Bonding Ibu dan Bayi, Bagaimana Cara Meningkatkannya?


Bonding ibu dan bayi perlu diciptakan sedini mungkin. Cara meningkatkan bonding dengan bayi dapat dilakukan dengan inisiasi menyusui dini hingga mengajaknya mengobrol saat Anda melakukan aktivitas.

(0)
10 Apr 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bonding ibu dan bayi salah satunya adalah dengan mengajak bayi mengobrolBonding ibu dan bayi bisa dilakukan dengan cara mengajak bayi mengobrol
Bonding ibu dan bayi adalah ikatan emosional kuat yang terjalin. Ikatan ini diliputi oleh rasa cinta, kasih sayang, kehangatan, kebahagiaan, dan rasa aman. Tanpa adanya bonding, maka ibu dan buah hati tak akan merasa terhubung.Tak ayal, jika bonding harus dibangun sesegera mungkin setelah si Kecil dilahirkan, bahkan saat ia masih berada di dalam kandungan.Berikut beberapa cara efektif untuk menciptakan bonding antara ibu dan bayi.

Cara menciptakan bonding ibu dan bayi

Sebetulnya, bonding antara ibu dan bayi dapat tumbuh melalui pengasuhan sehari-hari.Semakin banyak aktivitas yang Anda lakukan bersama si Kecil, maka semakin kuat pula ikatan yang terjalin.Adapun cara cara meningkatkan bonding dengan bayi, yaitu:

1. Mengajaknya berinteraksi ketika masih dalam kandungan

Bangun bonding ibu dan bayi sejak dalam kehamilan
Guna membangun bonding sejak dini, Anda dapat mengajak bayi berinteraksi ketika masih berada dalam kandungan.Saat bayi menendang atau melakukan gerakan lainnya di dalam perut, ajaklah ia berbicara sehingga akan lebih cepat mengenali suara Anda. Anda juga bisa menyanyikan lagu atau membacakan cerita untuknya.Libatkan juga bayi dalam kandungan ketika Anda melakukan kegiatan sehari-hari, seperti, “Dek, hari ini Mama mau berangkat kerja. Adek temenin Mama ya, soalnya hari ini Mama ada meeting penting di kantor”.

2. Melakukan inisiasi menyusu dini (IMD)

Minta rumah sakit untuk lakukan bonding ibu dan bayi dengan IMD
Anda bisa meminta rumah sakit untuk meletakkan bayi baru lahir di dada ibu. Biasanya, inisiasi menyusu dini dilakukan setelah pemotongan tali pusarBahkan, riset yang diterbitkan pada jurnal BMC Research Note menyatakan, IMD bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi, mengurangi risiko diare, sepsis, dan mengurangi risiko kematian bayi.Bahkan, penelitian ini juga memaparkan, kematian bayi baru lahir dapat dicegah hingga 33% jika melakukan IMD.Seluruh manfaat ini bisa didapat bayi karena bayi mengisap kolostrum, yaitu ASI pertama yang keluar pascakelahiran.Sebab, kolostrum kaya akan imunoglobulin G yang mampu menangkal infeksi bakteri, virus, protozoa, dan jamur.

3. Sering melakukan skin-to-skin

Lakukan kontak kulit dengan bayi sebagai cara bonding ibu dan bayi
Setelah buah hati Anda lahir ke dunia, perbanyaklah waktu melakukan skin-to-skin dengan bayi.Anda dapat meletakkan bayi di atas perut dan dada Anda ketika menyusui sehingga kulit pun akan saling bersentuhan.Selain itu, berilah bayi sentuhan dengan mengusapnya secara lembut, tidak perlu takut dengan istilah “bau tangan”, justru menggendong dan menyentuh bayi dapat membuatnya tenang.

4. Rutin menyusui bayi

Rutin menyusui membuat bonding ibu dan bayi meningkat
Menyusui bukan hanya bermanfaat untuk melakukan skin-to-skin, tetapi juga memungkinkan terciptanya bonding dengan segera antara ibu dan bayi.Menyusui dapat melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini dapat meningkatkan relaksasi, kedekatan, dan rasa cinta antara ibu dan buah hati.Ikatan Dokter Anak Indonesia memaparkan, semakin lama ibu menyusui, akan semakin sering juga kontak antarkulit dengan bayi. Hal ini dapat menimbulkan efek positif dan bonding pada masa perkembangannya.

5. Sering menatap bayi

Tatap mata bayi agar bonding ibu dan bayi meningkat
Lakukan saling menatap bersama bayi sesering mungkin. Anda dapat menempatkan bayi pada posisi wajah Anda dan si Kecil berhadapan sehingga mata bisa saling bertemu.Tersenyumlah kepadanya dan perhatikan ekspresi wajah yang ia tunjukkan. Ketika bayi sudah cukup besar, ia mungkin akan menirukan ekspresi Anda. Hal ini tentu akan membuat ikatan ibu dan bayi semakin terjalin.

6. Mengajak bayi mengobrol

Ajak bayi berbicara tentang aktivitas Anda bantu bonding ibu dan bayi
Biasakan untuk mengajak bayi mengobrol. Anda dapat menceritakan apa yang Anda lakukan, pikirkan, atau rasakan.Selain itu, Anda juga dapat bernyanyi di hadapannya, mengajaknya bermain, atau membacakan cerita karena hal tersebut bisa membuat bayi senang.Saat bicara dengan buah hati Anda, tatap matanya dan jauhkan pandangan Anda dari gadget. Ini menjadi cara bonding yang sangat menggembirakan.

7. Tidur dekat bayi

Tidur bersebelahan dengan Si Kecil membantu bonding ibu dan bayi
Dalam menciptakan ikatan batin antara ibu dan bayi, tidurlah di dekat bayi. Anda dapat meletakkan tempat tidur si Kecil di dekat tempat tidur Anda sehingga membuat bayi merasa aman berada dalam jangkauan Anda.Tidak disarankan untuk tidur satu ranjang karena bisa meningkatkan risiko kematian mendadak pada bayi.

8. Melakukan pijat bayi

Bonding ibu dan bayi bisa dilakukan dengan pijat
Pijat bayi menjadi salah satu cara perawatan bayi baru lahir yang dapat dilakukan untuk membangun bonding antara ibu dan bayi.Ini dapat membantu memperlancar sirkulasi, mengendurkan saraf yang tegang, menghindarkan bayi dari stres, dan membuatnya tidur lebih nyenyak.Akan tetapi karena tubuh bayi masih rapuh, maka Anda harus melakukannya dengan lembut dan hati-hati. 

9. Mengajak bayi berjalan-jalan 

Jika bayi sudah cukup kuat untuk dibawa berjalan-jalan, maka Anda bisa mengajaknya pergi berkeliling taman.Hal ini memungkinkan Anda dan bayi menghabiskan waktu yang berkualitas bersama, serta menghirup udara segar sehingga bisa meningkatkan suasana hati.Anda juga bisa melibatkan pasangan dalam menikmati momen kebersamaan yang menyenangkan ini.

Penyebab bonding ibu dan bayi gagal

Depresi pascapersalinan memicu bonding ibu dan bayi gagal
Penelitian dari BMC Psychiatry menemukan, penyebab gagalnya ikatan batin antara ibu dan bayi erat kaitannya dengan depresi pascapersalinan.Dalam hal ini, depresi pascapersalinan menyebabkan ibu mengalami perasaan negatif, seperti mudah tersinggung, kehilangan minat atau kesenangan saat menjalani sebagian besar aktivitasnya.Bahkan, ibu dengan kondisi ini juga kerap memandang dirinya atau bayinya lebih rendah.Hal inilah membuat ibu kerap menunjukkan rasa kurang perhatian atau seolah-olah memusuhi. Oleh karena itu, bonding ibu dan bayi pun gagal.

Dampak gagal memberikan bonding ibu dan bayi

Efek bonding ibu dan bayi yang gagal adalah masalah perilaku anak
Bonding ibu dan bayi penting untuk perkembangan psikososial bayi. Hal ini pun dipaparkan pada penelitian sebelumnya.Gagal melakukan ikatan batin antara ibu dan bayi pun rupanya berdampak besar bagi bayi.Riset memaparkan, gagal melakukan bonding ibu dan bayi mampu meningkatkan pengasuhan yang kasar, interaksi ibu dan anak yang kurang baik, hingga masalah perilaku anak di masa yang akan datang.

Catatan dari SehatQ

Bonding ibu dan bayi berguna untuk tumbuh kembang Si Kecil. Dalam hal ini, bonding bahkan bisa dilakukan sejak dalam kehamilan.Selain itu, ikatan batin antara ibu dan bayi bisa dibangun dengan cara menyusui, kontak skin-to-skin, mengajak mengobrol, hingga membawanya berjalan-jalan.Efek bonding ibu dan bayi pun membantu perkembangan perilakunya pada masa yang akan datang. Bahkan, ikatan batin antara ibu dan bayi yang baik pun mampu meningkatkan kesehatan bayi. Karena itu, bayi tidak mudah terkena infeksi.Jika Anda mengalami kesulitan saat melakukan bonding ibu dan bayi, segera hubungi dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Apabila Anda ingin melengkapi keperluan perawatan ibu menyusui, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuiibu dan anakbayiperkembangan bayi
Baby Center. https://www.babycenter.com/baby-bonding
Diakses pada 08 April 2020.
Family Doctor. https://familydoctor.org/bonding-with-baby/
Diakses pada 08 April 2020.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/menyusui-kunci-mother-infant-bonding
Diakses pada 08 Desember 2020.
BMC Psychiatry. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6408752/
Diakses pada 08 Desember 2020.
BMC Research Note. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6352422/
Diakses pada 08 Desember 2020.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait