Ciri-ciri Korban Bullying dan Cara Membantunya


Ciri-ciri korban bullying di antaranya muncul luka yang tak jelas penyebabnya, banyak barang pribadi yang rusak, perubahan pola makan, hingga sulit tidur di malam hari.

0,0
09 Jul 2019|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
ciri-ciri korban bullyingCiri-ciri korban bullying perlu dipahami orangtua agar tidak ada lagi korbannya.
Terkadang, korban bullying tidak ingin mengadu atau menceritakan tindakan perundungan yang terjadi padanya. Mereka cenderung merasakan rasa sakit dan sedihnya sendiri tanpa memberi tahu orang lain. Penting bagi orangtua, teman, atau guru untuk memahami ciri-ciri korban bullying agar kita bisa membantu mereka dan menghukum pelakunya.

Ciri-ciri korban bullying yang penting dipahami

Beberapa perubahan sikap dan perilaku dapat menjadi tanda bahwa anak Anda jadi korban bullying. Berikut beberapa perubahan sikap dan perilaku korban bullying yang harus diperhatikan oleh orang tua:
  • Sering mengalami mimpi buruk
  • Penurunan nafsu makan yang menurun
  • Malas dan takut untuk berangkat sekolah
  • Kemunduran tumbuh kembang pada anak (seperti mengompol)
  • Separation anxiety (kecemasan parah ketika berpisah dengan orang tua)
  • Munculnya luka yang tak jelas penyebabnya
  • Barang-barang pribadi yang rusak tiba-tiba (buku, gawai, perhiasan)
  • Sering sakit kepala dan sakit perut
  • Kerap berpura-pura sakit
  • Perubahan pola makan, seperti tidak sarapan tiba-tiba atau tidak makan siang di sekolah
  • Sulit tidur
  • Performa akademis yang menurun
  • Tidak tertarik mengerjakan pekerjaan rumah (PR)
  • Tidak mau pergi ke sekolah
  • Kehilangan teman tiba-tiba
  • Menghindari situasi sosial
  • Merasa rendah diri dan tidak berdaya
  • Melakukan hal-hal berisiko yang bisa merugikan dirinya sendiri.
Orangtua juga perlu tahu bahwa tidak semua korban bullying dapat menunjukkan gejala atau ciri-ciri bullying di atas.Ada kalanya Anda perlu bertanya mengenai hari-harinya di sekolah agar si kecil mau bercerita apakah ia telah menjadi korban perundungan atau tidak.

Dampak bullying bagi korban

Dibully artinya anak-anak mengalami kerugian, baik secara fisik maupun mental. Kenalilah berbagai dampak bullying bagi korban berikut ini.
  • Mengalami depresi dan cemas
  • Meningkatnya perasaan sedih dan kesepian
  • Perubahan pada pola makan dan tidur
  • Hilangnya ketertarikan terhadap hobi-hobinya
  • Masalah kesehatan
  • Performa akademis menurun.
Jika terus dibiarkan, berbagai dampak bullying di atas dapat merugikan kesehatan fisik dan mental korbannya.Apabila anak Anda mengalaminya, segeralah bertanya kepadanya mengenai apa yang terjadi di sekolah atau lingkungan sosialnya. Bisa jadi, si kecil baru mengalami perilaku bullying dari teman-temannya.

Beberapa penyebab anak dibully

Orangtua pun perlu tahu bahwa ada beberapa penyebab anak dibully di sekolah atau di lingkungan bermainnya, seperti:
  • Sukses

Anak-anak yang sukses dianggap lebih sering mengalami tindakan bullying karena ia kerap mendapat perhatian dari teman-teman dan orang dewasa.
  • Kreatif dan pintar

Di sekolah, anak-anak yang kreatif dan pintar kerap menjadi korban bullying karena ada beberapa teman-teman yang iri terhadapnya.
  • Tidak punya teman

Tidak punya teman juga bisa menjadi penyebab anak dibully. Anak-anak ini kerap ditolak dari kelompok teman-temannya, dikucilkan dari acara-acara sosial, dan bahkan bisa menghabiskan waktu di sekolah sendirian.
  • Populer

Dalam beberapa kasus, popularitas yang dimiliki anak bisa membuatnya menjadi korban bullying. Sebab, para pelaku bullying merasa bahwa popularitas temannya itu sebagai sebuah ancaman.
  • Mengidap kondisi medis tertentu

Pelaku bullying kadang menargetkan anak-anak berkebutuhan khusus yang mengidap kondisi medis tertentu, seperti down syndrome, autisme, ADHD, asma, alergi makanan, hingga disleksia.Inilah pentingnya rutin memberikan sosialisasi terkait bahaya bullying, baik di sekolah atau lingkungan sosial, agar korban bullying di Indonesia tidak terus bertambah. Anak-anak juga perlu diajarkan berempati agar mereka mampu berperilaku baik terhadap sesama.

Terapi untuk korban bullying

Menjadi korban bullying mungkin dapat memicu gejala gangguan mental pada anak. Jika keadaan mental anak sudah sangat parah, Anda sangat disarankan untuk mencari bantuan psikolog anak ataupun psikiatri.Terapi mental, seperti terapi kognitif perilaku (CBT) mungkin akan ditawarkan dokter untuk membantu anak yang menjadi korban bullying. CBT merupakan pendekatan yang efektif untuk membantu mengatasi gejolak emosional anak korban perundungan.CBT dapat dilakukan untuk membimbing anak dengan cara mengendalikan perasaan dan pikirannya. Selain itu, terapi ini mengembalikan kepercayaan diri dan mempelajari cara untuk mencegah perundungan.

Cara membantu anak yang menjadi korban bullying di sekolah

Selain terapi, Anda sebagai orangtua dapat menerapkan beberapa langkah untuk membantu anak yang menunjukkan tanda-tanda mengalami bullying. Beberapa tindakan tersebut, di antaranya:
  • Dorong anak untuk menceritakan detail perisakan yang ia alami

Ekspresikan bahwa Anda peduli dengan kondisi yang dialami anak, serta tunjukkan empati sebagai orangtua. Anda bisa mengajak anak untuk menceritakan detail perisakan yang ia alami. Beberapa anak mungkin takut atau malu apabila jujur untuk menyampaikan kondisinya.
  • Sampaikan bahwa menjadi korban bullying bukanlah kesalahan anak

Anda harus dapat menenangkan anak, bahwa ia tidak sendirian atas perisakan yang ia alami. Pujilah kejujuran dan keberanian anak karena telah menceritakan pengalamannya pada Anda.
  • Ajari buah hati untuk tidak membalas

Merespons bullying bukanlah mengajak anak untuk balik menyerang pelaku perundungan, baik secara fisik maupun verbal. Sarankan Si Kecil untuk segera meninggalkan lokasi perundungan saat kejadian, atau mengadukan gangguan tersebut ke guru yang ia percaya. Sarankan pula untuk tidak bepergian sendirian saat berada di lingkungan sekolah.
  • Bicarakan dengan wali kelas anak dan pihak sekolah

Anda mungkin juga harus turun tangan dengan menemui wali kelas, guru anak yang sekiranya bisa membantu, bahkan kepala sekolah. Minta bantuan mereka untuk senantiasa menjaga buah hati di sekolah. Pertemuan dengan pihak sekolah secara rutin mungkin dapat dilakukan untuk memastikan pengawasan tersebut efektif atau tidak.
  • Berkomunikasi dengan pelaku perundungan

Perlu digarisbawahi, anak yang menjadi pelaku bullying juga membutuhkan bantuan orang dewasa karena faktor lain yang mungkin ia alami. Anda bisa mengajak anak pelaku perisakan dan meyakinkan bahwa tindakan yang ia lakukan dapat melukai orang lain.
  • Ajarkan anak bersosialisasi

Terkadang, korban bullying cenderung kesulitan untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Mereka juga belum pandai dalam menyelesaikan masalah.Maka dari itu, cobalah ajarkan anak untuk bersosialisasi sebagai cara membantu korban bullying.Saat anak sudah pintar bersosialisasi, berinteraksi, dan menyelesaikan masalah, kemungkinan besarnya anak dapat menghadapi pelaku bullying dengan pandai tanpa kekerasan.
  • Bantu anak untuk mendapatkan teman

Salah satu ciri-ciri korban bullying ialah dijauhi oleh para pelaku bullying. Hal ini dapat membuat korban menjadi tidak punya teman.Untuk mengatasinya, Ayah dan Bunda perlu untuk membantu anak dalam mendapatkan teman baru di lingkungannya.Perlu diketahui, dilansir dari Very Well Family, pertemanan dapat mencegah kasus bullying. Selain itu, persahabatan juga bisa memberikan dukungan sosial pada korban bullying.
  • Memerhatikan ciri-ciri bullying pada anak

Orangtua perlu waspada, sebab bullying dapat berdampak buruk pada kesehatan mental anak. Ciri-ciri bullying yang dapat terlihat misalnya depresi, trauma, bahkan membuat anak ingin bunuh diri.Dengan mengetahui ciri-ciri bullying pada anak ini, maka orangtua bisa membantu mereka untuk mencari jalan keluar yang positif.Kalau perlu, mintalah bantuan pada dokter atau psikolog untuk memandu korban bullying agar bisa mencari solusi terbaiknya.

Catatan dari SehatQ

Bullying mungkin menjadi hal yang sudah sering Anda dengar, sehingga terdengar biasa saja. Namun, bukan berarti hal tersebut normal karena ada dampak negatif pada anak seiring tumbuh kembangnya.Beragam cara bisa dilakukan untuk membantu anak korban perundungan, salah satunya lewat terapi perilaku kognitif (CBT). Selain itu, pastikan Anda tidak pernah menyalahkan anak yang menjadi korban perundungan.Jika Anda ingin berkonsultasi tentang kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
ibu dan anakkesehatan anaktips mendidik anakperkembangan anakbullyinganak praremaja
Effective Child Therapy. https://effectivechildtherapy.org/concerns-symptoms-disorders/concerns/bullying/
Diakses pada 9 Juli 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-stop-bullying#identifying-bullyin
Diakses pada 9 Juli 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/bullies.html
Diakses pada 9 Juli 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/bullying/art-20044918
Diakses pada 9 Juli 2019
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/bullying/article.htm#what_should_parents_do_if_they_think_their_child_is_bullying_others_what_are_treatment_options_for_people_who_bully_others
Diakses pada 9 Juli 2019
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/kindergarten-bullying-signs-621007
Diakses pada 9 Juli 2019
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/bullying/article.htm
Diakses pada 17 Januari 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/how-to-stop-the-bully-victim-cycle-460514
Diakses pada 16 September 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/reasons-why-victims-of-bullying-do-not-tell-460784
Diakses pada 26 November 2021
Stop Bullying. https://www.stopbullying.gov/bullying/warning-signs
Diakses pada 26 November 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/reasons-why-kids-are-bullied-460777
Diakses pada 26 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait