Bagaikan Dihantui? Coba 6 Cara Melupakan Pengalaman Buruk


Mirip dengan kesulitan yang dihadapi perempuan penyintas kekerasan, melupakan pengalaman buruk juga bukan perkara mudah. Tapi tenang, Anda tidak sendiri. Bagi sebagian orang, hal ini bisa berakhir dengan sendirinya. Namun akan lain halnya bagi mereka yang memiliki gangguan kecemasan sosial.

0,0
06 Oct 2021|Azelia Trifiana
Pengalaman buruk bisa terus menghantuiPengalaman buruk bisa terus menghantui
Mirip dengan kesulitan yang dihadapi perempuan penyintas kekerasan, melupakan pengalaman buruk juga bukan perkara mudah. Tapi tenang, Anda tidak sendiri. Bagi sebagian orang, hal ini bisa berakhir dengan sendirinya. Namun akan lain halnya bagi mereka yang memiliki gangguan kecemasan sosial.Sebagai tambahan, kenangan atau pengalaman di masa lampau bisa muncul jika ada pemicunya. Apabila sudah sangat parah dan terus-menerus menghantui hingga menghambat aktivitas, sebaiknya konsultasikan pada ahlinya.

Cara melupakan pengalaman buruk

Meski tidak mudah, ada beberapa hal yang bisa dicoba sebagai cara melupakan pengalaman buruk. Berikut di antaranya:

1. Identifikasi pemicunya

Mungkin terasa sulit pada awalnya karena begitu besar keinginan untuk menghapus pengalaman buruk. Namun, sebaiknya cari tahu apa pemicunya di masa kini.Beberapa kenangan hanya dipicu hal tertentu seperti gambar atau aroma tertentu. Namun ada pula kenangan yang sangat mudah teringat kembali karena berbagai hal yang ada di sekitar.Oleh sebab itu, coba identifikasi pemicunya untuk membantu mengendalikan situasi. Ketika sudah sadar apa yang jadi pemicu, maka hal negatif terkait itu bisa ditekan. Setelah terbiasa, proses ini akan jadi kian mudah.Anda juga bisa mengubah asosiasi pengalaman buruk itu dengan pengalaman yang aman atau positif. Jadi, akan terbentuk relasi baru antara pemicu dan kenangan yang kurang mengenakkan.

2. Bicara pada ahlinya

Bukannya mengubur rapat-rapat yang justru bisa muncul sewaktu-waktu, sebaiknya bicarakan pengalaman buruk ini pada ahlinya. Tunggu ketika emosi mulai mereda dan secara aktif ingat-ingat pengalaman buruk itu di bawah supervisi terapis.Bahkan, terapis menyarankan untuk berbicara detail tentang pengalaman buruk itu setidaknya sekali atau dua kali per minggu. Selain berbicara, bisa juga dengan menulis kemudian membacanya pada sesi terapi.Memaksa otak untuk mengulang pengalaman buruk akan membuat trauma emosinya berkurang. Memang tidak akan terhapus sepenuhnya. Namun ketika diingat kembali, rasa sakit dan emosinya tak seintens dulu.

3. Menghapus memori

Pada dasarnya, cara melupakan pengalaman buruk ini berarti dengan sengaja menghapus kenangan buruk ketika mulai muncul. Setelah dilakukan selama beberapa minggu atau beberapa bulan, otak akan terlatih untuk tidak mengingatnya.Ini adalah cara untuk melemahkan koneksi saraf pada kenangan tertentu. Dalam hal ini, fungsi otak yang lebih rumit dilibatkan yaitu secara sadar menginterupsi proses mengingat kembali.

4. Terapi paparan

Merupakan jenis terapi perilaku yang banyak diberikan kepada orang dengan post traumatic stress disorder atau PTSD. Bersama terapis, kenangan traumatis akan dipanggil kembali sehingga perlahan terlatih untuk menghadapinya.Bahkan, terapi ini bisa juga meliputi mendatangi tempat yang memicu trauma. Tentu saja, semua proses dilakukan bersama dengan supervisi profesional yang paham prosedurnya.

5. Menulis jurnal

menulis jurnal
Tuliskan pengalaman positif pada jurnal
Bagi yang kerap teringat pengalaman buruk secara tiba-tiba, mungkin cara yang satu ini bisa membantu. Coba tulis jurnal yang berisi pengalaman positif atau menyenangkan setiap kali pengalaman buruk itu muncul. Dengan demikian, bisa menyeimbangkan emosi agar tidak menyebabkan kewalahan.

6. Berlatih mindful

Ada banyak sekali manfaat dari berlatih mindful atau menjalani proses saat ini. Salah satunya dapat mengalihkan kenangan akan pengalaman buruk. Jadi, bukannya tenggelam dalam pengalaman buruk, Anda bisa mengalihkan perhatian ke hal yang ada di depan mata.Terpenting dari semuanya, jangan pernah menggunakan strategi negatif untuk melupakan pengalaman buruk. Contohnya dengan mengonsumsi alkohol berlebihan atau mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Mengapa pengalaman buruk teringat jelas?

Pada banyak orang, pengalaman buruk atau traumatis bisa terekam begitu jelas. Padahal, tidak ada yang menginginkannya. Ternyata ada alasan mengapa pengalaman buruk justru lebih jelas di ingatan ketimbang pengalaman menyenangkan.Berdasarkan pemetaan otak, proses mengingat pengalaman buruk melibatkan bagian otak yang juga berkaitan dengan emosi. Utamanya, amigdala dan orbitofrontal cortex.Alasannya adalah karena ada interaksi antara emosi dan daya ingat terutama jika keduanya merupakan hal negatif. Makin kuat emosi yang melekat pada kenangan tertentu, detailnya pun akan kian jelas.

Catatan dari SehatQ

Tentu saja melupakan pengalaman buruk tidak semudah melupakan di mana meletakkan remote televisi. Ada proses yang harus dihadapi secara konsisten dan caranya pun berbeda-beda.Ada yang menggandeng terapis untuk mengingat hal traumatis secara detail hingga emosi bisa terbiasa dan mereda. Ada pula yang berusaha menghapus memori itu dan menggantinya dengan hal baru.Semua sah, semua valid. Asalkan tidak melampiaskan pada hal-hal negatif seperti alkohol dan obat-obatan terlarang.Untuk berdiskusi seputar kapan sudah saatnya berbicara dengan terapis proses melupakan pengalaman buruk, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalgangguan kecemasan
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/how-to-forget-a-bad-memory-4153100
Diakses pada 22 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-forget-something
Diakses pada 22 September 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/251655
Diakses pada 22 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait