6 Cara Membangun Resiliensi agar Anda Punya Mental Kuat

Resiliensi diperlukan supaya Anda lebih kuat untuk menghadapi berbagai tekanan hidup, salah satunya stres
Memiliki resiliensi bisa membuat Anda lebih tahan terhadap tekanan mental dan stres

Ketika ada rintangan di depan mata, sebagian orang mungkin cenderung mudah menyerah dan sebagian lainnya justru bangkit serta bertahan. Anda termasuk yang mana?

Jika Anda memiliki resiliensi atau ketahanan yang kuat, tentunya Anda akan segera berdiri tegak menghadapi stres, kegagalan, dan bahkan trauma. Sebaliknya, bila tidak mempunyai mental yang tangguh, Anda akan gampang sekali untuk jatuh.

Apa itu resiliensi dan kenapa penting?

Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk pulih dari kegagalan, beradaptasi dengan perubahan, dan terus maju di balik kesulitan. Mulai dari masalah finansial, penyakit, bencana alam, perceraian, hingga kematian orang yang disayang.

Orang dengan ketahanan tangguh justru akan ‘menyambut’ tantangan tersebut dengan menjadi pribadi yang lebih kuat atau resilien.

Bukannya orang-orang tersebut tidak merasakan stres dan kecemasan. Mereka tentu saja mengalami itu semua. Hanya saja, mereka dapat lebih menerima dan tidak membiarkan stres mengambil alih kehidupannya.

Tanpa resiliensi, sulit bagi seseorang untuk menjalani hidup dengan bermakna. Pasalnya, ketika seseorang memiliki ketahanan, pandangan hidup mereka akan lebih positif sehingga hubungan mereka dengan orang-orang sekitarnya pun lebih positif.

Memiliki resiliensi juga membantu orang untuk lebih sukses dalam setiap aspek kehidupannya. Ini karena orang yang tangguh biasa lebih percaya diri dengan kemampuan mereka dan tidak mudah putus asa.

Ciri-ciri orang dengan resiliensi yang tangguh

Memang ada sebagian orang yang sudah dari sananya tangguh. Namun resiliensi bukanlah sifat bawaan yang hanya ditemukan pada beberapa orang tertentu.

Menurut para ahli, ketahanan merupakan sesuatu yang cukup umum ada pada manusia dan bahkan bisa dipelajari. Lalu, apa saja ciri-ciri dari orang yang memiliki resiliensi?

  • Tahu batas

Orang yang memiliki resiliensi kuat tidak akan membiarkan stres mengambil alih hidup mereka. Orang-orang ini mengenal jati dirinya dengan dalam, sehingga tak mudah goyah.

  • Suportif

Orang yang mentalnya tangguh biasa akan lebih suportif terhadap sekitarnya. Mereka ada untuk membuat situasi menjadi lebih tenang.

Orang-orang tersebut juga tahu kapan harus mendengar dan kapan harus memberikan saran tanpa mencoba untuk menyelesaikan masalah atau menggurui orang lain.

  • Lebih menerima keadaan

Orang dengan resiliensi kuat tahu bahwa rasa sakit adalah bagian dari hidup. Mereka lebih memilih untuk berdamai dengan stres ketimbang mengabaikan, menekan, dan menyangkalnya.

  • Merawat diri dengan baik

Menerapkan self-care adalah cara yang dilakukan orang tangguh untuk membuat diri mereka rileks. Perawatan diri ini bisa berupa olahraga rutin, mengonsumsi makanan sehat, bersosialisasi dengan komunitas, dan lainnya.

  • Lebih terbuka

Saat mengalami kegagalan, orang yang tangguh lebih terbuka terhadap berbagai kemungkinan dan kesempatan yang ada serta tidak terpuruk dengan kegagalan yang dialami. Mereka akan menelaah situasi dari banyak sisi dan tahu bahwa segalanya akan berjalan lebih baik dari hari ini. 

Tips membangun resiliensi yang bisa Anda coba

Wajar jika manusia takut akan perubahan, terutama dalam bentuk kesulitan dan tantangan. Tapi bukankah perubahan itu tak bisa dihindari?

Membangun resiliensi tidak hanya dapat membuat seseorang bertahan dari perubahan, tapi juga belajar, tumbuh, dan berkembang. Bagaimanakah cara membentuknya?

  • Cari tahu tujuan hidup

Ketika seseorang berada di titik terendah hidupnya, mencoba mencari tujuan hidup dan apa yang bisa dilakukan untuk membuat hidup lebih bermakna sangatlah penting. Hal ini dapat mencegah seseorang dari perasaan tak berdaya, tak berguna, dan pesimis.

Mengatur tujuan hidup tidak perlu rumit, Anda dapat set goal Anda dalam jangka pendek,misalnya apa yang akan dicapai dalam 1 tahun kedepan, 5 tahun dan makin lama lagi.  

Mungkin Anda bisa bergabung dalam komunitas, mengolah spiritualisme, atau melakukan hobi yang sudah sejak lama ingin Anda coba.

  • Berhenti berpikir negatif

Mudah memang untuk berpikir negatif dan terus-menerus bergumul dengan masa lalu. Sayangnya, pikiran negatif hanya akan membuat Anda jalan di tempat.

Tak hanya itu, Anda juga akan lebih sulit untuk bertindak maupun mengambil keputusan secara jernih. Mengubah pola pikir dimulai dari diri sendiri, mulai dari hal simple, mengganti kalimat ‘kenapa saya tidak bisa melakukan ini’ dengan ‘butuh terus berlatih untuk melakukan ini’

  • Bersosialisasi dengan orang-orang yang tepat

Selalu kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang positif dan suportif. Meski tidak serta-merta membuat masalah Anda lenyap, Anda setidaknya bisa merasa jauh lebih tenang jika tahu ada orang-orang yang peduli dan siap membantu Anda.

  • Ingatlah bahwa semuanya hanya sementara

Saat Anda berada di tengah situasi yang penuh tekanan, cobalah untuk melihat kembali situasi dari masa depan. Percayalah bahwa kesulitan yang Anda alami hanya bersifat sementara, dan masa depan akan menawarkan hal-hal yang jauh lebih baik.

  • Kembangkan kemampuan memecahkan masalah

Orang yang mampu menemukan solusi untuk suatu masalah dikatakan lebih mampu untuk mengatasi tantangan daripada mereka yang tidak terbiasa mencari solusi. Jadi setiap kali menghadapi rintangan baru, buatlah daftar solusi yang bisa Anda terapkan guna menyelesaikannya.

  • Rawat diri dengan baik

Terkadang, orang jadi lupa untuk merawat diri sendiri saat sedang stres. Padahal, tidak makan, tidak olahraga, dan kurang tidur justru akan membuat Anda terjerumus lebih dalam. Karena itu, usahakan untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat dalam kondisi apapun.

Memiliki resiliensi penting agar Anda dapat menghadapi kesulitan dan tantangan hidup dengan lebih terbuka. Ingatlah bahwa tidak ada rasa sakit maupun kegagalan yang permanen.

Lagi pula, bukankah selalu ada pelajaran yang dapat Anda peroleh dari pengalaman yang buruk sekalipun? 

Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-resilience-2795059
Diakses pada 4 Februari 2020

Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/ways-to-become-more-resilient-2795063
Diakses pada 4 Februari 2020

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/design-your-path/201305/10-traits-emotionally-resilient-people
Diakses pada 4 Februari 2020

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/click-here-happiness/201803/resilience-101-how-be-more-resilient-person
Diakses pada 4 Februari 2020

Artikel Terkait