Orangtua Wajib Baca, Inilah 7 Cara Membangun Karakter Anak dengan Baik

Orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter anak
Orangtua memegang peran penting dalam membangun karakter anak

Membangun karakter anak merupakan salah satu tugas penting yang dimiliki orangtua. Meski sekolah juga berupaya menanamkan nilai-nilai yang baik pada diri anak, orangtua tetap memegang peran utama dalam pengembangan karakter anak.

Jika orangtua dapat membangun karakter anak dengan baik, bukan tidak mungkin anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas sebagaimana yang diharapkan. Lantas, bagaimana caranya?

Cara membangun karakter anak dengan baik

Karakter anak dapat berkembang melalui interaksi dengan keluarga, teman, maupun masyarakat. Namun bukan hanya itu, temperamen, pengalaman, dan pilihan yang dimiliki anak pun memengaruhi hal tersebut.

Akan tetapi, sebagai orang yang memiliki ikatan terdekat dengan anak, orangtua memiliki kewajiban dalam mengajarkan dan memberi contoh yang baik pada anak. Beberapa hal yang dapat orangtua lakukan untuk membangun karakter anak dengan baik, yaitu:

  • Menjadi role model

Orangtua yang menunjukkan kualitas karakter yang baik dapat menanamkan nilai-nilai tersebut pada anak sehingga mereka ingin menirunya.

Ketika Anda bersikap baik, seperti halnya jujur, dapat dipercaya, adil, penuh kasih sayang, dapat menghormati, peduli pada sesama, dan sebagainya, anak akan melihat dan memerhatikan hal tersebut.

Anak pun akan berpikir bahwa perilaku tersebut dapat membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi keluarga sehingga mencoba menanamkannya dalam diri mereka sendiri.

  • Menunjukkan empati

Menunjukkan empati pada anak dapat memungkinkan orangtua untuk mengajarkan semua nilai karakter yang dimilikinya pada anak.

Ketika anak merasa bahwa orangtua memahami dan sangat memerhatikannya, maka mereka akan memiliki motivasi untuk mempelajari nilai dan karakter yang Anda ajarkan.

Bantu pula anak Anda untuk mengembangkan rasa empati dalam dirinya sehingga anak dapat belajar memahami kondisi orang lain.

  • Menggunakan momen yang baik untuk membangun karakter anak

Dalam membangun karakter anak, suatu momen yang baik juga diperlukan. Misalnya, ketika anak melanggar aturan yang orangtua terapkan, maka orangtua dapat menerapkan konsekuensi yang adil. Anak pun akan belajar untuk bertanggung jawab dan disiplin sehingga momen ini dapat membantu karakternya terbentuk.

Akan tetapi, pastikan Anda memberitahu anak tentang kesalahannya dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaikinya. Pikirkan pula nilai-nilai apa yang ingin Anda terapkan, dan jangan sampai memberi konsekuensi yang terlalu berat pada anak.

  • Menceritakan kisah dan kehidupan

Orangtua dan guru dapat menggunakan suatu cerita untuk mengajarkan pelajaran moral pada anak. Selain itu, menceritakan kisah-kisah tentang kehidupan Anda juga dapat memberi pelajaran mengenai nilai-nilai dan etika pada anak. Mengajak anak berdiskusi mengenai cerita yang memiliki pesan moral juga dapat memperkuat nilai yang Anda ajarkan.

Sebaliknya ketika anak bercerita, seperti mengenai kehidupannya di sekolah ataupun temannya, dengarkan dan berilah respons yang baik. Komunikasi dua arah dengan cara menarik seperti ini dapat membuat anak tertarik untuk mempelajari dan membangun karakter yang baik.

  • Menunjukkan rasa bangga pada anak

Menunjukkan rasa bangga pada anak dapat membantu mengembangkan harga dirinya sehingga anak tidak menjadi orang yang gugup atau penakut. Katakanlah bahwa Anda bangga padanya setiap kali ia menerapkan perilaku positif.

Hal ini akan membuat anak terhindar dari karakter-karakter buruk. Selain itu, jika anak belum mampu menunjukkan sisi terbaiknya, misalnya dalam hal pelajaran di sekolah, maka Anda harus tetap menghargai dan mendukungnya.

  • Ajari anak mengendalikan diri

Mengajari anak mengendalikan diri merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter anak. Kemampuan dalam mengendalikan diri akan memengaruhi pilihan dan pemikirannya hingga dewasa kelak.

Dalam membantu anak mengendalikan diri, Anda dapat mengajarkannya melakukan self-talk. Ketika melakukan self-talk, anak harus mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak bereaksi secara berlebihan terhadap suatu hal, tidak menyalahkan orang lain atas kesalahannya, dan selalu berpikir sebelum bertindak sehingga mereka dapat mengendalikan tindakannya.

  • Memberi anak peluang untuk berlatih

Anak tentu harus mempraktikkan apa yang dipelajarinya, termasuk mengenai pembentukan karakter. Tak hanya sekedar melihat dan mendengar apa yang diajarkan oleh orangtua atau guru, anak juga membutuhkan pengalaman langsung untuk mengetahui arti sebenarnya dari karakter yang selama ini diajarkan.

Misalnya, ketika anak memiliki kesempatan untuk membuat keputusan maka bantulah dia melihat hal positif dan mengambil tindakan. Ini dapat membantunya untuk memperkuat karakter yang mereka bangun.

Meski membangun karakter anak bukanlah hal yang mudah, namun orangtua harus melakukannya. Dalam membangun karakter anak, apa yang orangtua katakan dan lakukan sangatlah penting. Oleh sebab itu, selalu berikan contoh dan kesempatan yang terbaik pada anak agar mereka dapat menjadi pribadi yang baik.

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/ways-to-build-character-in-children-620266
Diakses pada 23 Oktober 2019

Psych Central. https://psychcentral.com/lib/how-to-raise-a-child-of-character/
Diakses pada 23 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed