Tips Lapang Dada dalam Menghadapi Kegagalan dan Kekalahan

Lapang dada dalam menghadapi kegagalan dan kekalahan, penting untuk dipahami, untuk terhindar dari risiko gangguan mental.
Paham cara lapang dada setelah menghadapi kegagalan dan kekalahan, memperkecil risiko gangguan mental.

Sejak kecil, kita telah dihadapkan dengan kontes hidup untuk menjadi yang terdepan. Mulai dari belajar giat untuk menjadi juara kelas, berlomba untuk diterima di perguruan tinggi terbaik, hingga bersaing untuk mendapatkan jabatan pekerjaan. Namun, sudahkah Anda paham cara-cara lapang dada dalam menerima kegagalan dan kekalahan, agar terhindar dari gangguan mental seperti kondisi depresi?

Kegagalan dan kekalahan, dekat dengan kehidupan kita. Tidak hanya dalam konteks perlombaan, tapi juga untuk perubahan besar dalam hidup Anda. Misalnya, gangguan psikologis dapat menjadi dampak perceraian, sebagai akibat kegagalan dalam mempertahankan rumah tangga.

Begini cara lapang dada saat menghadapi kegagalan dan kekalahan

Untuk tetap sehat secara mental maupun fisik, setelah menghadapi kegagalan, Anda harus ikhlas menerima emosi negatif yang mungkin muncul. Tak ada salahnya bersedih, selama kondisi ini tidak berkepanjangan.

Ingat, Anda harus segera menemukan cara menghadapi kegagalan, dan melakukan langkah pemulihan, agar segera bangkit.

Berikut ini beberapa cara lapang dada dalam menghadapi kegagalan dan kekalahan, yang bisa Anda terapkan.

  • Segera bangkit setelah bersedih

Berbagai jenis emosi dan kondisi mental, seperti rasa malu, gangguan kecemasan, perasaan marah, hingga rasa sedih, akan muncul seiring kekalahan yang Anda hadapi. Anda mungkin akan melakukan segala cara untuk menyembunyikan emosi tersebut, alih-alih menerima dan mencari langkah untuk memulihkan diri. Sebenarnya, tak ada salahnya bersedih. Yang terpenting, Anda harus segera bangkit.

Selain itu, jangan menyalahkan diri sendiri atas kegagalan yang dialami. Cara ini akan dapat membantu Anda, mencari langkah pemulihan selanjutnya.

  • Hindari cara tak sehat demi mengurangi duka

Anda harus dapat mengendalikan diri, dari aktivitas tak sehat sebagai pelarian, saat mengalami suatu kegagalan. Misalnya, kontrol diri Anda dari mengonsumsi alkohol. Ingat, konsumsi alkohol berlebihan, dapat mengakibatkan berbagai penyakit, seperti perlemakan hati.

  • Antisipasi munculnya pikiran negatif tentang kegagalan

Saat Anda menghadapi kegagalan dan kekalahan, pemikiran negatif bisa terus menghantui. Dengan menyiapkan diri terhadap munculnya pikiran negatif tersebut, Anda dapat menyiapkan strategi, agar tidak terpengaruh.

  • Melakukan self-talk positif

Anda mungkin sudah sangat sering menemukan tip ini. Self-talk yang positif, memang dapat membantu Anda memunculkan pemikiran yang realitis mengenai kegagalan. Cobalah ingatkan diri Anda dengan motivasi-motivasi yang membangun. Misalnya, yakinkan diri sendiri, bahwa Anda dapat belajar dari kegagalan yang saat ini terjadi, atau kegagalan mengindikasikan bahwa Anda dapat melewatinya.

  • Belajar dari kegagalan orang lain

Anda dapat memulihkan kesedihan karena kegagalan, dengan mengetahui kegagalan orang lain, yang berujung manis. Anda sudah sering mendengar kisah Walt Disney, pendiri studio animasi termashyur, yang menghadapi beragam kegagalan pada masa hidupnya. Jadikan kisah hidupnya sebagai inspirasi, agar Anda kembali bangkit.

  • Temukan kegiatan paling efektif untuk memulihkan kesedihan

Ada banyak aktivitas yang bisa Anda praktikkan, untuk meredakan duka karena kegagalan. Mengadopsi hewan peliharaan, coffee date dengan teman dekat Anda, sekadar pergi berlibur, melakukan Teknik relaksasi seperti yoga dapat menjadi pilihan.

Namun, cara-cara pemulihan tersebut bersifat subjektif. Setiap orang bisa membutuhkan langkah pemulihan yang efektif. Anda bisa menemukan cara-cara pemulihan lain, yang sekiranya cocok untuk Anda.

  • Rancang rencana berikutnya

Ingatlah, bahwa menyesali kegagalan yang telah terjadi, malah akan berdampak negatif, bukannya membuat Anda pulih. Oleh karena itu, ada baiknya segera merancang rencana selanjutnya, demi mencapai cita-cita Anda. Identifikasi hal-hal penyebab kekalahan atau kegagalan Anda, yang dapat diperbaiki di kemudian hari.

Mencari bantuan medis

Ada kalanya dampak kegagalan terus-menerus mendera Anda. Apabila tips di atas tidak membantu pemulihan, sebaiknya Anda mencari bantuan profesional. Berlarut-larut dalam kesedihan karena kegagalan, dapat membuat aktivitas Anda terhambat.

Jika mengalami gejala depresi seperti sulit tidur, kehilangan minat, sulit berkonsentrasi, berkurangnya nafsu makan, penurunan berat badan secara drastis, hingga keinginan bunuh diri, segera temui ahli kesehatan jiwa. Ingat, mencari bantuan dari ahli, bukanlah hal yang memalukan.

American Heart Association. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-lifestyle/mental-health-and-wellbeing/overcome-setbacks
Diakses pada 1 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/fatty-liver#symptoms
Diakses pada 1 Juli 2019

Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/healthy-ways-to-cope-with-failure-4163968
Diakses pada 1 Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/depression/guide/depression-grief#1
Diakses pada 1 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed