Ini Cara Membaca Resep Dokter, Tak Perlu Bingung

(0)
28 Aug 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cara membaca resep dokter ternyata juga bisa Anda pelajari lho, sebagai pasien.Cara membaca resep dokter bisa dipelajari antara lain dengan memahami singkatan yang digunakan.
Tulisan dokter di kertas resep identik dengan susunan huruf sulit dibaca dan hanya bisa dibaca oleh apoteker atau tenaga medis lain. Padahal, cara membaca resep dokter sebetulnya bisa Anda pelajari, lho. Bagaimana caranya?Dalam resep, dokter biasanya menuliskan nama obat yang harus Anda bawa pulang beserta dosis dan cara pemakaiannya secara spesifik.Tak hanya itu, dokter juga akan menulis banyaknya obat yang diresepkan. Bahkan kadang kala, obat tersebut bisa ditebus kembali jika keluhan Anda masih berlanjut.

Cara membaca resep dokter

Resep dokter antara lain memuat informasi tentang dosis obat. 
Orang awam biasanya bingung bukan hanya karena tulisan dokter yang tidak terbaca, tapi juga adanya singkatan dalam bahasa Latin. Penggunaan bahasa Latin ini memang ditujukan agar informasi resep lebih singkat, padat, dan tidak sembarangan diubah oleh orang yang tidak bertanggung jawab.Berdasarkan pedoman Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, resep obat harus memuat informasi mengenai pasien, pengobatan yang diberikan, serta nama dokter yang menuliskan resep.Biasanya, Anda bisa melihat informasi mengenai nama obat, bentuk sediaan, cara dan aturan penggunaannya, serta jumlah satuan pada resep obat.Ketika melihat resep dokter, Anda juga mungkin akan menemukan beberapa singkatan atau simbol dengan arti tersendiri. Berikut ini beberapa singkatan dalam resep dokter yang digolongkan ke dalam beberapa kategori:

1. Frekuensi penggunaan obat

ad lib: tidak terbatas, sesuai kebutuhan
bid: 2 kali sehari
prn: jika dibutuhkan saja
q: setiap
q3h: setiap 3 jam
q4h: setiap 4 jam
qd: setiap hari
qid: 4 kali sehari
tid: 3 kali sehari

2. Waktu penggunaan obat

ac: sebelum makan
hs: saat tidur
int: di antara waktu makan
pc: setelah makan

3. Sediaan atau bentuk obat

cap: kapsul
gtt: tetes
tab: tablet

4. Dosis

i, ii, iii, atau iiii: dosis (1, 2, 3, 4)
mg: milligram
mL: milliliter
ss: satu setengah
tbsp: sendok makan (15 mL)
tsp: sendok teh (5 mL)

5. Cara atau lokasi penggunaan obat

ad: telinga kanan
al: telinga kiri
c atau o: dengan
od: mata kanan
os: mata kiri
ou: kedua mata
po: diminum
s atau ø: tanpa
sl: sublingual (diletakkan di bawah lidah)
top: dioleskan
Cara membaca resep memang tidak semudah kelihatannya. Lagipula, masih ada banyak jenis simbol maupun singkatan lain yang digunakan oleh dokter maupun apoteker.Meskipun demikian, jangan khawatir. Sebab, Anda sebagai pasien berhak menanyakan kepada dokter atau apoteker tentang obat yang harus digunakan, baik dari segi jenis, dosis, maupun efek sampingnya. Anda pun bisa meminta alternatif jenis obat bila diperlukan.

Manfaat mengetahui cara membaca resep dokter

Mengetahui cara membaca resep dokter bukan sekadar memuaskan rasa ingin tahu. Lebih dari itu, kemampuan ini juga mendatangkan beberapa manfaat untuk pasien, seperti:
  • Membantu memahami alasan dokter meresepkan obat tertentu
  • Memantau pengobatan yang sedang dijalani
  • Mendapatkan informasi lebih mengenai obat yang diresepkan, sehingga bisa lebih yakin dengan pengobatan yang sedang dijalani
  • Meningkatkan kedisiplinan  dalam menjalani pengobatan
  • Memastikan keaslian obat yang diresepkan dokter (double check)
Mengetahui cara membaca resep dokter juga memungkinkan Anda mendiskusikan dengan dokter atau apoteker tentang obat lain yang juga sedang dikonsumsi.Dampak buruk dari konsumsi obat mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi lebih dari 4 jenis obat sekaligus bersamaan, apalagi tanpa sepengetahuan dokter.

Tips aman mengonsumsi obat resep dokter

Konsumsilah obat sesuai dosis anjuran dokter.
Mengetahui cara membaca resep dokter saja tidak cukup menjamin kesembuhan Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda juga memahami prinsip pemakaian obat dari dokter, seperti:
  • Menggunakan obat sesuai dengan anjuran dokter. Jika Anda diminta minum obat 4 kali sehari masing-masing 1 tablet, jangan mengubahnya dengan minum 2 tablet 2 kali sehari.
  • Tidak mengonsumsi obat melebihi dosis. Mengonsumsinya secara berlebihan tidak membuat cepat sembuh, malah bisa mengakibatkan overdosis dan memperparah kondisi Anda.
  • Mengikuti anjuran dokter atau apoteker, terutama soal penggunaan obat sebelum atau setelah makan.
  • Tidak mengonsumsi obat resep orang lain, sekalipun dengan diagnosis yang sama.
  • Berkonsultasi dahulu dengan dokter jika ingin mengombinasikan obat dokter dengan obat lain (termasuk herbal)
  • Menghabiskan obat antibiotik sesuai anjuran dokter atau apoteker, sekalipun Anda sudah merasa membaik.
    Pastikan juga obat yang Anda minum belum kedaluwarsa.
Komunikasikan dengan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau kemungkinan hamil. Sebab, beberapa obat mungkin dapat mengakibatkan efek buruk pada janin atau bayi.
antibiotikminum obatobat bebas terbatas
BPOM RI. http://pionas.pom.go.id/ioni/pedoman-umum
Diakses pada 15 Agustus 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/prescription-abbreviations-1738896
Diakses pada 14 Agustus 2020
Carrington College. https://carrington.edu/blog/decoding-prescriptions-understanding-pharmacy-abbreviations/
Diakses pada 14 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/drug-medication/news/20190531/patients-who-read-docs-notes-take-meds-better
Diakses pada 14 Agustus 2020
Department of Health and Human Services of New Hampsire. https://www.dhhs.nh.gov/dcbcs/bds/nurses/documents/sectionIII.pdf
Diakses pada 14 Agustus 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/teens/meds.html
Diakses pada 14 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait