Cara Memancungkan Hidung dengan Mencubit, Mitos Atau Fakta?

Cara memancungkan hidung dengan mencubitnya belum terbukti secara ilmiah
Mencubit hidung bukanlah cara tepat untuk memancungkan hidung

Memiliki bentuk hidung mancung menjadi dambaan bagi hampir semua wanita. Pasalnya, hidung mancung bisa menambah derajat kecantikan dan meningkatkan rasa percaya diri

Sebagian orang yang merasa kecewa dengan bentuk hidungnya bahkan rela melakukan segala cara memancungkan hidung. Mulai dari cara alami hingga operasi plastik.

Salah satu cara memancungkan hidung alami yang berkembang di masyarakat adalah dengan mencubitnya. Benarkah langkah ini membuahkan hasil?

Klaim cara memancungkan hidung dengan cara mencubitnya

Hidung merupakan salah satu organ pada wajah yang memiliki peran penting bagi manusia, dari bernapas hingga mencium aroma. Hidung sudah terbentuk sejak awal perkembangan janin, bahkan akan terus berkembang setelah bayi lahir ke dunia. 

Ketika lahir, hidung bayi mungkin akan berbentuk pesek. Bentuk hidung ini umumnya akan berlangsung sementara, yakni sekitar beberapa minggu atau bulan. Selanjutnya, hidung dapat tumbuh dan berubah bentuk. 

Keseluruhan proses pembentukan tulang hidung akan berakhir pada usia 10 tahun. Kemudian, ukuran hidung akan terus berkembang secara perlahan seiring bertambahnya usia seseorang. 

Pada wanita, perkembangan hidung akan berhenti pada usia 15-17 tahun. Sementara pada pria, perkembangan hidung akan berhenti pada usia 17-19 tahun. 

Banyak orangtua yang percaya bahwa mencubit batang hidung buah hatinya sebagai salah satu cara memancungkan hidung. Lantas, benarkah mencubit hidung dapat membuat hidung mancung?

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang membenarkan bahwa tindakan mencubit dan memijat merupakan cara memancungkan hidung alami, termasuk pada bayi. 

Alih-alih mendapatkan hidung yang mancung, tindakan tersebut justru dapat menimbulkan cedera. Apalagi jika mencubit hidung dilakukan berulang kali dan terlalu keras. 

Cara memancungkan hidung tanpa operasi

Dewasa ini, teknik merias wajah sudah berkembang luas. Berbagai peralatan dan produk makeup bisa Anda manfaatkan untuk menciptakan kontur pada hidung agar tampak lebih mancung. Begini caranya:

  • Aplikasikan makeup yang berwarna lebih gelap dari kulit asli Anda di kedua sisi hidung, dari bagian pangkal hingga cuping hidung. Hal ini dikenal sebagai proses shading di dunia make up.
  • Aplikasikan makeup berwarna lebih terang dari kulit asli anda pada bagian atas hidung.
  • Kemudian gunakan busa khusus riasan (makeup blender) untuk mengatur gradasi kedua warna tersebut agar membentuk kontur pada hidung Anda.

Untuk mendapatkan gradasi yang pas supaya hidung tampak mancung, memang butuh latihan dan riasan yang pas. Bila dilakukan dengan tepat, kontur riasan bisa diandalkan sebagai cara memancungkan hidung yang efektif.

Ketahui cara memancungkan hidung lewat prosedur medis

Jika Anda termasuk salah satu orang yang merasa tidak percaya diri dengan bentuk hidung yang dimiliki dan tidak mau repot-repot selalu memakai riasan, Anda sebaiknya mempelajari cara memancungkan hidung melalui prosedur medis.

Bukan dengan mencubit hidung, cara memancungkan hidung bisa dilakukan dengan pilihan prosedur medis berikut ini: 

1. Suntik filler

Suntik filler adalah salah satu cara memancungkan hidung yang bisa Anda lakukan. Namun hasilnya bersifat sementara, yaitu selama maksimal enam bulan.

Prosedur yang juga disebut dermal filler ini sejatinya bertujuan memperbaiki atau mengoreksi area tertentu pada wajah. Mulai dari menyamarkan kerutan dan garis halus di wajah, meratakan tekstur kulit, menghilangkan bekas luka, hingga membuat bagian wajah tampak lebih dan berisi. 

Dermal filler dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan khusus ke jaringan lunak yang ada di bawah permukaan kulit hidung. Jenis cairannya bisa berupa asam hialuronat, kolagen, atau zat sintetis lainnya. Dengan ini, tampilan hidung akan tampak lebih mancung dan bervolume.

Umumnya, dokter membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk melakukan prosedur ini. Setelah menjalani suntik filler, kulit hidung Anda mungkin akan mengalami kemerahan dan pembengkakan.

Namun Anda tak perlu khawatir karena kemerahan dan bengkak tergolong normal. Efek samping ini biasanya akan mereda setelah beberapa jam. 

2. Operasi hidung atau rhinoplasty

Jika siap untuk mengeluarkan biaya lebih banyak, Anda bisa melakukan operasi hidung. Dalam dunia medis, operasi ini dikenal dengan istilah rhinoplasty.

Rhinoplasty adalah prosedur kecantikan yang bertujuan memperbaiki bentuk dan ukuran hidung, termasuk memancungkan hidung. 

Cara memancungkan hidung dengan operasi ini biasanya memakan waktu beberapa jam. Dokter bedah plastik akan memberikan bius total sebelum Anda menjalani rhinoplasty.

Sama seperti prosedur medis lainnya, rhinoplasty juga memiliki risiko efek samping ringan hingga berat. Beberapa risiko efek samping rhinoplasty meliputi:

  • Bekas luka sayatan pada hidung.
  • Nyeri, bengkak, hingga memar di area hidung.
  • Hidung mengalami mati rasa atau kebas.
  • Kesulitan untuk bernapas.
  • Hidung tampak tidak proporsional.

Pada kasus tertentu, Anda mungkin mengalami perdarahan berlebih setelah melakukan operasi hidung. Bahkan, bukan tak mungkin operasi lanjutan diperlukan apabila Anda mengalami masalah pada fungsi hidung atau tampilan hidung yang semakin tidak proporsional.

Tidak hanya untuk alasan estetika, operasi hidung juga dapat dilakukan untuk memperbaiki bentuk hidung yang tidak normal akibat cacat bawaan atau kecelakaan.

Cara memancungkan hidung dengan makeup maupun prosedur medis bisa Anda pertimbangkan berdasarkan kondisi kesehatan dan keuangan Anda. Untuk lebih amannya, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

Dokter akan membantu Anda dalam menentukan langkah terbaik untuk memperbaiki bentuk hidung Anda. Dengan ini, cara memancungkan hidung yang Anda pilih pun tidak akan menyisakan penyesalan di kemudian hari.

American Board Cosmetic Surgery. https://www.americanboardcosmeticsurgery.org/procedure-learning-center/face/rhinoplasty-guide/.
Diakses pada 3 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320510.php
Diakses pada 3 Oktober 2019

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/blog/dermal-fillers-the-good-the-bad-and-the-dangerous-2019071517234
Diakses pada 3 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/rhinoplasty/about/pac-20384532
Diakses pada 2 Oktober 2019

Baby Center. https://www.babycenter.in/x1049744/will-pinching-my-babys-nose-make-it-pointed
Diakses pada 2 Oktober 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/ear-nose-throat-pictures/11-odd-facts-about-your-nose.aspx
Diakses pada 2 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-make-your-nose-smaller#1
Diakses pada 2 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed