6 Cara Membentuk Mental Baja, Mulai Sejak Membuka Mata di Pagi Hari

(0)
03 Sep 2020|Azelia Trifiana
Mental baja dapat dilatih dengan melakukan kebiasaan positifPercaya diri merupakan salah satu rahasia memiliki mental baja
Bukan perkara sederhana untuk bisa memiliki mental baja. Seperti halnya baja, seseorang dengan mental ini tidak mudah gentar ketika menghadapi situasi di luar ekspektasi, pun menyerah tidak ada dalam kamus hidupnya.Kunci awal untuk bisa memiliki mental baja adalah rasa percaya diri, namun bukan kelewat percaya diri (overconfidence). Sama seperti berolahraga untuk membentuk massa otot, membangun mental baja pun bisa terwujud jika dilatih dengan disiplin.

Cara membentuk kekuatan mental baja

Orang yang konsisten melakukan push-up 50 kali dalam sehari pasti dapat membentuk kekuatan otot tubuh bagian atasnya dalam jangka panjang. Hal yang sama bisa diterapkan ketika ingin membentuk mental baja.Lakukan beberapa hal ini untuk mewujudkan kekuatan mental baja yang tak mudah menyerah:

1. Syukuri 3 hal

ibu dan anak sekolah
Syukuri apa yang Anda punya
Meski terkesan sepele, mensyukuri 3 hal di sekitar atau yang terjadi pada diri sendiri merupakan hal yang sulit dilakukan. Menurut penelitian, terus menerus bersyukur dapat meningkatkan rasa bahagia sekaligus mengurangi kemungkinan mengalami depresi.Ketika seseorang menjadikan rasa syukur ini sebagai kebiasaan harian, akan terbentuk kebiasaan baik. Dalam jangka panjang, hal ini dapat membuat seseorang tidak mudah terpuruk sekaligus memiliki mental baja. Coba mulai kebiasaan baik ini saat bangun tidur, sesederhana mensyukuri tidur lelap semalaman atau udara segar yang menyapa dari balik jendela.

2. Ubah perilaku

perempuan dan permen karet
Kembangkan sikap dan pola pikir yang positif
Ketika merasa sedih, seseorang tentu lebih ingin menyendiri atau meratapi apa yang terjadi. Untuk membentuk mental baja, lakukan hal yang sebaliknya. Namun, bukan berarti tak boleh bersedih sama sekali.Biasakan mengubah perilaku ke arah positif sesuai harapan. Jika ingin merasa senang, maka tersenyumlah terlepas dari apa masalah yang mungkin sedang dihadapi. Dari sinilah rasa bahagia dan mood baik akan muncul, berbuah menjadi mental baja dalam jangka panjang.

3. Bangun kepercayaan diri

Percaya kepada diri Anda sendiri
Tak ada orang lain yang bisa lebih percaya dengan kemampuan diri, selain masing-masing orang. Itulah mengapa ketika seseorang tampak percaya diri, orang sekitar yang melihatnya akan turut yakin. Begitu pula dalam konteks membangun mental baja.Percayalah bahwa diri sendiri bisa mengatasi situasi yang tersulit sekalipun. Yakinkan diri semuanya pasti bisa terlewati berkat kekuatan yang dimiliki. Hal ini berbeda dengan kelewat percaya diri yang berujung congkak, namun lebih pada perwujudan self-love.

4. Ubah pikiran negatif jadi realistis

Setiap hari, pasti selalu ada momen ketika negative thinking lebih mendominasi. Hal ini tidak selalu berarti buruk. Justru, ubah pikiran negatif menjadi realistis lewat positive self talk. Secara signifikan, pemikiran positif ini dapat mengubah perilaku seseorang.Perlakukan diri sendiri dengan berbicara seperti dengan sahabat baik. Berikan dukungan ketika diperlukan. Hibur ketika merasa sedih. Apresiasi ketika mewujudkan pencapaian tertentu. Dengan cara ini, mental baja akan menjadi outcome yang diharapkan.

5. Kendalikan emosi

pria dengan ekspresi kecewa
Hindari marah berkepanjangan agar lebih bahagia
Setiap orang bisa merasakan emosi negatif, itu wajar. Justru yang lebih penting adalah bagaimana tahu cara menahan emosi agar tidak terlalu mendominasi. Jika dibiarkan berlarut-larut, rasa marah bisa membuat seseorang memandang sesuatu serba negatif. Rasa cemas bisa berbuah menjadi ketakutan yang melumpuhkan.Untuk itu, bangun mental baja dengan mengendalikan emosi yang tengah diharapkan. Ketika ada rasa tidak nyaman secara emosi, jangan dihindari. Hadapi secara ksatria. Menghindarinya mungkin terasa sebagai solusi instan, namun tidak akan berdampak baik dalam jangka panjang.Jadi, hadapi emosi yang muncul dengan bijak. Semakin seseorang piawai memberikan toleransi terhadap rasa tidak nyaman, otomatis rasa percaya diri akan meningkat. Di sinilah mental baja menghadapi tantangan baru mulai terbentuk.

6. Hindari aktivitas tidak produktif

Ada saja aktivitas atau situasi yang membuat seseorang menjadi tidak produktif. Terkadang, hal ini datang dari lingkungan sekitar. Berada di lingkaran pegawai yang suka mengeluhkan perilaku atasan secara perlahan akan membuat mental seseorang menjadi lebih lemah.Selain itu, kebiasaan menggerutui keadaan atau mengeluh atas segala sesuatu juga bersifat merusak mental. Ini adalah antitesis dari pembentukan mental baja. Jadi, pilih aktivitas yang produktif dan bisa membuat bangga terhadap pencapaian diri sendiri. Ini adalah jalan untuk mewujudkan mental baja.

Setiap orang punya cara berbeda dalam membentuk kekuatan mental baja. Proses coba alias trial and error saat melakukannya juga wajar terjadi. Namun ingat untuk tetap konsisten mencari jalan demi mewujudkan mental baja.Jika sudah terbentuk, mental baja akan menjadi tameng atau senjata menghadapi apapun yang terjadi. Hidup tentu tak akan mulus-mulus saja. Namun ketika sudah memiliki mental baja, tantangan apapun bisa terlewati dengan bijak.
kesehatan mentalhidup sehatpola hidup sehat
Life Hack. https://www.lifehack.org/articles/productivity/how-to-develop-mental-toughness.html
Diakses pada 20 Agustus 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/what-mentally-strong-people-dont-do/201508/3-secrets-build-your-mental-strength
Diakses pada 20 Agustus 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/what-mentally-strong-people-dont-do/201705/3-exercises-build-mental-strength-in-just-5-minutes
Diakses pada 20 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait