logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Cara Melupakan Masa Lalu untuk Mengobati Luka Hati yang Menganga

open-summary

Beberapa orang memang sulit untuk pulih dari kesedihan dan kejadian yang sudah lama berlalu. Ada beberapa cara melupakan masa lalu, agar kita bisa lebih mampu menikmati masa-masa saat ini.


close-summary

3.08

(91)

19 Feb 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Cara melupakan masa lalu penting dilakukan agar kita bisa menikmati momen saat ini

Berdamai dengan masa lalu membantu kita bisa menikmati momen-momen saat ini

Table of Content

  • Cara melupakan masa lalu dan berdamai dengan momen tersebut
  • Catatan dari SehatQ

Menjadi manusia sejatinya membuat kita bisa merasakan luka dan kesedihan, yang mungkin berasal dari momen pahit di masa lalu. Tak sedikit dari kita yang sulit melepaskan jerat tersebut sehingga membuat kita memang membutuhkan cara melupakan masa lalu.

Advertisement

Apakah Anda termasuk yang sulit pulih dan masih terjebak di momen yang sudah lama terjadi? Bersama-sama, kita kupas tips dan cara berdamai dengan masa lalu di artikel ini.

Cara melupakan masa lalu dan berdamai dengan momen tersebut

Berdamai dengan momen pahit di waktu sebelumnya seringkali membutuhkan waktu dan usaha yang tak mudah. Namun yakinlah, cara melupakan masa lalu berikut ini bisa kita lakukan:

1. Ciptakan mantra dan afirmasi untuk diri

Cara kita berbicara dengan diri sendiri sejatinya dapat membantu kita melangkah ke depan, atau malah sebaliknya membuat tetap terjebak di masa lalu. Terlebih lagi, menyampaikan mantra untuk diri sendiri dapat membentuk kerangka pikiran kita seiring waktu.

Tulisan let it go untuk melupakan masa lalu
Yakinkan diri Anda bahwa kejadian buruk di masa lalu membuat Anda menemukan jalan baru

Sebagai awalan, jika Anda hendak mengatakan, “Aku tak percaya hal buruk itu terjadi padaku!”. Anda bisa mengubahnya dengan, “Sebenarnya, aku beruntung aku bisa menemukan jalan hidup baru dalam hidupku”.

2. Jauhi penyebab kesedihan

Beberapa rekan Anda mungkin sering menyarankan agar kita tak seharusnya menjauh dari individu atau situasi yang menimbulkan kesedihan di masa lalu.

Walau begitu, ahli menyebutkan bahwa sebenarnya tak apa jika kita ingin menciptakan jarak dengan orang dan situasi tersebut. Sebab, membuat jarak sebenarnya membuat kita tak perlu memikirkan trigger atau pemicu dari kejadian masa lalu tersebut yang dapat membuat kita sedih.

3. Coba praktikkan meditasi mindfulness

Meditasi mindfulness adalah meditasi yang bertujuan untuk membuat kita merasakan dan meresapi hal-hal yang terjadi saat ini. Semakin kita terlatih untuk memfokuskan diri di masa sekarang ini, semakin kecil efek dari masa lalu (dan masa mendatang) pada diri kita.

Luka dan duka juga diharapkan tak terlalu merantai hati, sehingga kita mampu lebih bebas untuk melakukan hal positif lain dalam hidup.

Ada beberapa cara melakukan meditasi mindfulness, salah satunya yakni dengan meditasi berjalan. Meditasi berjalan dapat dilakukan di tempat yang tenang. Kemudian, kita bisa melangkah ke depan dengan pelan-pelan.

Fokuskan diri pada pengalaman personal saat Anda berjalan, serta resapi sensasi saat berdiri dan melangkah. Ketika Anda sudah sampai di titik ujung, balikkan badan dan kembali berjalan dengan perlahan ke titik awal.

4. Jangan halau emosi negatif yang muncul

Kita memang cenderung khawatir bahwa kehadiran emosi seperti amarah, rasa sedih, dan rasa kecewa, hanya akan membuat situasi semakin buruk dan membuat kita sulit melupakan masa lalu. Namun, hal yang mesti diingat adalah emosi yang Anda Anda rasakan merupakan hal yang valid.

Cobalah untuk berteman baik dengan emosi-emosi tersebut dan membiarkannya masuk ke relung hati Anda. Seiring berjalannya waktu, perasaan demikian diharapkan akan mengalir keluar dan bisa hilang dengan sendirinya. Menghalau emosi ‘negatif’ sebenarnya hanya akan membuat kita terus terjebak dalam momen pahit di masa lalu.

5. Terima fakta bahwa memang ada orang yang tak mau meminta maaf

Beberapa kejadian pahit di masa lalu bisa disebabkan oleh individu tertentu. Misalnya, mantan suami atau istri yang ketahuan berselingkuh maupun sahabat yang berkhianat. Namun ingatlah, menunggu orang bersangkutan meminta maaf sebenarnya memperlambat pemulihan perasaan Anda.

Cobalah untuk membantu hati Anda untuk segera pulih dengan menerima kenyataan bahwa orang yang menyakiti Anda, bagaimanapun, tidak akan meminta maaf.

6. Lakukan self-care

Saat kita disakiti dan mengalami momen yang buruk, mungkin satu-satunya perasaan yang kita alami adalah luka dari momen tersebut. Walau begitu, kita tetap perlu melakukan intervensi diri dengan mencari kegiatan untuk merawat dan menyayangi diri Anda (self-care).

Self-care dapat dilakukan misalnya dengan rutin mengonsumsi makanan sehat, tidur yang cukup, dan berolahraga. Lakukan pula kegiatan self-care yang sekiranya meningkatkan mood Anda, seperti memesan jasa pijat, menonton film di bioskop, dan membaca buku.

7. Jangan isolasi diri

Mengambil waktu me-time dan bergumul dengan duka sendiri memang kadang diperlukan. Walau begitu, jangan sampai hal tersebut membuat kita mengisolasi diri dan berlarut-larut, karena bagaimanapun kita mungkin memerlukan perhatian dari orang lain agar bisa melupakan masa lalu.

Berkumpul dengan teman untuk melupakan masa lalu
Hubungi sahabat dan orang terdekat untuk mengusir rasa sedih Anda

Biarkan diri Anda dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi Anda dan izinkan mereka untuk membantu mengikis sedikit rasa sedih Anda.

8. Cari bantuan profesional

Apabila tips di atas tak bisa mengikis duka dan luka Anda, Anda disarankan untuk menemui psikolog atau konselor. Kadang, menerapkan tips ini memang sulit jika dilakukan sendiri. Anda bisa mendapatkan arahan dari konselor, yang juga dapat menjadi teman bicara Anda.

9. Maafkan diri sendiri

Memaafkan diri sendiri sangatlah penting dalam proses penyembuhan diri. Dengan memaafkan diri sendiri, Anda berpeluang melepaskan rasa marah, bersalah, malu, atau kesedihan. Dengan begitu, Anda bisa melupakan masa lalu dan fokus dengan apa yang Anda punya sekarang.

Baca Juga

  • Terapi Holistik, Paket Lengkap Pengusir Stres yang Bisa Dilakukan Kapan Saja
  • Survivor Guilt Picu Rasa Bersalah karena Selamat dari Tragedi, Ini Cara Mengatasinya
  • Ini Dia Ciri-ciri Kepribadian Ekstrovert, Apa Anda Memilikinya?

Catatan dari SehatQ

Melupakan dan berdamai dengan masa lalu memang seringkali sulit pada praktiknya. Diperlukan kesadaran penuh bahwa kita memang ingin melepaskan jerat tersebut.

Walau begitu, melupakan masa lalu bukannya tak mungkin dilakukan. Pada intinya, sayangilah diri sendiri agar bisa meresapi momen saat ini dan melangkah menuju hari selanjutnya.

Advertisement

kesehatan mentalkesepian

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved