8 Cara Keluar dari Jeratan Toxic Relationship dengan Cepat


Sebelum mantap mengakhiri hubungan yang toxic, penting bagi Anda untuk membuat pasangan sadar atas perlakuannya selama ini pada Anda. Pahami juga bahwa ini bukan salah Anda.

(0)
perempuan mencari cara keluar dari toxic relationshipmemiliki pasangan yang suka bicara kasar dan main fisik adalah tanda-tanda Anda terjebak dalam toxic relationship
Apabila Anda merasa terus diperlakukan dengan tidak adil atau direndahkan oleh pasangan, segera cari cara untuk keluar dari toxic relationship ini.Jangan biarkan hubungan itu terus berlanjut. Sebab, hubungan yang “beracun” tidak hanya bisa merampas kebahagiaan Anda, tapi juga berdampak pada kesehatan fisik Anda.Lantas, bagaimana cara mengakhiri hubungan yang toxic?

Cara keluar dari toxic relationship agar cepat move on

Memang benar bahwa tidak ada percintaan yang sempurna. Cekcok dan perdebatan adalah bumbu asmara yang hampir selalu ada dalam setiap hubungan. Akan tetapi, tidak semua orang mungkin menyadari mereka sedang terjebak dalam hubungan yang toxicJika ciri-ciri toxic relationship ini Anda alami, jangan ragu untuk mengakhirinya:
  • Sulit menjadi diri sendiri.
  • Tidak punya privasi.
  • Selalu mendapat silent treatment.
  • Barang-barang Anda dirusak atau dibuang, bak karena alasan sepele atau tanpa sebab.
  • Sulit berkomunikasi dalam hal apa pun.
  • Selalu merasa dikekang dan dikendalikan.
  • Tidak pernah dihormati.
  • Tidak pernah didukung.
  • Tidak pernah didengar.
  • Selalu disepelekan dan direndahkan.
  • Terus dijadikan kambing hitam.
  • Selalu dicurigai atau dicemburui tanpa alasan.
  • Terisolasi dari dunia luar.
  • Mengancam akan melakukan sesuatu yang mengerikan jika Anda tidak menuruti kemauannya.
  • Keuangan Anda pribadi diatur dan dibatasi.
  • Menjadi sasaran dari kritik tak berdasar, kata-kata kasar, cemoohan, komentar merendahkan.
  • Menekan Anda untuk melakukan hal-hal yang tidak Anda sukai.
  • Menjadi sasaran kekerasan fisik — termasuk (dan tidak terbatas pada) menarik paksa, menampar, memukul, menendang, hingga pelecehan atau kekerasan seksual.
Di samping yang sudah disebutkan di atas, mungkin ada banyak lagi karakter toxic yang ditunjukkan pasangan.Berikut adalah beberapa cara mengakhiri dan keluar dari toxic relationship yang bisa segera Anda terapkan:

1. Jujur mengenai perasaan Anda

Sebelum mantap mengakhiri hubungan yang toxic, penting bagi Anda untuk membuatnya tersadar atas perlakuannya pada Anda.Jalannya percakapan ini sering kali memanas dan penuh emosi. Jika pasangan Anda termasuk temperamental dan suka “main fisik”, ada baiknya untuk menumpahkan uneg-uneg lewat sepucuk surat agar lebih aman.Ungkapkan perasaan Anda senetral mungkin tanpa menyalahkan atau menyudutkan dirinya. Ia memang salah memperlakukan Anda seperti itu. Namun, menyudutkannya kemungkinan dapat semakin menambah runyam masalah.Sebagai contoh, hindari membuka percakapan dengan kalimat seperti “Kamu membuatku merasa…” atau “Kamu tidak pernah..” dan sebaiknya mulai dengan berkata, “Aku merasa sangat sedih/marah/malu waktu kamu….”

2. Pahami ini bukan salah Anda

perempuan merenung cari cara keluar dari tocix relationship
Pikirkan bagaimana reaksi pasangan setelah Anda konfrontasi
Setelah Anda mengungkapkan perasaan, luangkan waktu untuk merenung dan cobalah kembali pikirkan apakah hubungan itu layak untuk diperjuangkan atau tidak. Pertimbangkan bagaimana tanggapan dirinya ketika Anda mengungkapkan perasaan Anda. Apabila dia bersikap defensif dengan justru menyalahkan Anda, membuat-buat alasan tidak masuk akal, atau mengabaikan uneg-uneg Anda, ini adalah tanda bagi Anda segera cari cara keluar dari toxic relationship.Pahamilah bahwa sesungguhnya karakter minus pasangan bukanlah salah Anda maupun menjadi tanggung jawab Anda untuk memperbaikinya. Begitu pula dengan arah hubungan yang semakin karut-marut ini.Jadi apabila pasangan tidak menunjukkan kemauan untuk mengakui dan mengubah sifat-sifat buruknya (bahkan setelah Anda berkali-kali ungkapkan keberatan), jangan ragu untuk cepat angkat kaki.

3. Minta dukungan dari keluarga dan teman terpercaya

Mengakhiri hubungan yang toxic kadang bisa terasa mustahil karena orang-orang sekitar Anda tidak mengetahui kebenarannya.Sebab, orang yang toxic dan manipulatif dapat menampilkan diri sebagai pasangan idaman nan sempurna dengan perilakunya yang memesona.Bahkan, ia juga mungkin membuat kesan malah Anda yang tidak cukup pantas untuknya. Hal ini tidak lain tidak bukan adalah untuk menutupi keburukannya.Ketimpangan persepsi orang sekitar inilah yang kadang membuat mereka beranggapan bahwa pasangan Anda marah, kesal, atau tidak mencintai Anda karena sesuatu yang Anda lakukan “di balik layar”.Selain itu, Anda sebagai korban juga mungkin merasa malu untuk membeberkan masalah rumah tangga pada orang lain sehingga memilih diam.Namun, jangan sungkan untuk bercerita. Beri tahu semua perlakuan pasangan selama ini kepada orang yang Anda paling percayai agar mereka dapat membantu Anda mencari cara keluar dari toxic relationship.Penelitian menunjukkan, dukungan teman dan keluarga selama masa-masa sulit menurunkan stres psikologis sehingga memudahkan Anda move on demi melanjutkan hidup.

4. Sadari Anda pantas mendapat yang lebih baik

perempuan bahagia setelah keluar dari hubungan toxic
Anda pantas bahagia dan mendapat pasangan yang lebih baik
Berbulan-bulan atau bertahun-tahun diberi tahu orang sekitar bahwa Anda tidak akan pernah menemukan orang yang lebih baik daripada si pasangan, tentu bisa menurunkan kepercayaan diri. Anda bahkan mungkin mulai memercayainya.Akan tetapi, ini tidak benar. Ketahuilah bahwa meruntuhkan harga diri adalah modus yang dilakukan oleh banyak pasangan toxic agar korbannya tetap terjebak dalam hubungan tersebut.Percayalah bahwa Anda benar-benar bisa dan pantas untuk mendapatkan pasangan yang jelas dapat memperlakukan Anda dengan lebih baik.Anda telah berusaha sekuat tenaga untuk membuat hubungan itu berhasil, tapi kadang cinta saja tidak cukup. Anda harus move on demi kesejahteraan mental dan fisik Anda sendiri.

5. Persiapkan rencana mandiri

Jangan sembarangan mengakhiri hubungan toxic tanpa memiliki pegangan yang mantap.Menjalani toxic relationship dapat amat menghancurkan seseorang. Anda bisa dibuatnya lemah dan tidak berdaya, secara lahir batin sampai finansial.Efek inilah yang membuat seseorang merasa sangat sulit untuk keluar dari hubungan tersebut karena merasa bergantung pada pasangannya.Maka sebelum benar-benar mengakhirinya, susunlah rencana untuk bagaimana Anda bisa bertahan hidup seterusnya tanpa pasangan. Pikirkan di mana Anda akan tinggal setelah berpisah darinya, harta benda apa yang bisa Anda bawa, dan seterusnya. Jika Anda tidak memiliki karier atau cara untuk menghidupi diri sendiri, sekarang juga saatnya untuk mulai merealisasikan hal tersebut.Mulailah dengan langkah kecil, seperti kerja paruh waktu atau freelance dengan jam kerja yang bebas. Simpan pendapatan pribadi di tabungan yang terpisah dari pasangan. 

6. Minta bantuan profesional

konsultasi ke psikolog untuk bantu Anda keluar dari toxic relationship
Jika Anda diancam pasangan, hubungi pihak berwenang 
Keluar dari toxic relationship membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sepele. Pertimbangkan berkonsultasi kepada konselor atau psikolog klinis terdekat yang berpengalaman dalam masalah hubungan.Seorang terapis profesional dapat membantu Anda menguatkan mental, menghentikan kecenderungan menyalahkan diri sendiri, mengubah cara Anda memandang hidup yang mungkin dipengaruhi oleh pasangan, serta membimbing Anda untuk bisa berdama dan mencintai diri sendiri.Jika Anda merasa terancam secara fisik, psikologis, maupun seksual, segera beri tahu pihak berwenang setempat.Hubungi Contact Center Polisi di 110 atau kontak organisasi yang bergerak dalam perlindungan wanita, seperti Komnas Perempuan di dan Rumah Perlindungan dan Trauma Center.

7. Teguhkan hati

Ini mungkin adalah langkah terakhir yang mungkin bisa terasa berat bagi korban toxic relationship, tapi amat sangat perlu dilakukan. Mungkin akan ada masa-masa di mana Anda merindukannya. Sebab, bukan mustahil selama hubungan berjalan Anda berdua memiliki kenangan manis.Sangat mudah bagi otak manusia hanya mengingat momen-momen bahagia dan melupakan bagian buruk dari sebuah hubungan.Anda mungkin tergoda untuk balikan, tapi tetaplah berpegang teguh. Ingat-ingat kembalilah dampaknya pada hidup Anda dan bagaimana perjuangan besar Anda untuk bisa keluar dari toxic relationship.Ingatlah bahwa keputusan Anda untuk mengakhiri hubungan itu akan membuat hidup Anda lebih membahagiakan lahir batin.

8. Putuskan segala kontak

Pasangan yang toxic dapat menggunakan berbagai trik manipulatif untuk memikat Anda kembali.Begitu Anda mantap membuat keputusan untuk mengakhiri hubungan tersebut, segera hentikan segala bentuk komunikasi dengan pasangan. Tujuannya tentu agar Anda tidak mudah tergoyahkan dan kembali terperangkap dalam jeratannya.Anda bisa mengganti nomor dan blokir nomor serta akun-akun sosial medianya.Kecuali jika Anda memiliki anak bersama. Dalam hal ini, sebisa mungkin batasi komunikasi hanya lewat satu jalur dan hanya bicarakan tentang anak-anak. 

9. Manjakan diri Anda

berkumpul dengan teman dekat bisa bantu menghilangkan stres
berkumpul dengan teman dekat bantu menghilangkan stres
Jika Anda telah membuat keputusan untuk keluar dari toxic relationship, sibukkan diri sendiri dengan kegiatan atau hal-hal yang bisa membuat Anda bahagia tapi mungkin tidak sempat terealisasi. Sebagai contoh, habiskan waktu dengan berlibur atau bertamasya, berkumpul dengan geng teman lama, manjakan diri Anda di salon, makan makanan favorit, dan hal-hal lainnya. Asalkan Anda senang.Menjalani hubungan yang sulit, apalagi sudah berumur lama, dapat menyebabkan stres berat. Segera bilas segala emosi negatif yang mungkin masih tersisa dalam diri dengan energi positif.Jika Anda masih merasa kesulitan mencari cara keluar dari toxic relationship, konsultasi secara online dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download gratis sekarang, di Apple Store dan Google Play Store.
kekerasanpernikahanpercintaanrumah tanggamenjalin hubungan
Psychology Today https://www.psychologytoday.com/us/blog/happiness-is-state-mind/201709/how-leave-toxic-relationship-and-still-love-yourself diakses 20 Januari 2020Very Well Mind https://www.verywellmind.com/how-to-leave-a-toxic-marriage-4091900 diakses 20 Januari 2020Prevention https://www.prevention.com/life/a28005124/ending-toxic-relationships/ diakses 20 Januari 2020Greater Good Magazine https://greatergood.berkeley.edu/article/item/how_to_handle_a_toxic_relationship diakses 20 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait