Mengetahui Cara Kerja Suntik Botox dan Efek Sampingnya

Pahami cara kerja dan efek samping suntik botox, sebelum Anda memilihnya
Sebelum menjalani suntik botox untuk kecantikan kulit, pahami cara kerja dan risikonya.

Suntik botox telah digunakan selama bertahun-tahun untuk menghilangkan kerutan pada wajah. Sehingga, kulit wajah terlihat lebih kencang.

Botox sebenarnya menjadi alternatif instan untuk mendapatkan kulit wajah yang kencang. Namun sebenarnya, seperti apa cara kerja suntik botox tersebut? Apakah aman? Berikut ini penjelasannya.

[[artikel-terkait]]

Cara Kerja Suntik Botox

Pada dasarnya, botox memblokir atau mencegah sinyal dari saraf untuk dialihkan ke otot. Akibatnya, otot yang menerima suntikan botox, tidak bisa berkontraksi. Hal itulah yang membuat keriput pada wajah menjadi lebih rileks dan juga melembut. Botox paling sering digunakan pada garis dahi, garis di sekitar mata, dan juga garis kerutan. Selain itu, botox juga bisa disuntikkan untuk garis bibir, dagu, sudut mulut, dan leher.

Namun perlu diketahui, keriput kulit yang disebabkan karena kerusakan akibat sinar matahari dan gravitasi, tidak akan merespons suntikan botox yang diberikan.

Bagaimana Prosedur Suntik Botox Dilakukan?

Prosedur suntik botox hanya memerlukan beberapa menit. Anda pun tidak memerlukan anestesi atau pembiusan. Selama tindakan berlangsung, botox disuntikkan dengan jarum halus ke otot-otot tertentu. Anda tidak akan merasakan sakit yang luar biasa, melainkan sedikit tidak nyaman.

Anda mungkin memerlukan 3-7 hari untuk bisa melihat efeknya secara menyeluruh. Sebelum menjalani prosedur suntik botox, Anda diminta untuk berhenti mengonsumsi aspirin dan obat-obatan radang, 2 minggu sebelum perawatan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi efek memar.

Berapa Lama Efek Suntik Botox Bertahan?

Efek dari suntik botox akan bertahan selama 3-4 bulan. Ketika gerakan otot berangsur-angsur kembali seperti normal, garis-garis dan kerutan mulai muncul lagi. Dalam keadaan ini, Anda mungkin memerlukan suntikan botox lagi. Garis-garis dan kerutan seringkali tampak tidak begitu parah seiring waktu, karena otot-otot wajah sudah dilatih untuk rileks.

Apa Saja Efek Samping Suntik Botox?

Efek samping yang paling umum dari suntik botox adalah memar, yang sifatnya sementara. Sakit kepala dalam 24-48 jam juga mungkin Anda alami, meski jarang terjadi. Sebagian kecil pasien juga mengalami penurunan kelopak mata.

Kondisi tersebut biasanya berlangsung selama 3 minggu. Hal ini biasanya terjadi ketika botox bergerak. Oleh karena itu, jangan menggosok area yang menerima suntikan botox, selama 12 jam setelah penyuntikan. Anda juga bisa berbaring selama 1 jam, setelah penyuntikan berlangsung.

Siapa yang Tidak Boleh Mendapatkan Suntikan Botox?

Ada beberapa kategori individu yang tidak boleh mendapatkan suntikan botox. Di antaranya adalah pasien dalam masa kehamilan, menyusui, berusia kurang dari 19 tahun, atau memiliki penyakit saraf. Individu dalam 3 kelompok tersebut tidak disarankan menjalani tindakan suntik botox. Selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum Anda menjalani penyuntikan botox.

Sebab seperti halnya vitamin C dan silikon yang disuntikkan, suntikan botox pun termasuk dalam kategori obat, bukan kosmetik. Kosmetik hanya digunakan pada bagian luar tubuh. Sementara itu, botox disuntikkan ke dalam bagian tubuh.

Alternatif Suntik Botox

Selain menggunakan botox, Anda pun bisa memperoleh kulit yang kencang dengan alternatif berikut ini.

Akupuntur

Akupuntur merupakan perawatan antipenuaan untuk kulit, yang cukup menjajikan. Sebuah penelitian telah membuktikan efektivitas akunpuntur dalam meningkatkan elastisitas dan kelembapan wajah. Selain itu, akupuntur pun bisa mengurangi timbulnya kerutan kulit.

Vitamin

Suplemen dengan kandungan nutrisi pokok, bisa meningkatkan produksi kolagen. Selain itu, suplemen tersebut pun menawarkan efek antioksidan, yang mencegah kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin C, vitamin E, dan karoten, menjadi pilihan terbaik.

Krim Wajah

Banyak krim wajah di pasaran yang menjanjikan kemampuan dalam mengurangi kerutan. Pilihlah krim antioksidan, yang bisa memberikan efek langsung pada produksi kolagen, serta metabolisme untuk kulit wajah.

WebMD. https://www.webmd.com/beauty/botox-cosmetic
Diakses pada 29 Januari 2019

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.
http://ulpk.pom.go.id/ulpk/?page=faq&faq=kosmetik&id=769
Diakses pada 19 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed