Cara Kerja Virus Corona Saat Menyerang Tubuh Manusia dan Efeknya


Cara kerja virus corona saat menyerang tubuh manusia adalah mengaitkan spike protein ke sel sehat sehingga jaringan rusak dan organ tidak bisa berfungsi dengan baik.

0,0
09 Sep 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara kerja virus corona adalah dengan menempelkan spike protein ke permukaan sel sehatCara kerja virus corona saat masuk ke tubuh manusia adalah dengan menempelkan spike ke permukaan sel
Cara kerja virus corona saat masuk ke tubuh manusia menarik untuk diketahui. Dengan begitu, Anda bisa lebih memahami perjalanan penyakit Covid-19 dari awal infeksi hingga sembuh. Ini membuat persiapan untuk mencegah dan mengantisipasi apabila terpapar jadi lebih baik.Virus corona adalah kelompok virus yang menyebabkan Covid-19. Virus ini sendiri ada banyak jenisnya dan yang menjadi penyebab Covid-19 adalah SARS-CoV-2. Disebut corona karena di permukaanya terdapat spike atau duri yang membuat bentuknya menyerupai mahkota.Spike ini adalah protein yang berperan besar dalam mekanisme infeksi virus corona di tubuh manusia hingga proses pembuatan vaksin.

Apa yang terjadi ketika virus corona masuk ke dalam tubuh?

Sebelum mengetahui cara kerja virus corona di tubuh manusia, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu jalur penularannya.Virus ini bisa menyebar dari satu manusia ke manusia lain lewat beberapa cara. Cara yang paling umum adalah dengan menghirup udara yang sudah terkontaminasi virus corona (airborne), melalui droplet atau cipratan air liur saat batuk, bersin, maupun berbicara, hingga transmisi permukaan benda yang terkontaminasi.Maka dari itu, untuk mencegah virus Covid-19, memakai masker dan rajin cuci tangan adalah langkah utama yang harus ditaati.Setelah seseorang terpapar virus corona dari beberapa cara di atas, maka virus akan masuk ke tubuh dan memperbanyak diri. Di dalam tubuh, virus akan menempel pada sel-sel tubuh memakai spike yang ada di permukaan virus. Spike protein ini berfungsi sebagai pengait ke tubuh manusia.Saat virus sudah berhasil mengaitkan diri ke sel sehat, sel akan rusak dan mati. Saat sel di suatu organ banyak yang rusak atau bahkan mati, kerjanya jadi tidak maksimal.Sel yang diserang terutama adalah sel di paru-paru. Virus ini akan masuk dari saluran pernapasan, dari mulut, hidung, turun ke tenggorokan, lalu sampai di paru-paru.Ketika virus menyerang sel, tubuh tentu tidak tinggal diam. Ada sistem kekebalan atau sistem imun yang akan berusaha untuk melawannya.Kerusakan sel yang terjadi dan peperangan antara sistem imun dan virus penyebab Covid-19 ini membuat tubuh bereaksi. Reaksi inilah menyebabkan munculnya serangkaian gejala.Gejala Covid-19 yang mungkin muncul, antara lain:
  • Demam
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Nyeri badan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Diare
  • Ruam
  • Kehilangan kemampuan untuk mencium bau (anosmia)
  • Mual
Virus SARS-CoV-2 juga akan membuat paru-paru meradang. Proses peradangan ini yang memicu sesak napas dan bisa berujung pada pneumonia. Pneumonia terjadi akibat infeksi (radang) pada kantung udara di paru (alveolus).Ketika semakin banyak jaringan paru yang rusak, Anda pun akan semakin sulit bernapas dan kerja paru-paru akan semakin buruk. Padahal, organ ini vital untuk proses pertukaran oksigen di tubuh.Tanpa oksigen yang memadai, jaringan di organ tubuh lain juga akan rusak. Itu sebabnya, pada kondisi infeksi Covid-19 yang parah, kerusakan tidak hanya terjadi di paru-paru, tapi juga di organ vital lain.Akibatnya, kualitas hidup pasien dapat terus memburuk, mengalami gagal organ, hingga berisiko berujung pada kematian.Sebagian besar kasus Covid-19 adalah kasus ringan. Gejala yang muncul biasanya berupa demam, batuk, nyeri badan, atau anosmia. Ini karena sistem kekebalan tubuh berhasil menang dalam peperangan melawan virus corona, sehingga virus tidak sempat merusak tubuh lebih jauh.Meski demikian, beberapa orang dengan penyakit komorbid diketahui berisiko mengalami infeksi virus corona yang lebih berat.

Virus corona tak hanya menyerang paru-paru

Virus corona memang umumnya memicu gangguan pernapasan karena masuk lewat jalur napas dan banyak merusak sel paru-paru. Pada orang dengan gejala ringan, kerusakan yang terjadi biasanya bersifat sementara dan terbatas pada organ-organ pernapasan.Namun pada orang yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala berat, komplikasi yang terjadi bisa dirasakan menyebar ke berbagai organ lain di tubuh.Beberapa komplikasi Covid-19 antara lain:

1. Gangguan jantung

Virus corona bisa merusak otot jantung dan mengganggu fungsi jantung. Hal ini dikarenakan peradangan tingkat tinggi (badai sitokin) yang terjadi di tubuh selama infeksi Covid-19 terjadi, juga bisa turut merusak jaringan sehat yang ada di jantung.Virus ini juga bisa permukaan dalam pembuluh darah dan memicu peradangan pada pembuluh darah, terbentuknya gumpalan darah (blood clots), dan kerusakan pembuluh darah kecil.Kondisi-kondisi ini bisa mengganggu aliran darah dari dan ke jantung, sehingga kerja organ vital ini pun akan menurun.Beberapa gejala gangguan jantung yang umum dialami para penyintas Covid-19 antara lain jantung berdebar, pusing, nyeri dada, dan sesak napas.

2. Penyakit ginjal akut

Covid-19 juga bisa merusak ginjal, bahkan pada orang yang sebelumnya tidak punya riwayat penyakit ginjal sama sekali. Komplikasi ini biasanya terjadi pada penyintas Covid-19 yang mengalami gejala infeksi yang parah.Ada beberapa mekanisme yang membuat virus corona bisa merusak ginjal. Pertama, virus tersebut bisa langsung menyerang ginjal dan mematikan sel-sel sehat yang ada di organ tersebut.Kedua, kurangnya asupan oksigen di tubuh akibat kerusakan paru-paru membuat ginjal tidak bisa bekerja maksimal dan akhirnya rusak.Mekanisme lainnya adalah akibat gumpalan yang darah yang terbentuk akibat infeksi virus corona. Jika gumpalan tersebut terbentuk di pembuluh darah ginjal, organ ini jadi tidak lagi bisa berfungsi dengan baik.

3. Gangguan fungsi otak

Organ lain yang bisa terganggu fungsinya akibat infeksi virus corona adalah otak. Banyak bukti yang mencatat bahwa pasien-pasien yang sudah sembuh dari infeksi Covid-19 mengalami brain fog atau kesulitan untuk berpikir dengan jernih, penurunan daya ingat, dan kelelahan kronis.Apabila Anda masi punya pertanyaan terkait cara kerja virus corona di tubuh maupun hal lain yang berkaitan dengan Covid-19, diskusikan langsung dengan tim dokter SehatQ lewat fitur Chat Dokter.
coronavirus
WebMD. https://www.webmd.com/lung/coronavirus-covid-19-affects-body#1
Diakses pada 1 September 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/coronavirus-effects-on-body
Diakses pada 1 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/lung/news/20210628/more-proof-covid-affects-brain-study
Diakses pada 1 September 2021
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/coronavirus-kidney-damage-caused-by-covid19
Diakses pada 1 September 2021
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/heart-problems-after-covid19
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait