logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

4 Cara Membedakan Telur Busuk dan Telur Segar

open-summary

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membedakan telur busuk dan telur segar. Di antaranya adalah dengan cara diendus, melihat tampilannya, hingga tes mengambang.


close-summary

16 Jun 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Telur busuk kurang baik untuk dikonsumsi

Telur busuk kurang baik untuk dikonsumsi

Table of Content

  • Cara membedakan telur busuk dan telur segar
  • Catatan dari SehatQ

Pernahkah Anda berniat mengolah telur yang tersimpan di kulkas, tapi lupa sudah berapa lama dan apakah masih bagus kondisinya? Sebenarnya, ada cara mudah membedakan telur busuk dan telur segar. Ciri-ciri telur busuk di sini berarti sudah mulai rusak karena terkena bakteri atau jamur.

Advertisement

Perlu diketahui juga bahwa dari waktu ke waktu, kualitas telur memang bisa menurun. Sebab, kantung udara di dalamnya membesar dan di saat bersamaan bagian putih telur menjadi semakin tipis.

Cara membedakan telur busuk dan telur segar

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membedakan telur busuk dan segar:

1. Diendus

Cara paling sederhana sekaligus akurat untuk menentukan apakah kondisi sebutir telur masih baik atau tidak. Sebab, telur busuk punya aroma yang benar-benar menyengat. Apabila masih ragu saat mengendusnya dalam kondisi belum pecah, coba pecahkan dan tuang ke mangkuk agar lebih jelas lagi.

Berbeda halnya jika tidak ada aroma apapun atau hanya ada bau telur normal pada umumnya, itu adalah pertanda bahwa telur masih segar dan layak dikonsumsi.

2. Periksa tampilannya

Selain dicium baunya, memeriksa tampilannya juga bisa dilakukan untuk mendeteksi apakah ada ciri-ciri telur busuk.

Pertama-tama, periksa betul apakah cangkang masih dalam kondisi baik dan tidak retak atau licin. Cangkang yang retak atau licin bisa mengindikasikan adanya bakteri.

Selain itu, apabila bagian luar cangkang terasa seperti bubuk, mungkin saja sudah berjamur.

Setelah menginspeksi cangkang, pecahkan telur ke mangkuk bersih. Lihat apakah ada perubahan warna kuning telur menjadi kebiruan, kehijauan, atau menghitam. Ini adalah tanda pertumbuhan bakteri.

Tak hanya itu, inspeksi juga bagaimana kondisi kuning telur. Apabila terlalu cair, bisa jadi telur ini sudah cukup lama dan kualitasnya menurun. Namun, jangan khawatir karena masih bisa dikonsumsi.

3. Tes mengambang

Metode membedakan telur segar dan telur busuk yang satu ini juga tidak kalah populer. Ini juga merupakan cara mendeteksi apakah sebutir telur sudah berkembang menjadi anak ayam.

Untuk melakukannya, perlahan masukkan telur ke dalam mangkuk berisi air. Apabila telur tenggelam ke dasar mangkuk, artinya masih segar. Sementara jika mengarah ke atas bahkan mengambang di permukaan, artinya sudah lama.

Kondisi ini terjadi karena ketika telur sudah lama, kantung air di dalamnya membesar. Jelas, ketika masuk ke dalam rendaman air maka akan mengambang.

Namun, tes ini masih perlu penilaian lebih jauh dengan cara diendus dan juga dilihat kondisinya karena bukan berarti indikator segar dan busuknya sebutir telur.

4. Menyalakan lilin

Metode menyalakan lilin atau candling juga cukup populer untuk menilai kualitas telur. Selain itu, candling juga dilakukan untuk melihat apakah telur berisi anak ayam atau tidak. Biasanya, ada alat khusus untuk memberikan penilaian kualitas telur sebelum dikemas.

Namun, Anda juga bisa melakukannya sendiri di rumah. Berikut tahapannya:

  • Pilih ruangan yang gelap
  • Nyalakan sumber cahaya yang terang seperti lilin, lampu baca, atau senter
  • Posisikan cahaya di bagian atas telur
  • Miringkan telur dan putar dengan cepat dari kiri ke kanan
  • Apabila caranya tepat, kantung udara di dalam telur akan terlihat

Idealnya, kantung udara telur yang masih segar kurang dari 3,175 milimeter. Namun jika tak lagi segar atau sudah lama, ukuran kantung udara ini akan membesar.

Cara ini juga dapat memberikan pandangan seberapa padat putih dan kunign telur. Semakin lambat pergerakan, menandakan telur masih segar.

Beberapa metode di atas bisa diterapkan apabila Anda memiliki telur yang tidak ada keterangan kapan tanggal kedaluwarsanya. Caranya mudah dan bisa mencegah agar Anda tidak salah mengonsumsi telur busuk.

Baca Juga

  • Mencuci Sayuran dan Buah yang Tepat, Caranya? (Plus 3 Alternatif Pencuci Alami)
  • Pilihan Buah untuk Diet Keto yang Bisa Dikonsumsi agar Cepat Kurus
  • Mengenal Manfaat Daun Murbei yang Tidak Kalah dari Buahnya

Catatan dari SehatQ

Berdasarkan beberapa cara di atas, paling jelas adalah mencium aromanya, membuka, dan lihat apakah ada perubahan warna pada kuning telur.

Perlu diingat bahwa hal ini penting mengingat telur yang mengandung bakteri Salmonella bisa memicu penularan penyakit. Jangan lupa memasaknya hingga benar-benar matang demi menghindari adanya bakteri.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala penularan penyakit akibat bakteri Salmonella, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

makanan sehattelurhidup sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved