Cara Diet Sehat untuk Remaja yang Perlu Diperhatikan Orangtua

(0)
19 Apr 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Diet sehat untuk remaja harus diperhatikan orangtuaDiet sehat untuk remaja bermanfaat bagi pertumbuhannya
Remaja masih menjalani masa pertumbuhan. Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk memberinya asupan yang sehat dan bergizi seimbang untuk mengoptimalkan pertumbuhannya. Sayangnya, tidak semua orangtua mengetahui seperti apa diet sehat untuk remaja.Masalah ini bisa diperparah dengan kebiasaan remaja mengonsumsi makanan sembarangan, terutama di luar rumah. Makanan-makanan tidak sehat, seperti junk food, makanan yang digoreng, berlemak, atau pedas, dan minuman-minuman manis, kerap menjadi favorit remaja.

Diet sehat untuk remaja

Diet sehat untuk remaja bertujuan untuk mewujudkan pertumbuhan yang ideal dan senantiasa menjaga kesehatannya. Berbagai nutrisi pun dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan remaja. Berikut adalah sejumlah tips diet sehat untuk remaja yang bisa Anda terapkan pada anak.

1. Makan tiga kali sehari

Sebagian remaja kerap melewatkan sarapan atau makan malam. Padahal dalam diet sehat remaja direkomendasikan makan tiga kali sehari, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.Selain memastikan anak remaja makan tiga kali sehari, Anda bisa memberikan mereka camilan sehat, seperti buah-buahan, sayur-mayur, cokelat hitam, smoothie, yogurt, atau keju cottage. Anda harus pintar dalam mengkreasikan makanan maupun camilan sehat untuk remaja supaya mereka tidak cepat bosan.

2. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang

makanan sehat dan bergizi seimbang
Sajikan makanan sehat dan bergizi seimbang untuk anak remaja
Diet sehat untuk remaja idealnya meliputi makanan bergizi seimbang dan padat nutrisi. Remaja harus lebih banyak mengonsumsi sayur-mayur, buah-buahan, biji-bijian, protein rendah lemak, dan susu rendah atau bebas lemak.Departemen Pertanian Amerika Serikat merekomendasikan bahwa remaja harus mengonsumsi 45-65 persen karbohidrat, 25-35 persen lemak, dan 10-30 persen protein. Berikut asupan yang bisa Anda masukkan ke dalam diet sehat remaja:
  • Protein, misalnya kacang merah, kacang kedelai, kacang polong, daging, unggas, makanan laut, dan biji-bijian
  • Karbohidrat, misalnya nasi merah, roti gandum, nasi shirataki, sayur-mayur dan buah-buahan, serta pasta gandum
  • Lemak sehat, misalnya alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, telur, ikan berlemak, dan yogurt.

3. Hindari asupan tidak sehat

Diet sehat untuk remaja juga melibatkan pembatasan konsumsi makanan cepat saji, makanan olahan, makanan dengan tambahan gula, makanan yang mengandung lemak tidak sehat, dan makanan dengan garam berlebih. Contohnya, permen, kue, keripik, kentang goreng, burger, hingga minuman bersoda. Terlalu banyak mengonsumsi makanan tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas dan masalah kesehatan lainnya.

4. Makan dalam porsi yang cukup

Tips diet untuk remaja yang tak kalah penting adalah memerhatikan porsi makanan yang dikonsumsi. Makan terlalu banyak dapat memicu obesitas, sedangkan terlalu sedikit bisa menyebabkan kekurangan nutrisi. Jadi, pastikan remaja makan dalam porsi yang cukup.

5. Minum cukup air putih 

minum air putih
Remaja harus minum air putih dengan cukup
Bukan hanya makanan, asupan cairan juga perlu diperhatikan dalam diet sehat remaja. Berbagai aktivitas yang dilakukan mungkin membuat anak remaja lupa minum air putih. Hal ini tentunya harus dihindari. Pastikan remaja minum cukup air putih dengan membawa botol minum sendiri saat ke sekolah atau melakukan kegiatan lainnya. Selain itu, anak remaja juga bisa mengonsumsi susu rendah lemak yang kaya akan kalsium karena baik untuk perkembangan tulangnya. Hindari terlalu sering mengonsumsi minuman dengan gula tambahan karena dapat mengganggu kesehatan. 

Bahaya diet yang salah pada remaja

Jika dilakukan dengan tepat, diet sehat untuk remaja tentunya akan memberi banyak manfaat. Akan tetapi, pola diet yang salah justru akan mendatangkan masalah untuk remaja. Apalagi remaja cenderung berisiko mengalami gangguan makan, seperti bulimia atau anoreksia, yang bisa berdampak buruk terhadap perkembangannya. Selain itu, pola diet yang salah juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti sembelit, diare, anemia, asam lambung, dan lainnya.Jadi, orangtua harus benar-benar memerhatikan pola makan anaknya dengan baik. Ada baiknya jika diet sehat untuk remaja diikuti dengan gaya hidup aktif. Jangan sampai ia banyak berdiam diri di depan layar gawainya. Ajak anak berolahraga atau anjurkan ia berjalan kaki jika jarak sekolah dengan rumah cukup dekat.Berbagai kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, membangun tulang dan persendian, dan meningkatkan kebugaran tubuh. Selain itu, pastikan remaja juga tidur dengan cukup agar bangun dengan kondisi yang prima.Bagi Anda yang ingin bertanya lebih lanjut seputar diet sehat untuk remaja, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips dietmakanan dietnutrisi anakanak praremaja
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/healthy-diets-for-teens#summary
Diakses pada 05 April 2021
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/teens/healthy-lifestyle/daily-food-guides/nutrition-healthy-food-teens
Diakses pada 05 April 2021
Web MD. https://www.webmd.com/food-recipes/features/feeding-your-teenager
Diakses pada 05 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait