Cara Membersihkan Kuku yang Tepat, Terlihat Sederhana tapi Penting


Mengetahui cara membersikan kuku yang tepat dapat menghindarkan Anda dari berbagai masalah di kemudian hari. Bagaimana langkah-langkahnya?

(0)
04 Dec 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cara membersihkan kuku yang baik bisa membuat kuku senantiasa sehatCara membersihkan kuku harus dilakukan dengan hati-hati
Cara membersihkan kuku bukan sekadar dilakukan dengan memotongnya, mencuci tangan menggunakan sabun, atau hand sanitizer. Meski terlihat sederhana, cara membersihkannya harus dilakukan secara tepat, karena area ini bisa menjadi tempat berkembangbiaknya kuman penyebab penyakit yang tak kalah berbahayanya bagi tubuh.Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, kuku tangan yang sehat harus terlihat pendek dan bersih dari segala jenis kotoran di bawah permukaannya. Banyak orang memiliki kuku panjang dan terlihat bersih, tapi kuku seperti ini butuh perawatan ekstra karena lebih berpotensi menyimpan kotoran dibanding kuku yang pendek.Membersihkan kuku bisa dilakukan di rumah dengan perawatan sederhana atau pergi ke salon manicure-pedicure. Apapun pilihan, pastikan Anda memahami cara membersihkan kuku yang tepat agar terhindar dari risiko penyakit yang menyertainya.

Bagaimana cara membersihkan kuku yang tepat?

Cuci tangan setelah memotong kuku
Secara umum cara membersihkan kuku yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:
  • Bersihkan alat pemotong kuku sebelum Anda menggunakannya. Pastikan juga mata pisau alat ini masih tajam.
  • Potong kuku secara lurus, kemudian haluskan sudut-sudut kuku dengan potongan yang lembut dan perlahan.
  • Jangan memotong kutikula, yakni kulit tipis yang seolah menghubungkan pangkal kuku dengan kulit jari maupun kulit yang berada di samping kuku.
  • Bersihkan bagian bawah kuku dengan air dan sabun dan sikat khusus kuku (nail brush) bila perlu.
  • Cuci tangan setelah memotong kuku, kemudian keringkan dengan handuk untuk menghindari kemungkinan terjadinya infeksi atau kuku menjadi rapuh.
  • Bila perlu, oleskan pelembap di area sekitar tangan, termasuk kuku dan kutikula agar kuku terlihat sehat.
Jika ada bagian kuku yang mengelupas, segera bersihkan menggunakan alat pemotong kuku. Jangan menarik atau menggigit kuku hingga lepas karena dikhawatirkan bakal melukai kuku dan memindahkan bakteri dari gigi ke kuku.Apabila ingin membersihkan kuku di salon, pastikan alat-alat yang digunakan bersih dan steril. Bila perlu, Anda juga dapat menanyakan prosedur pencucian wadah yang digunakan untuk mencuci kaki dan ingatkan terapis untuk tidak memotong bagian kutikula.Selain mengetahui cara membersihkan kuku, Anda juga wajib melakukan perubahan kebiasaan untuk mendapatkan kuku yang sehat. Selain tidak memotong kutikula, Anda juga harus menghentikan kebiasaan menggigiti kuku, menggunakan produk yang terlalu keras bagi kuku, serta memperhatikan gejala penyakit kuku.

Penyakit kuku yang mungkin menyerang

Rawatlah kuku agar terhindar dari infeksi
Ketika Anda tidak menerapkan cara membersihkan kuku yang benar, beberapa jenis penyakit mungkin dapat menyerang, seperti:

1. Infeksi cacing kremi (pinworms)

Cacing kremi adalah parasit putih, berukuran kecil, dan hidup di usus manusia. Cacing ini bisa menular ke manusia lain ketika orang (biasanya anak-anak) dengan kuku panjang menggaruk bagian anus. Akibatnya, cacing atau larvanya pindah ke bawah kuku, kemudian masuk ke tubuh melalui makanan atau tersebar lewat benda-benda yang disentuh.Infeksi cacing kremi akan menimbulkan gejala khas, yakni rasa gatal di sekitar anus maupun vagina (pada wanita) serta membuat sulit tidur. Dalam kasus yang parah, penderita cacing kremi dapat mengalami penurunan berat badan, tidak nafsu makan, hingga infeksi vagina (vaginitis) pada wanita.

2. Paronikia

Paronikia adalah infeksi di sekitar jari tangan atau jari kaki sehingga mengakibatkan jari menjadi merah, bengkak, nyeri, dan terkadang bernanah. Penyebab paronikia atau cantengan yang paling sering adalah memotong kuku terlalu pendek, menarik kuku yang rusak tanpa alat pemotong kuku, dan tangan sering terendam air (misalnya saat mencuci baju menggunakan tangan).Tidak jarang, paronikia juga terjadi akibat praktik manicure-pedicure yang tidak tepat. Selain itu, penggunaan cairan kimia tertentu pada penempelan kuku palsu juga dapat menimbulkan kondisi yang satu ini.

3. Ingrown toenail

Ingrown toenail adalah bentuk infeksi kuku yang biasanya menyerang kuku kaki, terutama kuku ibu jari. Dalam kondisi ini, bagian ujung kuku akan tumbuh menusuk ke dalam kulit sehingga mengakibatkan kulit di sekitar kuku menjadi merah, bengkak, nyeri, dan kadang bernanah.Menurut National Health Services Inggris, kondisi ini paling sering dialami oleh para pemilik kaki yang sering berkeringat maupun dengan anatomi kuku tidak lazim. Cara membersihkan kuku yang salah, terutama dalam memotong kuku, juga dapat menuntun Anda pada masalah ini.

Catatan dari SehatQ

Jika Anda mengalami masalah-masalah di atas, periksakan ke dokter untuk mendapat penangan yang tepat. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang tentang cara membersihkan kuku, konsultasikan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
infeksicantengankukujamur kuku
CDC. https://www.cdc.gov/healthywater/hygiene/hand/nail_hygiene.html
Diakses pada 24 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/nails/art-20044954
Diakses pada 24 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-clean-under-nails
Diakses pada 24 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/ingrown-toenail
Diakses pada 24 November 2020
Department of Health New York. https://www.health.ny.gov/diseases/communicable/pinworm/fact_sheet.htm
Diakses pada 24 November 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/Nemours/en/teens/paronychia.html
Diakses pada 24 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait