Cara Kerja Innate Immunity, Kekebalan Tubuh Bekal dari Lahir


Sistem kekebalan tubuh bekerja layaknya komputer, bisa menyimpan memori tentang apa saja zat berbahaya yang pernah masuk ke tubuh. Menariknya, manusia juga punya innate immunity yang telah ada sejak lahir tanpa perlu terpapar organisme berbahaya.

(0)
03 May 2021|Azelia Trifiana
Innate Immunity adalah kekebalan bawaan yang dimiliki manusia sejak lahirInnate Immunity adalah kekebalan bawaan yang dimiliki manusia sejak lahir
Sistem kekebalan tubuh bekerja layaknya komputer, bisa menyimpan memori tentang apa saja zat berbahaya yang pernah masuk ke tubuh. Menariknya, manusia juga punya innate immunity yang telah ada sejak lahir tanpa perlu terpapar organisme berbahaya.Ketika berhadapan dengan virus dan organisme berbahaya, sistem kekebalan tubuh langsung bisa melawannya berkat innate immunity ini. Analoginya, kekebalan ini adalah benteng pertahanan pertama dari paparan zat patogen.

Mengenal innate immunity

Manusia memiliki dua respons kekebalan tubuh, yaitu adaptive dan innate immunity. Respons innate terjadi sangat cepat. Sel-sel imun ini melakukan sirkulasi di dalam tubuh untuk mendeteksi adanya virus. Biasanya, respons pertama yang muncul adalah peradangan, produksi lendir, hingga demam.Selain itu, sel-sel yang ada dalam respons innate akan memberikan sinyal kepada sel-sel yang ada dalam respons adaptif. Biasanya, ini terjadi pada tahap infeksi selanjutnya.Jadi, cara kerja dua sistem kekebalan tubuh ini berbeda. Innate immunity adalah sistem yang bekerja secara luas dalam tubuh. Sementara adaptive immunity bekerja lebih spesifik, melibatkan sel-sel yang punya spesialisasi.Lebih jauh lagi, sistem yang membentuk kekebalan alami ini adalah:
  • Pelindung fisik seperti kulit, saluran pencernaan, saluran pernapasan, nasofaring, silia, bulu mata, dan rambut tubuh lainnya
  • Mekanisme pertahanan tubuh seperti saliva, keringat, air mata, asam lambung, mukosa, dan sekresi lain
  • Respons kekebalan tubuh umum seperti peradangan
Adanya sistem dari innate immunity di atas menjadi benteng pertahanan pertama yang sudah berfungsi bahkan sejak bayi pertama kali lahir ke dunia. Mereka membantu menjaga tubuh dari virus, bakteri, parasit, atau zat berbahaya lainnya. Jika sudah masuk ke tubuh pun, imunitas alami ini bekerja untuk membatasi penyebarannya.

Cara kerja innate immunity terhadap COVID-19

Menarik pula mencari tahu apa hubungan antara innate immunity dengan coronavirus atau SARS-CoV-2. Mengingat virus ini baru hadir di akhir tahun 2019, para peneliti terus mengembangkan riset untuk mencari tahu korelasinya.Beberapa pasien COVID-19 bisa mengalami gejala cukup signifikan. Salah satu aspek pemicunya adalah respons peradangan berlebihan karena kinerja sel-sel innate immunity. Istilah untuk kondisi ini adalah cytokine storm.Cytokine adalah molekul yang digunakan untuk memberi sinyal pada sel. Mudahnya, ini adalah media komunikasi sel-sel tubuh. Mereka memberi tahu sel-sel baik yang letaknya dekat maupun jauh tentang kapan harus mulai mengaktifkan respons kekebalan tubuh.Tak hanya itu, cytokine yang merupakan salah satu elemen utama dalam innate immunity ini juga memberikan komando kapan sel-sel imun harus berpatroli atau mendatangi area tubuh tertentu yang dicurigai kedatangan zat asing.

Mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh

Sebenarnya tidak ada kaitan langsung antara gaya hidup dengan mengoptimalkan respons kekebalan tubuh. Namun, para peneliti telah menginvestigasi efek dari berbagai faktor seperti pola makan, olahraga, diet, hingga stres.Cara terbaik yang bisa dilakukan untuk menjaga sistem imun adalah dengan menjalani strategi gaya hidup sehat. Ini bukan hanya menguntungkan sistem imun saja, namun juga seluruh tubuh.Strategi yang bisa dicoba antara lain:
  • Makan bergizi

Kunci dari tubuh sehat adalah makanan seimbang dan bernutrisi. Selain itu, perbanyak konsumsi sayuran berdaun hijau, buah, minyak ikan, probiotik, dan juga bawang putih.
  • Rutin berolahraga

Olahraga berintensitas sedang selama 20 menit setiap harinya dapat memberikan stimulasi positif bagi sistem kekebalan tubuh. Dengan demikian, respons sel melawan peradangan juga kian optimal. Hal ini juga bisa membantu menjaga berat badan tetap ideal.
  • Kurangi kebiasaan buruk

Kebiasaan mengonsumsi alkohol sebaiknya dibatasi. Selain itu, berhenti merokok juga merupakan langkah kunci untuk menjaga kekebalan tubuh.
  • Tidur cukup dan berkualitas

Kurang tidur kronis dapat menurunkan respons sistem imun serta sirkulasi sel darah putih. Sebaliknya, tidur cukup dapat memperkuat memori sistem imun akan patogen yang pernah dihadapi.
  • Mengurangi stres

Menariknya, sebuah studi menemukan bahwa mengantisipasi kejadian menyenangkan atau lucu dapat meningkatkan produksi endorfin. Stres kronis juga bisa mengganggu respons sistem imun dan kemampuan melawan penyakit.Penting untuk menjaga kesehatan tubuh dengan menerapkan beberapa cara di atas. Apabila dilakukan secara rutin, ini dapat menjaga sistem imun bekerja dengan baik, termasuk pada innate immunity.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara kerja sistem imun, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kesehatanhidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/active-vs-passive-immunity
Diakses pada 19 April 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320721
Diakses pada 19 April 2021
American Association for the Advancement of Science. https://www.eurekalert.org/pub_releases/2002-11/uoc--eal110502.php
Diakses pada 19 April 2021
Creativ
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait