4 Cara Melakukan Lucid Dream, Kenali Juga Risikonya


Cara mendapatkan lucid dream bisa dengan mulai mencatat jurnal hingga reality testing. Namun lucid dream juga berisiko menimbulkan mimpi buruk.

0,0
18 Jun 2021|Azelia Trifiana
Lucid dream adalah mimpi yang dilakukan secara sadarLucid dream adalah mimpi yang dilakukan secara sadar
Biasanya ketika sedang bermimpi, seseorang tidak menyadarinya. Namun berbeda dengan lucid dream yaitu bermimpi secara sadar, bahkan bisa mengendalikan jalan ceritanya. Cara melakukan lucid dream bisa beragam, mulai dari mengupayakan tahapan tidur REM hingga mencatat jurnal.Namun terlepas dari manfaatnya untuk kesehatan mental, perhatikan pula efek samping dari lucid dream. Sangat mungkin ada risiko jangka panjang mengalami masalah tidur hingga depresi.

Cara mendapatkan lucid dream

Sama seperti mimpi lain, fase lucid dream paling sering terjadi ketika berada di tahapan tidur rapid eye movement atau REM. Karakteristik utama dari mimpi ini adalah meskipun ada hal janggal sekalipun terjadi dalam mimpi, rasanya begitu nyata.Bahkan, orang yang sedang bermimpi tahu bahwa yang tengah dialaminya bukan realita. Mereka bisa memegang kendali tentang apa yang terjadi. Emosi yang dirasakan pun begitu intens.Lalu, adakah strategi cara mendapatkan lucid dream?

1. Tingkatkan fase REM

Mengingat lucid dream terjadi di fase REM, maka sebisa mungkin tingkatkan kualitas tidur agar bisa berada di tahapan ini. Dalam fase REM, mata akan bergerak lebih cepat, otot di sekujur tubuh tidak bergerak, dan tendensi mengalami mimpi lebih besar.Untuk bisa mengalami fase ini, optimalkan sleep hygiene dengan tidur teratur, menghindari akses alat elektronik sebelum tidur, tidak makan terlalu berat, hindari konsumsi kafein jelang tidur, serta buat suasana kamar tidur senyaman mungkin.

2. Catat jurnal

Selain itu, beberapa orang juga mengakui cara melakukan lucid dream adalah dengan mencatat siklus tidur setiap harinya. Buat jurnal atau dream diary sehingga kemungkinan mengalaminya lebih besar. Dengan cara ini, Anda juga bisa semakin menyadari pengalaman ini ketika terjadi.

3. Mnemonic induction of lucid dreams

Disebut juga dengan MILD, teknik ini dilakukan dengan meyakinkan diri sendiri bahwa Anda akan bermimpi dan sadar akan mimpi itu. Teknik ini bergantung pada mekanisme memori prospektif atau kemampuan untuk mengingat kejadian di masa depan. Secara tidak langsung, ini juga mengaktifkan situasi lucid dream.Teknik MILD paling efektif dilakukan saat seseorang terjaga di tengah malam sekitar 30-120 menit, sebelum kemudian kembali terlelap. Artinya, metode ini dengan sengaja dilakukan dengan menginterupsi durasi tidur seseorang.

4. Reality testing

Aktivitas reality testing dilakukan saat bangun dan terlelap untuk tahu apakah sedang bermimpi atau tidak. Bentuknya bisa apa saja. Contohnya dengan menekan jari ke dinding untuk mengetahui apakah sedang bermimpi. Jika tidak bermimpi, tentu jari akan terhenti saat sudah menekan tembok.Namun lain halnya dengan saat bermimpi. Jari Anda bisa saja menembus tembok itu. Membiasakan diri melakukan reality testing saat sedang terjaga akan membuat Anda terbiasa menerapkannya saat sedang tidur.

Adakah risikonya?

Banyak yang sengaja melakukan lucid dreaming karena dunia di sekitar akan terasa begitu fantastis. Pengalaman sensori dan juga emosional pun jadi luar biasa. Banyak pula manfaatnya mulai dari meningkatkan kreativitas, lebih jarang mimpi buruk, hingga mengurangi kecemasan berlebih.Namun di sisi lain, ada beberapa bukti bahwa lucid dream memiliki sisi negatif. Berikut ini beberapa hal yang perlu diingat:
  • Dampak buruk terhadap kesehatan mental

Mungkin saja, ada koneksi negatif antara lucid dream dengan kondisi mental seseorang. Dalam sebuah studi pada tahun 2018 lalu, orang yang mengalami lucid dream secara intens juga merasakan gejala gangguan mental.Selain itu, teknik yang digunakan untuk merangsang terjadinya mimpi nyata ini juga berisiko dalam jangka panjang. Mulai dari menyebabkan gangguan tidur, depresi, hingga gangguan identigas disosiatif.
  • Tidur terganggu

Mengingat mimpi yang satu ini bisa terasa nyata dan emosional, ada potensi mengganggu tidur Anda. bahkan, Beberapa metode untuk memancing lucid dream seperti teknik MILD memang sengaja dilakukan dengan cara memberikan interupsi pada waktu tidur.Lebih detail lagi, cara mendapatkan lucid dream semacam ini bisa mengurangi durasi dan kualitas tidur. Apabila terjadi terus menerus, kualitas tidur buruk ini bisa berdampak negatif pada kesehatan mental seseorang.
  • Rentan mengalami mimpi buruk

Bagaikan dua sisi mata uang, ada pula kemungkinan seseorang lebih rentan mengalami mimpi buruk ketika berada di fase lucid dream. Terlebih, emosi yang terasa dalam mimpi ini sangatlah intens. Mimpinya pun terasa begitu nyata.
  • Pengaruh pada kepribadian

Dalam studi dari University of Wales Swansea di Inggris, karakteristik orang yang bisa bermimpi lucid adalah memiliki pusat kendali cukup tinggi. Ketika dinilai berdasarkan aspek kognitif dan kreativitas, skornya pun lebih tinggi. Selain itu, ada pula keterkaitan antara mimpi nyata ini dengan keterbukaan seseorang akan pengalaman baru.

Catatan dari SehatQ

Memang sangat mungkin sengaja melakukan beberapa hal demi bisa mendapatkan lucid dream. Namun, baik diprogram secara sengaja maupun tidak, ingat bahwa ada sisi positif dan negatif dari mimpi ini.Konsep seputar mimpi nyata ini masih cukup sulit dipelajari. Terlebih mengingat tidak banyak orang yang mengalaminya, masih sulit meneliti kondisi ini secara spesifik di laboratorium.Namun, tidak menutup kemungkinan penelitian akan terus mengungkap hal menarik seputar fenomena ini. Apabila Anda memutuskan mencoba cara melakukan lucid dream, pastikan sudah memperhitungkan pula risikonya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar pengaruh kualitas tidur terhadap kesehatan fisik dan mental, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
masalah tidurmimpi burukmimpi
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-a-lucid-dream-5077887
Diakses pada 5 Juni 2021
Personality and Individual Differences. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0191886999000781?via%3Dihub
Diakses pada 5 Juni 2021
Frontiers in Psychology. https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fpsyg.2018.00384/full
Diakses pada 5 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait