2 Rute Infeksi Virus Zika yang Bisa Bahayakan Janin Anda

Virus zika dapat berpindah tempat, dari aliran darah ibu, menuju plasenta
Virus zika dapat menginfeksi janin melalui rute plasenta dan rute kantong ketuban

Virus zika menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi. Selain itu, virus zika juga dapat menular melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi, tanpa menggunakan kondom.

Anda juga dapat berisiko terinfeksi virus zika bila bepergian ke daerah rawan infeksi virus tersebut. Tak hanya itu, virus zika dapat pula ditularkan pada janin, dari ibu hamil yang terinfeksi. Bahkan infeksi virus zika pada kehamilan tersebut dapat menyebabkan cacat lahir, termasuk cacat otak pada janin.

Anda tentu tidak ingin hal tersebut  terjadi. Tapi, tahukah Anda bagaimana virus zika dapat menginfeksi janin?

Infeksi Virus Zika pada Janin

Para ilmuwan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang cara virus zika menginfeksi janin yang sedang berkembang.

Ternyata, virus zika memiliki dua rute potensial dalam menginfeksi janin yang sedang berkembang, sebagai berikut.

1. Rute plasenta

Virus zika bermigrasi dari alirah darah ibu ke plasenta. Lalu virus berkembang, dan menyebar ke otak janin. Virus tersebut menyeberang dari alirah darah ibu, untuk menginfeksi otak janin yang sedang berkembang, sehingga mengakibatkan kerusakan pada saraf.

Virus tidak hanya bermigrasi ke plasenta, tapi juga berlipat ganda. Biasanya infeksi virus zika dengan rute ini, terjadi pada trimester pertama kehamilan.

2. Rute kantong ketuban

Kantong ketuban adalah sepasang membran transparan yang kuat tapi tipis, sebagai pelindung janin yang sedang berkembang. Sel-sel epitel dari selaput ketuban yang mengelilingi janin sangat rentan terhadap infeksi virus zika.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sel-sel ini memainkan peran penting dalam memediasi penularan virus zika ke janin, dan mendukung hipotesis bahwa penularan dapat terjadi melalui ketuban. Biasanya, infeksi virus zika dengan rute ini terjadi pada trimester kedua kehamilan.

Dampak Infeksi Virus Zika pada Janin

Infeksi virus zika dapat menyebabkan plasenta mengalami kerusakan, sehingga tidak mampu memasok oksigen dan nutrisi dengan cukup, untuk janin yang sedang berkembang. Keadaan itu disebut sebagai insufisiensi plasenta.

Akibatnya, pertumbuhan janin lambat, kelahiran lebih kecil dari normal, bahkan dapat menyebabkan kematian janin.

Memang telah dilaporkan adanya insufisiensi plasenta, janin yang abnormal, dan keguguran pada kasus infeksi virus zika. Selain itu, terjadi kematian sel di otak janin yang terinfeksi, meski tidak ada kelainan yang jelas dalam keseluruhan struktur otak.

Berdasarkan publikasi jurnal Cell Host & Microbe, virus zika dapat menyebabkan kelainan bentuk janin yang disebut mikrosefali, serta sindrom Guillain-Barre. Mikrosefali pada bayi ditandai dengan kepala yang berukuran kecil, dan kerusakan otak serius.

Gangguan ini dapat menyebabkan cacat fisik, dan kadang kejang-kejang. Sementara itu, sindrom Guillain-Barre merupakan penyakit autoimun langka, yang terjadi ketika anggota gerak mengalami kelemahan.

Dalam menangani penyebaran infeksi, para peneliti mengatakan bahwa antibiotik lama yang disebut duramycin, dapat menghalangi infeksi virus zika. Erythromycin adalah antibiotik yang diproduksi bakteri untuk melawan bakteri lain.

Erythromycin dapat secara efektif mengurangi atau mencegah penularan virus zika dari ibu terinfeksi, ke janin pada kedua rute potensial, sehingga mencegah terjadinya cacat lahir.

Jagalah kandungan Anda dari infeksi virus zika. Anda dapat menghindari virus zika dengan tidak bepergian ke daerah-daerah yang berisiko terkena infeksi virus tersebut. Selain itu, gunakanlah obat nyamuk atau losion anti nyamuk, serta kelambu di tempat tidur, yang dapat mencegah gigitan nyamuk.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terbaik dalam mencegah terjadinya infeksi virus zika.

Artikel Terkait

Banner Telemed