Bullying adalah perlakuan menyakiti seseorang secara fisik, verbal, dan psikologis secara sengaja
Meluangkan waktu lebih untuk anak, dapat menjadi salah satu cara mengatasi bullying pada anak.

Anak-anak di usia pelajar mungkin sudah terbiasa saling mengejek sebagai bahan candaan atau lelucon. Namun, tidak jarang hal yang kerap dianggap sebagai bahan bercanda ternyata telah melewati batas dan mengarah ke perilaku bullying.

Memang untuk membedakan bercanda dan bullying tidaklah mudah. Batas yang begitu tipis membuat orangtua perlu lebih teliti dalam melihat kedua hal tersebut. Bercanda yang biasanya dianggap lucu dan tidak menyakiti orang lain, bisa menjadi tindakan bullying jika bermaksud menyakiti korbannya.

Karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara membedakan keduanya dan kenali tanda-tanda apabila anak Anda menjadi korban bullying oleh lingkungan pertemanannya. Dengan begitu, Anda dapat segera melakukan cara-cara mengatasi bullying pada anak dan membantu Si Buah Hati kembali ceria.

Cara Membedakan Bercanda dan Bullying pada Anak

Anak pasti pernah mengalami saat dimana ia digoda oleh teman-temannya dan umumnya hal ini dilakukan dalam konteks bercanda. Namun, saat perlakukan tersebut berubah menjadi menyakiti secara perkataan maupun fisik dan berlangsung secara terus menerus, hal tersebut telah masuk ke ranah bullying dan harus segera dihentikan.

Bullying adalah perlakuan menyakiti seseorang secara fisik, verbal, dan psikologis secara sengaja. Tindakan kekerasan sudah dapat dikatakan termasuk bullying apabila:

  • Mendorong, meninju, atau menekan
  • Menyebut nama panggilan atau menyebarkan rumor
  • Menyakiti lewat media sosial, internet, dan ponsel atau disebut cyberbullying.

Tanda-tanda Anak Menjadi Korban Bully

Ketika anak-anak terlibat bullying, mereka cenderung menutup diri dan merahasiakannya dengan berbagai alasan. Anak sering berpikir jika mereka memberi tahu orangtua, mereka akan semakin memperburuk keadaan.

Karena sebagian besar anak tidak akan mengaku sedang di-bully, perhatikan tanda-tanda ini:

  • Terdapat luka lecet atau memar yang tidak dapat diceritakan penyebabnya
  • Anak takut atau enggan ke sekolah
  • Menghindari kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan sekolah
  • Mengalami kesulitan untuk menjawan pertanyaan di kelas atau dalam mengerjakan pekerjaan rumah
  • Kerap terlihat cemas, gugup, atau sedih
  • Sakit kepala atau sakit perut
  • Hanya memiliki sedikit teman
  • Meminta atau mencuri uang (karena dipalak/dimintai uang si pelaku bullying)
  • Murung dan pendiam
  • Nilai atau prestasinya di sekolah menurun drastis

Cara Mengatasi Bullying pada Anak

Jika Anda berpikir anak Anda di-bully, gunakan waktu makan malam bersama untuk membicarakan hal ini. Tanyakan apakah mereka pernah di-bully oleh temannya? Jika anak mengatakan “ya”, tanyakan apakah Anda boleh membantu memecahkan masalah ini.

Jangan menyarankan anak untuk melawan. Sebaliknya, minta anak dengan tegas dan percaya diri untuk berkata tidak dan menolak agar si penindas berhenti. Atau ia bisa memberi tahu pada guru di sekolah. Selain itu, terdapat beberapa cara mengatasi bullying pada anak lainnya yang bisa Anda lakukan, seperti:

1. Mengumpulkan Bukti

Catat secara rinci tentang kronologi kejadian bullying. Siapa yang melakukan dan apa yang terjadi. Termasuk tanggal, waktu dan tempat serta nama-nama saksi mata yang mungkin melihat. Jika kasusnya cyberbullying, ambil screenshot sebagai bukti.

2. Berkunjung ke Sekolah

Selanjutnya, adakan pertemuan dengan pihak sekolah untuk mendiskusikan hal ini. Tetap tenang dan kendalikan emosi Anda. Minta sekolah membuat rencana agar anak merasa lebih aman.

Misalnya, mengubah jadwal pelajaran tertentu, mengawasi anak selama bermasalah, meminta guru BP untuk mengawasi dan memperhatikan anak-anak yang bermasalah.

3. Jangan Berkonfrontasi dengan si Pelaku Bullying

Berkonfrontasi atau memarahi si pelaku bullying justru menjadi bumerang. Anda terlihat sama seperti penindas anak dan memperburuk keadaan.

4. Pindah Sekolah

Jika pihak sekolah yang lama tidak mampu mengatasi masalah ini, sebaiknya pertimbangkan untuk pindah ke sekolah lain. Dengan sekolah yang baru, anak akan mendapatkan kesempatan kedua dengan kelompok anak-anak yang lebih besar dan mau menerima mereka.

5. Luangkan Waktu untuk Anak

Dekati anak dan luangkan waktu kebersamaan yang lebih banyak. Tinggalkan gawai Anda di rumah dan ajak anak berjalan-jalan ke luar rumah agar ia bisa berbicara tentang segala hal di dunianya termasuk untuk membedakan ejekan dan bullying.

Semoga orangtua dapat lebih waspada terhadap bullying dan tidak meremehkan dampaknya terhadap anak. Dengan mengetahui cara membedakan bercanda dan bullying, antisipasi dini terhadap kondisi ini dapat Anda lakukan.

bullying di sekolah

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/guide/children-bullying-school
Diakses pada Oktober 2018

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/bullies.html
Diakses pada 21 Maret 2019

Raising Children. https://raisingchildren.net.au/school-age/behaviour/bullying/bullying-signs
Diakses pada 21 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed