Berbagai Cara Membaca Pikiran Orang untuk Menemukan Kebohongan


Cara membaca pikiran bukanlah hal ajaib. Anda pun dapat mempelajari teknik-tekniknya.

(0)
09 Jan 2021|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cara membaca pikiran dapat dilakukan dengan memperhatikan ekspresi lawan bicaraCara membaca pikiran ternyata bisa dipelajari
Apakah cara membaca pikiran orang sungguh ada dan sudah terbukti secara ilmiah? Bila ya, bagaimana caranya? Secara harfiah, manusia tidak bisa membaca pikiran orang seperti yang dilakukan para pahlawan super di film fiksi.Dalam ilmu pengetahuan, membaca pikiran disebut sebagai akurasi empati yang menuntut Anda untuk bisa ‘membaca’ pikiran orang lain lewat kata-kata yang diucapkannya, emosi yang disiratkannya, serta bahasa tubuh yang ditunjukkannya.Percaya atau tidak, Anda dan banyak orang lainnya bisa membaca pikiran seseorang, terutama pasangan, keluarga, atau teman dekat. Sebaliknya, orang tanpa kepekaan sosial tidak akan bisa membaca pikiran Anda, sekalipun ia merupakan pasangan, keluarga, maupun teman dekat Anda sendiri.

Ini cara membaca pikiran orang, juga bisa temukan kebohongan

Untuk membaca pikiran orang lain, yang Anda butuhkan bukan kecerdasan otak, melainkan dengan mendengarkan hati dan insting Anda sendiri. Hal ini akan muncul ketika Anda memiliki kepekaan sensori, yaitu kemampuan diri untuk melihat sinyal non-verbal seseorang yang mungkin menandakan kesedihan, keraguan, kekesalan, kebohongan, dan sebagainya.
Perhatikan ekspresi wajah lawan bicara Anda
Anda tidak perlu punya kekuatan super untuk menguasai cara membaca pikiran orang demi mengetahui kebohongannya. Menurut ilmu psikologi, ada 7 hal yang dapat Anda coba, yaitu dengan:

1. Memperhatikan bahasa tubuh

Mulut bisa berbohong, tapi bahasa tubuh tidak. Bahasa tubuh yang biasa muncul ketika seseorang berbohong misalnya tangan yang gelisah, menyembunyikan tangan di bawah meja, maupun mengangkat bahu dan tidak berdiri tegak.

2. Memperhatikan ekspresi wajah

Saat seseorang berbohong, ekspresi wajahnya juga mungkin berubah, seperti lubang hidung melebar, bibir digigit, mata berkedip cepat, dahi berkeringat, pipi merona, pandangan mata tidak fokus, dan sebagainya.

3. Mengamati nada dan struktur kalimat

Ketika orang berbohong, nada dan irama ucapannya bisa berubah-ubah. Nada bicaranya bisa menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari biasanya, maupun berbicara lebih lambat atau lebih cepat dari seharusnya.Sementara itu dari struktur kalimat, orang yang tengah berbohong biasanya memberi deskripsi yang lebih rinci dari biasanya, termasuk informasi yang sangat spesifik karena otaknya sedang bekerja keras untuk menyusun detail yang tidak pernah terjadi di dunia nyata.

4. Memandang mulut dan mata

Cara membaca pikiran yang lain adalah dengan melihat mulut dan mata lawan bicara. Seseorang yang sedang berbohong mungkin menutup mulut atau matanya dengan tangan, atau tidak mampu memandang Anda sama sekali. Ini merupakan respons alamiah seseorang yang sedang menutupi kebohongan.

5. Mencermati hilangnya kata tertentu

Orang yang berbohong cenderung menghindari penggunaan kata “aku”, dan menjadikan dirinya sendiri sebagai orang ketiga, misalnya dengan menyebut “gadis ini” dan sebagainya untuk menghindari kecurigaan.

6. Mendengarkan jawaban lawan bicara

Jika bisa menjawab langsung pertanyaan anpa butuh waktu untuk berpikir, bisa jadi lawan bicara sedang berbohong. Ia telah mengantisipasi pertanyaan Anda dan telah menyiapkan jawaban yang akan mereka lontarkan agar Anda tidak curiga.

7. Mencurigai sumpah untuk meyakinkan Anda

Orang jujur tidak perlu meyakinkan Anda tentang kebenaran yang disampaikan. Namun, orang yang ingin dipercaya dengan kebohongannya akan berjuang mati-matian demi merebut keyakinan Anda.Meskipun demikian, cara membaca pikiran demi menemukan kebohongan ini tidak semudah biasanya. Lagi-lagi, pada akhirnya Anda harus mempercayai hati dan insting diri sendiri, terlebih bila telah lama mengenal orang tersebut dan memahami sifatnya.

Bagaimana sains menjelaskan cara membaca pikiran ini?

Cara kerja otak memungkinkan kita membaca pikiran orang lain
Menurut riset yang dilakukan oleh para peneliti dari Harvard Medical School, membaca pikiran bisa terjadi berkat kerja sistem saraf di otak, terutama bagian korteks cingulate anterior. Bagian otak ini bisa dibilang sebagai pusat kendali Anda ketika berinteraksi dengan orang lain.Ketika Anda mencoba berbagai cara membaca pikiran orang lain, bagian korteks ini bekerja intens untuk menerjemahkan sinyal yang ditunjukkan orang tersebut. Sebaliknya ketika bagian korteks ini rusak, Anda akan kesulitan berempati dengan orang lain, seperti yang dialami individu dengan gangguan spektrum autisme maupun gangguan kepribadian antisosial.
gangguan mentalkesehatan mentalmenjalin hubungan
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/basics/mind-reading
Diakses pada 26 Desember 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/wander-woman/201801/how-read-minds
Diakses pada 26 Desember 2020
Harvard. https://hms.harvard.edu/news/mind-reading-neurons
Diakses pada 26 Desember 2020
Psych Central. https://psychcentral.com/blog/7-ways-to-spot-a-lie
Diakses pada 26 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait