logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Cara Membersihkan Kelamin Bayi Laki-Laki yang Sudah Sunat dan Belum

open-summary

Sebagai orangtua Anda perlu tahu cara membersihkan kelamin bayi laki-laki. Terlebih, ada dua kondisi yang berbeda yaitu ketika penis sudah disunat dan belum. Sebenarnya cara membersihkan penis bayi tidak rumit, asalkan tetap terjaga kebersihannya.


close-summary

31 Mar 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Pastikan untuk menjaga kebersihan kelamin anak

Pastikan untuk menjaga kebersihan kelamin anak

Table of Content

  • Cara membersihkan kelamin bayi laki-laki
  • Bagaimana jika penis bayi sudah disunat?
  • Hal yang tidak boleh dilakukan
  • Catatan dari SehatQ

Ketika hadir anggota baru di keluarga, salah satu yang cukup menantang adalah tahu bagaimana cara membersihkan kelamin bayi laki-laki. Terlebih, ada dua kondisi yang berbeda yaitu ketika penis sudah disunat dan belum. Sebenarnya cara membersihkan penis bayi tidak rumit, asalkan tetap terjaga kebersihannya.

Advertisement

Selain itu, jangan melakukan kesalahan yang umum terjadi yaitu menarik bagian kulup atau foreskin. Ini akan menimbulkan rasa nyeri bahkan menyebabkan perdarahan.

Cara membersihkan kelamin bayi laki-laki

Untuk membersihkan penis bayi yang belum disunat, tidak ada cara khusus. Anda hanya perlu membersihkan area penis saat mengganti popok setiap 4-6 jam sekali. Sementara saat mandi, basuh dengan sabun dan air hangat.

Tak kalah penting, jangan menarik kulup atau foreskin penis bayi karena pada usia ini masih melekat pada kepala penis. Menariknya kemudian mengembalikan ke tempat semula bisa menyebabkan nyeri bahkan perdarahan.

Hingga usia anak mencapai 3-5 tahun, bagian foreskin ini masih melekat. Biasanya, ketika sudah bisa terlepas maka akan lebih mudah menggerakkannya maju mundur. Pada fase ini pula, anak sudah lebih besar dan orangtua bisa mengajarkan cara membersihkan area di bawahnya.

Lebih jauh lagi, tidak perlu pula membersihkan penis dengan antiseptik atau cotton swab. Orangtua hanya perlu memerhatikan apakah aliran urine saat buang air kecil tetap lancar atau tidak. Apabila alirannya terlalu kecil, bisa jadi indikasi masalah seperti fimosis.

Bagaimana jika penis bayi sudah disunat?

Untuk penis yang sudah disunat, perbedaan utama adalah bagian kulupnya sudah terlepas. Setelah prosedur dilakukan, normal apabila kepala penis tampak kemerahan dan memiliki lapisan putih atau kekuningan. Tidak perlu melepasnya karena ini membantu proses pemulihan.

Umumnya, penis akan sembuh setelah 7-10 hari sejak prosedur dilakukan. Setelah itu, cara membersihkan penis bayi yang sudah disunat bisa dengan membilasnya dengan air dan sabun.

Sangat jarang terjadi masalah setelah sunat, namun Anda tetap perlu melihat apakah ada tanda-tanda seperti:

  • Bayi tidak buang air kecil hingga 8 jam setelah sunat
  • Perdarahan tidak berhenti
  • Penis tampak semakin merah setelah beberapa hari
  • Penis membengkak
  • Keluar cairan kekuningan dari penis

Namun apabila tidak ada masalah semacam ini, tak perlu ada penanganan khusus. Pastikan areanya tetap bersih dan kering sehingga bayi merasa nyaman.

Hal yang tidak boleh dilakukan

Setelah tahu cara membersihkan kelamin bayi laki-laki, berikut ini hal-hal yang tidak boleh dilakukan:

  • Menarik kulup penis

Memaksa untuk menarik kulup penis pada bayi hingga anak-anak sangat tidak disarankan karena masih melekat pada jaringan di kepala penis. Apabila dipaksakan, ada kemungkinan muncul rasa nyeri, perdarahan, hingga kerusakan penis.

Perlu waktu bertahun-tahun hingga kulup tidak lagi melekat pada kepala penis. Ketika nantinya sudah bisa ditarik pun, jangan lupa mengembalikannya ke tempat semula untuk menghindari terjadinya disunat jin atau parafimosis.

  • Pengunaan antiseptik

Sama seperti tidak perlunya penggunaan sabun pembersih kewanitaan, tak perlu juga antiseptik atau krim khusus. Membersihkan penis hanya perlu dengan air bersih dan sabun biasa yang diaplikasikan secara eksternal.

  • Khawatir terhadap cairan yang keluar

Ketika ada cairan kental berwarna putih keluar dari penis, itu disebut dengan infant smegma. Tak perlu khawatir karena ini normal. Smegma muncul karena sel kulit yang terlepas secara alami dan keluar dari kulup. Anda hanya perlu membasuh perlahan saat mandi atau mengganti popok.

Baca Juga

  • Ragam Buah untuk Ibu Menyusui yang Mudah Dicari Saat Laktasi
  • Mengenali Kondisi Kesehatan Lewat Warna Pup Bayi (Pup Berwarna Hitam, Bahaya atau Tidak?)
  • Salep untuk Mengatasi Impetigo pada Bayi, Apakah Manjur?

Catatan dari SehatQ

Perkembangan penis setiap anak berbeda. Ada yang kulupnya sudah bisa tertarik pada usia 5 tahun, ada pula yang lebih lama hingga remaja. Ini normal, yang penting orangtua selalu memberi pemahaman kepada anak tentang cara membersihkan dengan tepat.

Tentunya, melakukan prosedur sunat akan jauh lebih baik demi kebersihan penis dalam jangka panjang. 

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara tepat membersihkan penis bayi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

bayi & menyusuiibu dan anaktumbuh kembang bayi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved