Cara Membaca Hasil Pap Smear untuk Deteksi Kanker Serviks


Hasil pap smear bisa keluar dalam bentuk negatif, positif, atau unclear. Jika negatif, tandanya tidak ada kelainan sel di serviks. Sementara itu hasil positif mengindikasikan kelainan sel. Hasil unclear menunjukkan perubahan sel tapi tidak terlalu jelas penyebabnya.

(0)
13 Mar 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Hasil pap smear tidak selalu menunjukkan kankerHasil pap smear adalah salah satu dari tiga, yaitu positif, negatif, atau unclear
Pap smear adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks atau kanker leher rahim. Hasil pap smear dapat mendeteksi sel kanker di area serviks. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sebagai prosedur rutin ataupun tes saat ada gejala kanker yang muncul.Pembacaan hasil pap smear dapat dilakukan oleh dokter yang merawat. Namun, tidak ada salahnya jika Anda mengetahui cara membacanya apabila ingin mengetahui lebih jauh soal pemeriksaan ini.

Cara membaca hasil pap smear

Hasil pap smear biasanya akan keluar 1-3 minggu setelah pemeriksaan. Hasil yang keluar bisa dibagi menjadi tiga kategori, negatif, unclear, atau positif.Hasil pap smear yang negatif menandakan bahwa tidak ada sel abnormal yang tumbuh di area serviks. Meski begitu, hasil yang positif belum tentu menunjukkan kanker. Saat hasil pemeriksaan pap smear Anda positif, dokter akan menindaklajutinya dengan melakukan tes lanjutan.Lebih jelas, berikut ini hasil pap smear yang mungkin keluar setelah pemeriksaan dilakukan.

1. Normal (Negatif)

Jika hasil pap smear negatif atau normal, maka itu artinya tidak ada perubahan sel mencurigakan yang terjadi di leher rahim. Hal ini adalah hasil yang baik, karena itu tandanya, Anda tidak mengidap penyakit tertentu pada serviks. Meski negatif, namun bukan berarti ke depannya Anda bisa aman dari gangguan di area tersebut.Karena itu, dokter menyarankan perempuan yang sudah menikah atau berusia 30-50 tahun untuk menjalani pap smear. Apabila hasil pap smear yang pernah dilakukan selalu normal, maka pasien disarankan untuk tetap rutin melakukannya setiap 3-5 tahun sekali.

2. Unclear (ASC-US)

Hasil pap smear juga bisa keluar sebagai unclear alias tidak terlalu jelas. Saat hasil ini yang keluar, itu tandanya sel di serviks terlihat seperti abnormal. Namun, bentuknya berbeda dari perubahan akibat infeksi HPV yang bisa jadi pemicu kanker serviks.Perubahan pada sel di leher rahim juga bisa disebabkan oleh kehamilan, infeksi lain, atau menopause. Oleh karena itu, saat hasil pap smear masih kurang jelas, dokter mungkin akan menginstruksikan Anda untuk menjalani pemeriksaan infeksi HPV lainnya.

3. Abnormal (Positif)

Sementara itu, jika hasil pap smear positif, itu tandanya ada sel abnormal yang tumbuh di serviks. Meski begitu, hasil positif tidak serta-merta menandakan kanker.Perubahan yang terjadi di sel-sel area serviks umumnya disebabkan oleh infeksi HPV, dan bisa bersifat minor (tingkat bawah) atau serius (tingkat atas).Pada perubahan sel minor, sebagian besarnya akan bisa sembuh sendiri dan kembali ke susunan sel yang normal. Namun perubahan serius, dapat berkembang menjadi kanker apabila tidak segera ditangani.Perubahan sel serius yang dapat berkembang ke arah kanker bisa juga disebut sebagai sel prakanker.Pap smear bisa saja langsung menemukan sel yang sudah berkembang menjadi kanker, namun hal ini jarang terjadi.

Setelah mendapatkan hasil pap smear positif, apa yang harus dilakukan?

Meski tidak semua hasil pap smear yang positif menunjukkan kanker, tapi Anda tetap perlu menjalani pemeriksaan lanjutan.Pemeriksaan yang diperlukan tiap orang bisa berbeda, tergantung dari kondisi kesehatan, usia, dan riwayat pengobatan yang pernah diterima.Setelah menimbang hal-hal tersebut, maka dokter akan memutuskan salah satu dari ketiga hal di bawah ini.

• Melanjutkan pemeriksaan rutin setiap satu atau tiga tahun sekali

Jika dokter merasa bahwa hasil pap smear yang positif belum terlalu parah atau masih minor, maka langkah selanjutnya yang akan dipilih bisa saja hanya berupa pemeriksaan pap test rutin setiap satu ataupun tiga tahun sekali.

• Menjalani colposcopy atau biopsi

Colposcopy dan biopsi biasanya dilakukan secara bersamaan. Colposcopy adalah prosedur untuk melihat sel abnormal di serviks secara langsung menggunakan alat colposcop.Alat yang dilengkapi dengan lampu dan kaca pembesar akan dimasukkan ke area vagina, sehingga dokter bisa melihat lebih jelas area yang abnormal.Setelah colposcopy dilakukan, dokter juga dapat melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan. Dokter akan mengambil jaringan sampel jaringan serviks yang dianggap abnormal menggunakan kuretase.Setelah itu, sampel jaringan tersebut akan diteliti di laboratiorium untuk diperiksa lebih lanjur di bawah mikroskop.

• Langsung menerima perawatan

Apabila hasil pap smear positif dan masuk ke dalam kategori yang serius, maka dokter bisa memilih untuk langsung memberikan perawatan untuk menghilangkan jaringan abnormal tersebut sebelum berkembang menjadi kanker.Pengambilan jaringan abnormal ini bisa dilakukan dengan beberapa metode, yaitu:
  • Cold knife conization: jaringan abnormal dihilangkan menggunakan pisau bedah berbentuk corong.
  • LEEP (loop electrosurgical excision procedure): pengangkatan jaringan abnormal dilakukan menggunakan kawat yang dialiri listrik dengan tekanan tertentu.
  • Cryotherapy: penghilangan jaringan abnormal dilakukan menggunakan metode pembekuan. Dokter akan membekukan jaringan tersebut menggunakan bahan khusus.
  • Terapi laser: penghancuran jaringan abnormal menggunakan tenaga laser spektrum kecil.
Menanti dan mengetahui hasil pap smear dapat membuat resah dan cemas. Anda bisa berkonsultasi lebih banyak pada dokter setelah maupun sebelum medapatkan hasil agar bisa mengetahui lebih jelas langkah-langkah yang perlu diambil.Untuk berdiskusi lebih lanjut, silakah tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gejala kankerkankerkanker serviks
Healthline. https://www.healthline.com/health/pap-smear
Diakses pada 1 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/311995
Diakses pada 1 Maret 2021
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/types/cervical/understanding-abnormal-hpv-and-pap-test-results
Diakses pada 1 Maret 2021
CDC. https://www.cdc.gov/cancer/cervical/basic_info/test-results.htm
Diakses pada 1 Maret 2021
Kementerian Kesehatan RI. http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/backup/PNPKServiks.pdf
Diakses pada 1 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait