Tidak Sulit, Ini Cara Membangun Ikatan Emosional dengan Anak

Membangun hubungan emosional menimbulkan kedekatan
Membangun hubungan emosional dengan anak bisa dilakukan dengan berbicara bersama

Ikatan emosional antara ibu dan anak sangat penting bagi perkembangan emosional anak ke depannya. Hubungan orangtua dengan anak juga mempengaruhi bagaimana anak berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya.

Namun untuk mengembangkan hubungan ikatan ini memang tidak instan. Cara membangun ikatan emosional dengan anak harus dilakukan sejak anak masih kecil. Meski prosesnya panjang dan terus menerus, sebenarnya cara membangun ikatan emosional dengan anak mudah dilakukan.

Bagaimana cara membangun ikatan emosional dengan anak?

Pada dasarnya ikatan emosional dengan anak dibentuk saat ibu menyusui anak, orangtua menggendong anak, menidurkan Si Kecil, dan interaksi lainnya. Namun, ikatan emosional tentunya tidak hanya bisa dilakukan saat bayi saja tetapi juga dapat diterapkan saat sudah beranjak anak-anak.

Namun, berbeda dengan anak-anak, bayi belum dapat berbicara, karenanya bayi membentuk ikatan emosional dengan orangtuanya melalui sentuhan, kontak mata, melihat objek di sekitarnya, mendengarkan suara, serta mengimitasi ekspresi wajah dan gestur tubuh.

Berikut beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk membangun ikatan emosional dengan buah hati Anda.

  • Peluk bayi

Memeluk bayi adalah salah satu cara membangun ikatan emosional melalui sentuhan. Anda bisa menggendong buah hati menggunakan gendongan bayi sambil berjalan-jalan di taman atau tempat menenangkan lainnya.

  • Pijat bayi dengan lembut

Selain membangun ikatan emosional dengan anak melalui sentuhan, memijat Si Kecil dengan lembut juga dapat mengurangi depresi sehabis melahirkan dan mengatasi stres yang dialami oleh bayi, terutama bayi yang lahir prematur.

  • Tidur bersama Si Kecil

Tidur bersama buah hati tidak hanya memberikan Anda waktu luang bersamanya tetapi juga mempererat ikatan emosional dengan anak. Bila Anda di rumah sakit, mintalah dokter atau perawat agar anak bisa tidur di samping Anda.

  • Berbicara dan menyentuh

Luangkan waktu bersama anak dengan menggendongnya, berbicara, ataupun menyanyikan lagu untuk anak. Suara dan sentuhan orangtua dapat membuat bayi merasa nyaman. Orangtua juga dapat membiarkan anak menyentuhnya.

Menyentuh bayi juga sangat membantu bila bayi lahir prematur. Orangtua bisa mengunjungi bayi dan menyentuh serta berbicara dengan Si Kecil.

  • Menyusui buah hati

Menyusui Si Kecil sudah pasti merupakan kunci penting dalam membangun ikatan emosional antara ibu dan anak. Saat menyusui, ibu bisa menyentuh bayi dan sebaliknya. Oleh karenanya, sebaiknya para ibu tetap menyusui bayinya sendiri dengan ataupun tanpa botol susu. Skin to skin contact  ini membantu melepaskan hormon stres, membuat rileks dan menstabilkan tubuh bayi. 

Bagaimana dengan para ayah?

Cara membangun ikatan emosional dengan anak tidak memiliki perbedaan antara ibu dan ayah. Hanya saja, memang para ayah akan lebih kesulitan dalam membentuk ikatan emosional dengan bayinya.

Hal ini karena para pria tidak merasakan ikatan emosional dengan anak melalui proses menyusui. Akan tetapi para suami tetapi bisa memiliki ikatan emosional yang intim dengan anak. Para ayah bisa mencoba tips-tips berikut ini sebagai cara membangun ikatan emosional dengan anak.

  • Sentuh perut calon ibu

Sebelum Si Kecil lahir, para calon ayah dapat menyentuh perut istrinya untuk merasakan gerakan-gerakan berupa tendangan dan sebagainya yang dibuat oleh buah hati. Selain itu, mengajak bicara janin dalam perut juga akan membuat bayi mulai mengenal suara ayahnya dan menjalin ikatan emosional.

  • Temani istri saat konsultasi dan persalinan

Para suami dapat menyisihkan waktu untuk menemani istrinya berkunjung ke dokter untuk pemeriksaan rutin. Selain itu, akan sangat baik bila para calon ayah berada di samping istrinya saat proses persalinan berlangsung.

  • Turut menjaga Si Kecil

Siapa bilang para pria tidak bisa menjaga bayi? Para suami dapat berpartisipasi dalam menjaga buah hati dengan menyusui Si Kecil melalui botol susu, mengganti popok, memandikan bayi, ataupun sekedar menemani anak dikala ibunya sedang sibuk.

  • Luangkan waktu dengan buah hati

Selalu luangkan waktu bersama dengan Si Kecil, seperti berjalan-jalan dengan buah hati menggunakan kereta bayi ataupun gendongan. Anda juga bisa mengajak bayi berbicara dan membiarkannya menyentuh wajah Anda.

Terkadang orangtua tetap mengalami kesulitan dalam membangun ikatan emosional dengan anak. Ibu yang melahirkan secara sesar, tidak sempat melihat anaknya seusai melahirkan, mengadopsi bayi, atau memiliki bayi prematur yang perlu dirawat di ICU akan lebih sulit untuk membentuk ikatan emosional dengan anak.

Meskipun sulit dan lebih lama, tetapi tidak berarti ikatan emosional tidak akan terjalin. Beberapa kondisi dapat menghalangi terbentuknya ikatan emosional dengan anak, seperti depresi seusai melahirkan atau adanya masalah dengan pasangan.

Apabila Anda mengalami kesulitan dalam membangun ikatan emosional dengan anak, Anda bisa mencoba mengunjungi dokter anak, psikolog, psikiater, atau konselor keluarga.

KidsHealth. https://kidshealth.org/en/parents/bonding.html
Diakses pada 11 Desember 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-mysteries-love/201611/parental-attachment-problems
Diakses pada 11 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/forming-a-bond-with-your-baby-why-it-isnt-always-immediate#1
Diakses pada 11 Desember 2019

Artikel Terkait