9 Cara Efektif untuk Mengatasi Anak yang Suka Memukul

(0)
19 Apr 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kebiasaan anak suka memukul harus segera diatasi agar tidak terbawa hingga dirinya dewasa.JIka anak suka memukul adik atau temannya, maka orangtua harus segera mencari cara untuk mengatasinya.
Saat anak suka memukul, tidak hanya saudara kandung atau temannya saja yang bisa jadi korbannya. Orangtua pun kadang bisa menjadi sasaran dari perilaku agresif ini.Kebiasaan suka memukul tidak boleh disepelekan. Perilaku buruk ini harus segera diatasi sejak dini agar tidak terbawa hingga dewasa. Mari kita sama-sama simak berbagai cara mengatasi anak yang suka memukul.

Cara efektif untuk mengatasi anak yang suka memukul

Dilansir dari Healthline, terdapat beberapa alasan mengapa anak suka memukul.
  • Sedang menguji batasan
  • Belum sepenuhnya mengembangkan kemampuan untuk mengontrol diri mereka
  • Belum mengetahui bahwa memukul adalah tindakan yang tidak terpuji
  • Belum tahu cara mengontrol emosi mereka.
Supaya anak berperilaku baik dan tidak bersikap agresif terhadap orang-orang di sekitarnya, cobalah berbagai cara mengatasi anak yang suka marah dan memukul ini.

1. Menciptakan peraturan tegas

Saat anak suka memukul, ada baiknya orangtua menciptakan peraturan tegas. Tegaskan kepada anak-anak bahwa memukul, menendang, menggigit atau perilaku agresif lainnya tidak diperbolehkan.Tegaskan juga pada anak bahwa Anda akan menghukumnya jika peraturan tersebut tidak diterapkan dengan baik..

2. Berikan hukuman jika anak melanggar peraturan

Jika anak tetap suka memukul walaupun sudah ada peraturan, Anda bisa memberikan hukuman kepadanya. Berbagai metode hukuman di bawah ini dapat dicoba:
  • Time-out

Time-out adalah metode hukuman untuk menenangkan diri anak dan menjauhkan mereka dari lingkungannya. Metode ini dipercaya sebagai salah satu cara efektif untuk mengatasi anak yang suka memukul.
  • Cabut haknya di rumah

Mencabut hak anak di rumah dapat menjadi cara efektif untuk mengatasi anak yang suka marah dan memukul. Jika Si Kecil melanggar peraturan, larang dia untuk mengakses gawai (gadget) selama 24 jam atau setengah hari, misalnya.
  • Minta anak untuk melakukan pekerjaan rumah ekstra

Jika anak suka memukul meskipun Anda sudah melarangnya berkali-kali, cobalah berikan ia pekerjaan rumah ekstra.Kalau biasanya anak hanya harus membersihkan kamarnya, mintalah ia untuk membersihkan kamar adiknya juga. Hukuman ini dipercaya dapat memberikan efek jera supaya ia tidak lagi memukul.

3. Berikan anak pujian saat ia berperilaku baik

Setelah memberikan hukuman, jangan lupa untuk memberikan pujian kepada anak, terutama jika ia sudah berperilaku baik dan meninggalkan perilaku agresifnya.Selain pujian, sentuhan lembut dari kedua orangtuanya juga bisa menjadi hadiah saat anak berperilaku baik.

4. Lakukan intervensi saat anak suka memukul

Penting bagi orangtua untuk mengetahui apa pemicu amarah pada anak. Dengan begitu, Anda bisa mencegah perilaku agresif pada anak.Saat anak sudah menunjukkan amarahnya, segeralah intervensi dan bawa ia menjauh dari keramaian. Cara ini dianggap ampuh untuk mencegah anak berperilaku kasar kepada orang di sekelilingnya.

5. Ajari anak untuk mengontrol emosinya

Terkadang, kata-kata tidak bisa membuat anak berhenti memukul. Maka dari itu, Anda harus mengajarinya cara mengontrol emosi.Saat anak sedang marah dan ingin memukul, mintalah ia untuk membaca buku, menggambar sesuatu, menarik napas dalam-dalam, atau masuk ke dalam kamarnya. Hal ini dipercaya sebagai cara efektif untuk mengatasi anak yang suka marah dan memukul.

6. Ajari anak tentang perasaan

Anak-anak biasanya belum mengerti tentang perasaan, seperti perasaan sedih atau frustrasi. Ini bisa jadi salah satu penyebab mereka melampiaskan amarahnya dengan memukul.Maka dari itu, Anda perlu mengajarkan tentang perasaan kepada anak. Dengan begitu, ia bisa mengekspresikan perasaannya dengan cara yang lebih positif.

7. Jangan pernah memberikan hukuman kasar pada anak

Jika Anda memberikan hukuman berupa kekerasan pada anak, hal ini hanya akan membuat anak semakin berperilaku agresif.Oleh karena itu, jangan pernah memberikan hukuman berupa kekerasan pada anak. Jadilah panutan yang baik bagi mereka. Tunjukkan pada mereka bahwa masalah dapat diselesaikan dengan cara yang lebih baik.

8. Ajari anak untuk berkomunikasi

Salah satu penyebab anak suka memukul adalah karena ia belum bisa mengutarakan amarahnya dengan kata-kata. Oleh karenanya, Anda perlu mengajarinya cara untuk berkomunikasi.Dengan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, anak akan belajar untuk mengekspresikan amarahnya menggunakan kata-kata, bukan kekerasan fisik.

9. Datang ke psikolog atau dokter

Jika berbagai cara mengatasi anak suka memukul di atas tidak membuahkan hasil, mungkin sudah saatnya Anda membawa anak ke psikolog atau dokter anak.Nantinya, dokter anak atau psikolog dapat mengevaluasi penyebab anak suka memukul dan membantu Anda mencari solusinya.Terkadang, kebiasaan anak suka memukul dapat disebabkan oleh kondisi medis, seperti gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas alias attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).Anak-anak yang mengalami keterlambatan perkembangan dan kognitif juga bisa berperilaku agresif karena mereka kesulitan mengontrol emosinya. Inilah pentingnya datang ke dokter anak atau psikolog untuk mengetahui penyebab anak suka memukul dan berperilaku agresif.

Catatan dari SehatQ

Jika anak suka memukul, Anda harus segera mencari jalan keluarnya. Jika dibiarkan, ditakutkan perilaku agresif ini dapat terbawa hingga dewasa.Bagi Anda yang memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
tips parentingparenting stressgaya parenting
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/toddler-hitting
Diakses pada 5 April 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-should-i-do-when-my-child-hits-me-1095004#:~:text=Frame%20your%20rules%20in%20a,firmly%20say%2C%20%E2%80%9CNo%20hitting.
Diakses pada 5 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait