logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Sex & Relationship

Cara Membaca Bahasa Tubuh dan Ekspresi Wajah

open-summary

Fungsi body language menjembatani apa yang sedang dirasakan seseorang meski tidak disampaikan secara langsung. Ini bisa mempermudah komunikasi dengan orang lain. Di sisi lain, mustahil menutupi apa yang dirasakan ketika bahasa tubuh sudah berbicara.


close-summary

24 Nov 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Cara membaca bahasa tubuh untuk komunikasi yang lebih baik.

Kemampuan membaca bahasa tubuh orang lain akan membuat komunikasi Anda lebih baik

Table of Content

  • Cara membaca bahasa tubuh
  • Catatan dari SehatQ

Mulut bisa saja berdusta, tapi bahasa tubuh tak bisa berbohong. Ini adalah sinyal non-verbal yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Termasuk di dalamnya adalah ekspresi wajah yang menunjukkan emosi apa yang tengah dirasakan.

Advertisement

Adanya body language menjembatani apa yang sedang dirasakan seseorang meski tidak disampaikan secara langsung. Ini bisa mempermudah komunikasi dengan orang lain. Di sisi lain, mustahil menutupi apa yang dirasakan ketika bahasa tubuh sudah berbicara.

Cara membaca bahasa tubuh

Menariknya, body language justru lebih dominan perannya ketimbang komunikasi verbal. Dalam studi komunikasi nonverbal dalam psikologi, bahasa tubuh seperti ekspresi wajah bahkan memegang porsi hingga 65%.

Beberapa jenis emosi yang bisa tergambar lewat ekspresi wajah di antaranya:

  • Kebahagiaan
  • Kesedihan
  • Marah
  • Terkejut
  • Muak
  • Ketakutan
  • Kebingungan
  • Antusiasme
  • Hasrat
  • Penghinaan

Sebuah studi menemukan bahwa ekspresi wajah paling tidak bisa dibuat-buat adalah alis naik dan senyum tipis. Ini menandakan kepercayaan diri sekaligus rasa bersahabat dengan orang lain.

Lebih jauh lagi, berikut ini cara membaca ekspresi wajah secara spesifik:

1. Mata

no caption
Mata melotot dengan gestur tangan menutup wajah menandakan ketakutan

Kerap disebut jendela jiwa seseorang, mata bisa mengungkapkan apa yang tengah dirasakan atau dipikirkan. Penting untuk berkomunikasi sembari melihat bagaimana gerakan atau sorot mata lawan bicara.

Beberapa hal yang mungkin dapat menjadi acuan adalah:

  • Sorot mata

Ketika seseorang melihat langsung ke mata lawan bicara saat berkomunikasi, itu berarti memberi perhatian dan tertarik. Namun, kontak mata terus menerus bisa terasa mengancam.

Di sisi lain, terus menerus mengalihkan pandangan bisa mengindikasikan seseorang tidak fokus, tidak nyaman, atau berupaya menyembunyikan apa yang tengah dirasakannya.

  • Berkedip

Meski alami, frekuensi berkedip juga mengindikasikan perasaan seseorang. Jarang berkedip bisa dilakukan dengan sengaja. Sebagai contoh pemain poker yang sengaja jarang berkedip agar terlihat kurang antusias dengan kartu yang dimilikinya.

  • Ukuran pupil

Selain faktor cahaya, emosi juga dapat berpengaruh terhadap ukuran pupil seseorang. Ketika tertarik pada lawan bicara, pupil akan membesar. Bahkan ada istilah bedroom eyes, sorot mata ketika seseorang merasa bergairah melihat orang lain.

2. Mulut

bibir
Kombinasi bentuk mulut dan gestur tangan

Gerakan mulut juga bagian penting dari bahasa tubuh manusia. Salah satu bahasa tubuh terkuat adalah senyum. Namun, senyuman ini bisa berarti tulus, sarkasme, bahkan bermakna lain.

Jika ingin membaca apa arti gerakan mulut seseorang, berikut penjelasannya:

  • Mulut mengerucut mengindikasikan ketidaksetujuan, tidak percaya, atau rasa tidak suka
  • Menggigit bibir berarti rasa khawatir, cemas, atau stres
  • Menutup mulut bisa berarti menyembunyikan reaksi emosional seperti menyeringai
  • Posisi mulut naik bisa berarti antusiasme, sementara posisi mulut turun berarti kesedihan atau rasa tidak suka

3. Gestur

marah
Gestur tubuh dan raut wajah saat marah

Gerak tubuh atau gestur adalah bentuk bahasa tubuh yang paling jelas. Bahkan, ini termasuk bahasa nonverbal yang paling mudah dipahami. Beberapa contoh gerak tubuh yang kerap muncul adalah:

  • Rahang mengeras mengindikasikan rasa marah atau solidaritas
  • Jempol ke atas dan ke bawah berarti setuju dan tidak
  • Melingkarkan ibu jari dan telunjuk dan mengangkat ketiga jari lainnya berarti “okay
  • V-sign kerap berarti peace

4. Posisi tangan dan kaki

melipat tangan
Melipat tangan menunjukkan sifat defensif

Gerakan tangan dan kaki juga bisa mengindikasikan informasi nonverbal. Melipat tangan di depan dada bisa berarti sikap defensif. Selain itu, menyilangkan kaki menjauh dari lawan bicara juga bisa berarti rasa tidak nyaman atau tidak suka.

Sinyal lain adalah meletakkan kedua tangan di pinggang, bisa berarti sinyal lebih memiliki kendali, agresif, atau marah. Selain itu, beberapa sinyal lain adalah:

  • Menggenggam tangan di belakang tubuh mengindikasikan rasa bosan, cemas, dan marah
  • Terus menerus mengetukkan jari berarti seseorang merasa tak sabar, bosan, atau frustrasi
  • Kaki menyilang berarti seseorang menutup diri atau butuh privasi

5. Postur tubuh

Bagaimana postur tubuh seseorang juga merupakan bahasa tubuh. Contohnya duduk tegak berarti fokus pada apa yang tengah terjadi. Di sisi lain, duduk membungkuk bisa berarti seseorang merasa bosan.

Lebih jauh lagi, postur tubuh terbuka berarti rasa ramah, berkenan, dan juga siap berkomunikasi dengan orang lain. Sebaliknya, postur tubuh menutup diri berarti rasa cemas dan bermusuhan.

6. Jarak dengan orang lain

Jarak antara seseorang dengan lawan bicaranya juga bisa mengindikasikan sikap terbuka dan tidak. Semakin nyaman seseorang dengan lawannya berkomunikasi, personal space jadi lebih dekat.

Kategorinya adalah:

  • Intimate distance (15-42 cm) berarti hubungan lebih dekat dan nyaman dari kedua belah pihak, bisa terjadi saat berpelukan, berbisik, dan juga saling sentuh
  • Personal distance (42-121 cm) adalah jarak yang umum terjadi antara anggota keluarga dan teman dekat, mereka bisa berinteraksi dengan nyaman
  • Social distance (121-365 cm) jarak antarindividu yang saling kenal seperti rekan kerja dan cukup sering berinteraksi
  • Public distance (365-762 cm) adalah jarak yang biasa digunakan saat public speaking seperti presentasi

Baca Juga

  • 7 Cara Menolak Cinta dengan Halus agar Tidak Menyakiti Perasaan Orang Lain
  • 5 Cara Membedakan Daging Sapi dan Kambing dengan Tepat
  • 15 Makanan yang Mengandung Prebiotik untuk Jaga Kesehatan Pencernaan

Catatan dari SehatQ

Pentingnya membaca bahasa tubuh sangat penting. Namun sebaiknya jangan hanya fokus pada ekspresinya saja. Lihat konteksnya secara keseluruhan agar tidak sampai salah persepsi.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang emosi dasar manusia serta pengaruhnya bagi kesehatan mental, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kesehatan mentalhidup sehatmenjalin hubungan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved