Cara Membatasi Screen Time Sesuai Usia Anak


Pembatasan screen time untuk anak dapat dibagi berdasarkan usianya. Anak yang berusia di bawah 18 bulan tidak boleh diberikan screen time, sementara anak usia 18-24 bisa mulai diperkenalkan.

(0)
05 Dec 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Screen time adalah waktu yang dihabiskan saat menggunakan gawaiScreen time atau waktu yang dihabiskan saat menggunakan gawai harus dibatasi pada anak
Di era digital seperti sekarang ini, salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam mendidik anak adalah screen time. Screen time adalah waktu yang dihabiskan di depan layar elektronik, seperti televisi, tablet, atau smartphone. Hal ini penting untuk diperhatikan, terutama di awal-awal usia Si Kecil.Usia 0-2 tahun adalah masa perkembangan otak anak yang paling pesat. Penting sekali bagi bayi untuk mengeksplorasi apa saja yang berada di sekitarnya. Baik berupa rangsangan suara, penglihatan, rasa, atau tekstur.Rangsangan terbaik bagi perkembangan otak bisa didapatkan saat bayi berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Khususnya saat menjalin komunikasi dan interaksi dengan orangtua, saudara, atau teman-temannya.Namun, screen time kerap kali membatasi anak untuk aktif berinteraksi dengan orang lain atau beraktivitas di luar ruangan. Terkait hal tersebut, WHO dan Akademi Kedokteran Anak Amerika Serikat menganjurkan pembatasan screen time bagi bayi dan anak-anak berdasarkan golongan usia.

Batasan screen time bagi anak-anak berdasarkan usia

Berikut adalah pengaturan waktu screen time yang dianjurkan dan disesuaikan berdasarkan usia anak.

1. Bayi usia 0-18 bulan

Bayi dengan rentang usia 0-18 bulan sama sekali tidak dianjurkan untuk mendapatkan screen time. Khususnya jika bayi menjadi pengguna pasif dan dibiarkan sendirian menikmati gawai atau gadget.Pengecualian dapat dilakukan untuk melakukan video call dengan anggota keluarga. Hal ini dapat termasuk dalam memanfaatkan waktu untuk membangun interaksi dengan orang lain.

2. Anak usia 18-24 bulan

Bayi berusia 18-24 bulan mulai diperbolehkan untuk mendapatkan screen time dengan didampingi orangtua atau pengasuh. Si Kecil tentunya juga harus mendapatkan tontonan yang bermanfaat dan menghibur untuk anak seusianya.

3. Anak usia 2-5 tahun

Anak berusia di atas 24 bulan diperbolehkan mendapatkan screen time tidak lebih dari 1 jam. Gunakan waktu screen time untuk berinteraksi dan memberi anak kesempatan belajar. Jangan biarkan anak hanya menjadi penonton pasif dari acara-acara yang bukan untuknya.Menyaksikan acara anak berisi materi belajar tentang warna, bentuk, nama hewan, atau benda di sekitar lingkungan adalah contoh screen time berkualitas yang bisa Anda coba. Jangan biarkan anak menonton sinetron remaja atau dewasa, kontes, promosi belanja, atau acara lain yang tidak bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka.

4. Anak usia 6 tahun ke atas

Tidak ada waktu yang spesifik dalam kategori usia ini. Orangtua sebaiknya memberikan batasan waktu screen time secara konsisten untuk anak. Pastikan waktu screen time tidak mengganggu jadwal tidur, aktvitas fisik, dan kebiasaan lain yang penting untuk menjaga kesehatan anak.

Tips membatasi penggunaan gawai pada anak

Anak bermain gawai
Penggunaan gawai menjelang tidur dapat mengganggu waktu tidur anak
Membatasi penggunaan gawai pada anak yang terbiasa diasuh dan ditemani oleh gawai memang tidak mudah. Oleh karena itu, diperlukan konsistensi dari orangtua agar anak menjadi disiplin dan screen time dapat dikurangi.

1. Mulai sejak dini

Pembatasan penggunaan gadget akan lebih mudah diterapkan jika telah dilakukan sejak dini kepada anak ketimbang baru memberlakukannya di usia yang lebih tua. Ikuti anjuran yang telah disarankan terkait pembatasan pemberian screen time sesuai usia Si Kecil.

2. Negosiasi dengan anak yang lebih tua

Anak yang berusia lebih tua biasanya akan sulit untuk tiba-tiba diminta berhenti bermain gawai atau dikurangi screen time yang biasa didapatkannya. Untuk itu, diperlukan negosiasi agar anak mau dibatasi penggunaan gawainya.Bicara bersama dan diskusikan kapan mereka dapat menggunakan gawai dan tujuannya. Misalnya, satu jam untuk belajar online atau mengembangkan hobi yang bermanfaat. Anak juga dapat diberikan waktu untuk bermain gawai setelah kewajibannya terpenuhi.Untuk lebih mudah mengurangi waktu screen time bagi anak, Anda harus mengisi waktu Si Kecil dengan kegiatan yang lebih menarik. Anda dapat mengajak anak pergi ke taman bermain di hari libur atau mengikutsertakan mereka pada kursus-kursus sesuai minatnya.

3. Letakkan gawai Anda

Anak usia dini kerap mencontoh orangtuanya. Jika menginginkan anak tidak terlalu sering menggunakan gawai, sebaiknya Anda melakukan hal yang sama. Kurangi penggunaan gawai saat berada di rumah. Atur notifikasi pada posisi diam saat sedang menghabiskan quality time bersama keluarga.Jika menggunakan gawai di sekitar anak-anak, kemukakan alasan mengapa Anda harus melakukannya. Sehingga, anak mengerti bahwa gawai hanya dapat digunakan saat ada kepentingan tertentu.

Tips membatasi screen time

Membiarkan anak bersentuhan dengan teknologi bukan merupakan masalah yang perlu dikhawatirkan selama Anda masih dapat mengontrolnya. Oleh karena itu, berikut adalah tips yang bisa Anda ikuti untuk membatasi screen time.
  • Pastikan Anda bersama dan berinteraksi dengan anak-anak pada saat screen time.
  • Perkenalkan aplikasi atau program yang bermanfaat untuk anak, serta ketahui apa saja yang anak akses pada saat screen time.
  • Anda juga harus menjadwalkan waktu tanpa gawai bagi Si Kecil, termasuk saat makan bersama dan memasuki waktu tidur.
Jika Anda punya pertanyaan lain seputar gawai dan dampaknya bagi anak, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
tips mendidik anakgadget
About Kids Health. https://www.aboutkidshealth.ca/screentimeoverview
Diakses 20 November 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/MainLine/en/parents/screentime-baby-todd.html
Diakses 20 November 2020
Good House Keeping. https://www.goodhousekeeping.com/life/parenting/a30613327/limit-screen-time-tips/
Diakses 20 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait