagi di dalam pusar, gunakanlah kapas baru yang telah dibasahi air, untuk membilas alkohol yang tersisa di dalam pusar. Hal ini dilakukan untuk mencegah kulit kering.
  • Setelah itu, mandilah dan keringkan bagian dalam pusar dengan ujung handuk atau kain bersih lainnya.
    Hindari penggunaan losion pada pusar. Sebab, kelembapan dari lostion, bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri, dan membuat pusar kotor lagi.

Cara membersihkan pusar jenis outie

Jika Anda memiliki pusar yang menonjol ke luar, cara membersihkan pusar akan terasa lebih mudah. Karena bagian dalam pusar sudah nampak, dan mudah dibersihkan. Ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  • Oleskan kain bersih dengan sabun, dan gosoklah bagian pusar dengan kain tersebut. Setelah bersih, bilas dengan air.
  • Setelah mandi, keringkan pusar dengan benar, jangan sampai ada air yang tersisa di dalam pusar.
  • Karena bagian outie ini berbeda dari innie, Anda boleh manggunakan losion pada bagian tersebut.

Pada umumnya, pusar memiliki celah yang dapat dimasuki oleh bakteri dan kotoran. Maka dari itu, Anda disarankan untuk membersihkan pusar, seminggu sekali.

Jangan sepelekan pusar yang kotor

Jika infeksi ragi sudah menyerang pusar Anda, segera temui dokter untuk berkonsultasi dan meminta resep obat-obatan, untuk mengatasinya.

Biasanya, keberadaan infeksi, dapat dideteksi dengan tanda-tanda seperti kemerahan, gatal-gatal, dan bengkak. Terkadang, ada juga cairan atau nanah, yang bisa mengeras menjadi kerak di bagian pusar. Agar terhindar dari infeksi dan bau tidak sedap ini, biasakan membersihkan pusar dengan benar, mulai dari sekarang.

Kids Health. https://kidshealth.org/en/kids/navel.html
Diakses pada 7 Januari 2020

The Healthy. https://www.thehealthy.com/beauty/face-body-care/things-you-didnt-know-belly-button/
Diakses pada 7 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/dirty-belly-button
Diakses pada 7 Januari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320706.php#treatments
Diakses pada 7 Januari 2020

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed