Salah satu cara mendidik anak dengan ODD adalah dengan memberi perhatian positif
Mendidik anak dengan ODD membutuhkan kesabaran lebih pada orangtua.

Menjadi orangtua dengan anak yang mengalami oppositional defiant disorder (ODD) tidaklah mudah. Selain harus memikiran cara mendidik anak yang baik, mereka juga harus memutar otak untuk mencari cara mengatasi anak nakal.

Oppositional defiant disorder (ODD) adalah kondisi ketika anak-anak sering marah, berperangai kasar, melawan, atau suka membantah kata-kata orangtua maupun orang dewasa lainnya. Anak-anak dalam kondisi tertentu, misalnya lapar atau mengantuk, mungkin pernah melakukan hal-hal tidak terpuji di atas.

Bedanya, anak penderita ODD melakukan kenakalan tersebut secara terus-menerus, yakni setidaknya selama 6 bulan berturut-turut. Mereka juga cenderung marah berlebihan, bersifat merusak, dan selalu memberontak kepada pihak yang memiliki kekuasaan saja, misalnya orangtua, guru, maupun pelatih.

Jika tidak segera ditangani, anak-anak ODD bisa mengalami kelainan mental yang lebih serius, disebut juga kelainan perilaku (conduct disorder).

Apakah oppositional defiant disorder bisa disembuhkan?

Tidak ada pengobatan yang bisa langsung menyembuhkan ODD. Dokter mungkin akan tetap meresepkan obat tertentu, tapi itu biasanya ditujukan untuk meredakan gejala lain yang menyertai ODD, seperti rasa cemas yang berlebihan dan attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD).

Saat anak terindikasi ODD, beberapa perawatan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Parent management training: untuk membantu orangtua dan orang-orang di sekitarnya untuk memahami perilaku anak dengan ODD ini.
  • Psikoterapi individu: untuk mengontrol rasa marah dalam diri anak.
  • Psikoterapi keluarga: untuk meningkatkan komunikasi dan saling pengertian antara anak ODD dengan anggota keluarga lain.
  • Cognitive problem-solving skills training and therapies: untuk mengurangi pikiran-pikiran negatif yang dialami oleh anak.
  • Social skills training: untuk meningkatkan skill sosial anak serta mengurangi rasa cemasnya.

Bukan hanya menjalani terapi, anak dengan ODD juga perlu mendapat pola asuh yang baik dari orangtuanya. Bahkan, orangtua memegang peran penting agar anak ODD tidak tumbuh menjadi remaja dengan kelainan perilaku.

Bagaimana cara mendidik anak dengan ODD?

Mencari cara mendidik anak dengan ODD adalah tantangan besar. Pasalnya, anak dengan ODD akan terlihat seperti anak nakal yang tak henti-hentinya menolak dan melawan perintah Anda, bahkan merasa senang jika Anda terlihat kesusahan dalam mengasuhnya.

Meskipun demikian, anak dengan penyimpangan perilaku seperti ODD ini bisa jadi menyimpan potensi sebagai anak pintar, kreatif, dan penyayang. Jika Anda bisa menemukan cara mengatasi anak nakal yang ada dalam dirinya, perilaku anak Anda bisa ‘melunak’ seiring dengan berjalannya waktu.

Berikut beberapa cara mendidik anak dan cara mengatasi anak nakal dengan ODD.

1. Memberi perhatian positif

Singkirkan gawai Anda dan fokuskan perhatian kepada anak Anda. Ajak ia bermain di lapangan terbuka setidaknya 15 menit setiap hari. Memberi perhatian yang positif terhadap anak akan mengurangi kesempatannya untuk berusaha berbuat onar.

2. Ciptakan aturan yang tegas

Anak dengan ODD suka sekali mencari celah dari aturan yang ada. Oleh karenanya, buat aturan yang singkat, jelas, dan tegas. Sertakan aturan dasar, seperti kapan ia harus mengerjakan pekerjaan rumah, tidur, dan makan bersama keluarga.

Jadi, ketika anak berkata “saya tidak mau tidur” maka tunjukkan aturan tertulis sambil berkata “berdasarkan aturan, kamu harus tidur jam 9 malam.” Lakukan ini secara tegas dan konsisten agar anak tidak memiliki celah untuk beradu argumen dengan Anda.

3. Hukuman dan hadiah

Komunikasikan kepada anak bahwa ia akan mendapat konsekuensi jika sering marah atau membantah perintah Anda. Sebaliknya, berikan ia hadiah jika menjadi anak yang penurut.

Salah satu cara mengatasi anak nakal dengan ODD adalah mengenalkannya pada sistem token. Jadi, saat anak berperilaku positif, ia akan mendapat token. Sebaliknya, jika ia nakal, Anda bisa mengambil token yang sudah dimilikinya.

Di penghujung minggu, anak bisa menukarkan tokennya menjadi hadiah tertentu. Cara mendidik anak ini terbukti efektif membuat anak dengan ODD lebih disiplin.

4. Konsisten

Anak dengan ODD memang harus dihukum jika perilaku negatifnya tengah kambuh, namun lakukan hukuman tanpa kekerasan fisik. Jika sekali saja Anda menolerir perilaku nakalnya, maka anak akan terus melakukan hal yang sama dan tidak belajar bahwa sikapnya adalah salah.

5. Hindari perdebatan

Anak dengan ODD sangat pintar memancing emosi orangtua, tapi Anda tidak boleh terpancing. Selain tidak memecahkan masalah, perdebatan juga tidak membuat anak produktif.

Saat ia menolak membereskan kamar, misalnya, Anda cukup memberinya perintah yang tegas. Jangan lupa ingatkan ia akan adanya konsekuensi jika tidak melakukannya.

Munculnya rasa frustrasi saat mendidik anak dengan ODD adalah hal yang lumrah. Anda pun sebaiknya mencari komunitas atau forum berisi orangtua dengan anak yang juga menderita ODD untuk sekedar melepas unek-unek maupun sharing tips cara mendidik anak dengan ODD.

American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. https://www.aacap.org/AACAP/Families_and_Youth/Facts_for_Families/FFF-Guide/Children-With-Oppositional-Defiant-Disorder-072.aspx
Diakses pada 24 Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/oppositional-defiant-disorder#1
Diakses pada 24 Juli 2019

American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. https://www.aacap.org/App_Themes/AACAP/docs/resource_centers/odd/odd_resource_center_odd_guide.pdf
Diakses pada 24 Juli 2019

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/oppositional-defiant-disorder-discipline-1094924
Diakses pada 24 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed