Begini Cara Cuci Sepatu yang Benar di Rumah Agar Kaki Bebas Bau

(0)
Cuci sepatu agar kaki tidak bau akibat jamurCuci sepatu cegah bakteri dan virus penyebab penyakit
Cuci sepatu harus rutin dilakukan agar tidak cepat rusak. Sebab, sepatu yang kita pakai selalu melindungi kaki dari berbagai macam kotoran dan debu saat menginjak berbagai permukaan.Selain agar awet, rutinitas mencuci sepatu juga sekaligus mencegah bau pada kaki. Ya! Bau tidak sedap bisa saja menyeruak dari kaki Anda jika terus-terusan memakai sepatu yang lembap karena keringat. Sepatu yang kotor dan lembap adalah hunian ideal bagi bakteri.Seperti apa cara cuci sepatu yang benar?

Cara cuci sepatu yang baik dan benar sesuai jenis sepatunya

Tidak cuci sepatu berisiko terkena diare
Cuci sepatu terbukti menghindari kaki kita dari risiko beragam penyakit.Penelitian yang terbit pada Journal of Applied Microbiology menemukan, sepatu yang dikenakan sehari-hari ternyata terkontaminasi berbagai ragam bakteri, seperti Clostridium difficile, Salmonella, hingga E. coli.Bakteri-bakteri ini diketahui dapat menyebabkan penyakit pada saluran pencernaan, seperti diare hingga tifus. Risiko Anda terjangkit penyakit ini meningkat jika Anda selalu memegang sepatu yang kotor, kemudian tidak mencuci tangan.Oleh karena itu, sepatu juga harus dibersihkan. Namun, cara cuci sepatu pun harus hati-hati. Cara pencucian yang tidak tepat justru membuat sepatu menjadi rusak. Perlu diketahui, setiap jenis dan bahan sepatu membutuhkan perlakuan yang berbeda.Beginilah cara mencuci sepatu berdasarkan bahan yang digunakan:

1. Nilon

Baking soda ampuh hilangkan noda membandel
Siapkan bahan dan peralatan berikut:
  • Sikat gigi.
  • Sikat pakaian lembut.
  • Baking soda.
  • Cuka.
  • Mangkuk kecil.
  • Handuk halus.
  • Air.
Ikuti langkah-langkah mencuci sepatu dengan bahan nilon ini:
  • Campur baking soda dengan cuka dengan perbandingan 1:1 ke dalam mangkuk kecil.
  • Sikat sepatu dengan campuran baking soda dan cuka. Jika ada bagian yang sulit dijangkau, gunakan sikat gigi.
  • Diamkan sepatu selama 15 menit, lalu lap sepatu dengan handuk halus yang lembap.
  • Keringkan di udara terbuka.

2. Kulit dan kulit sintetis

Pilih deterjen lembut agar tidak merusak kulit
Untuk cuci sepatu bahan kulit maupun kulit imitasi, siapkan bahan dan peralatan berikut:
  • Mangkuk kecil.
  • 2 handuk halus.
  • Deterjen lembut.
  • Air hangat.
Ikuti langkah-langkah mencuci sepatu bahan kulit maupun kulit sintetis ini:
  • Rendam handuk dengan air hangat yang sudah diberi deterjen lembut.
  • Peras handuk yang sudah direndam, lalu lap bagian sepatu yang kotor dengan handuk tersebut.
  • Gunakan handuk lain yang sudah direndam dalam air dan diperas untuk menghilangkan sisa deterjen.
  • Keringkan sepatu di udara terbuka.

3. Bahan rajut

Sabun batang lembut mampu bersihkan sepatu bahan rajut
Siapkan bahan dan peralatan berikut:
  • Dua kain lembut.
  • Sabun batang atau sabun mandi lembut.
  • Air dingin.
Ikuti langkah-langkah cuci sepatu bahan rajut ini:
  • Rendam handuk ke dalam air dingin yang sudah dicampur dengan sabun batang atau sabun mandi yang lembut.
  • Peras kain yang sudah direndam, gosok sepatu dengan kain tersebut hingga bersih.
  • Lap sisa sabun dengan kain yang sudah direndam dengan air dingin dan diperas.
  • Keringkan dengan cara diangin-anginkan.

4. Sepatu kanvas

Gunakan sikat untuk menjangkau sela-sela sepatu kanvas
Siapkan bahan dan peralatan berikut:
  • Sikat gigi.
  • Sikat lembut.
  • Baking soda.
  • Air hangat.
  • Handuk.
Ikuti langkah-langkah mencuci sepatu kanvas ini:
  • Campur air hangat dengan baking soda dengan perbandingan 1:1 hingga membentuk pasta kental.
  • Celup sikat gigi ke campuran baking soda, sikat sepatu hingga bersih.
  • Biarkan sepatu kering bersamaan dengan baking soda yang masih menempel.
  • Jika sudah kering, lap sisa baking soda dengan handuk yang sudah direndam dan diperas.

Cara mencuci sol sepatu bagian dalam dan tali

Bagian dalam sepatu perlu dicuci dan disemprot disinfektan
Selain sisi luar sepatu, bagian dalam sepatu juga perlu dibersihkan. Sebab, bagian dalam sepatulah yang langsung kontak dengan kaki kita. Bahkan, bagian ini harus lebih higienis.Begitu juga dengan tali sepatu. Meski di bagian luar, tali sepatu pun tetap perlu mendapat perlakuan khusus. Hal ini karena tali sepatu memiliki ukuran yang lebih kecil dan simpul tali sepatu memungkinkan kotoran terselip di dalam sela-sela simpul. Jadi, tali sepatu harus dibersihkan terpisah dari sepatu.

1. Cara cuci bagian dalam sepatu

Siapkan bahan dan peralatan berikut:
  • Air hangat.
  • Deterjen lembut.
  • Sikat.
  • Sikat gigi.
  • Lap lembut.
Ikuti langkah-langkah mencuci sepatu bagian dalam ini:
  • Rendam sikat ke dalam air hangat yang sudah dicampur deterjen lembut.
  • Sikat bagian dalam sepatu dengan air deterjen.
  • Gunakan sikat gigi untuk bagian dalam sepatu yang sulit dijangkau.
  • Usap dengan lap lembut yang sudah direndam di air dan diperas agar sisa deterjen hilang.
Tidak hanya bakteri, bagian sol dalam pun juga berisiko terkontaminasi virus. Untuk itu, diperlukan disinfektan setelah mencuci sepatu agar virus di dalam sepatu ikut teratasi. Caranya sederhana, semprotkan disinfektan bagian dalam sepatu dengan pilihan disinfektan di bawah ini:

2. Cara cuci tali sepatu

Caption
Siapkan bahan dan peralatan berikut:
  • Deterjen.
  • Sikat gigi.
  • Air.
  • Tas jaring mesin cuci.
  • Ember (opsional).
Ikuti langkah-langkah mencuci tali sepatu ini:
  • Lepaskan tali sepatu dari sepatu.
  • Basahi tali sepatu di bawah air yang mengalir agar kotoran tidak menempel lagi. Alternatifnya, gunakan sikat gigi.
  • Bersihkan noda dengan deterjen, lalu gosok-gosok dengan tangan.
  • Masukkan tali sepatu ke dalam tas jaring mesin cuci agar tali sepatu tidak terbelit.
  • Larutkan deterjen ke dalam air, masukkan tali sepatu yang sudah berada di dalam tas mesin cuci ke dalam larutan air dan deterjen.
  • Rendam tali sepatu selama menit.
  • Keluarkan tali sepatu dari tas jaring mesin cuci, lalu bilas dengan air mengalir atau direndam sambil diremas di dalam air bersih.
  • Gantung tali sepatu hingga kering.

Tips menyimpan sepatu

Sepatu berjamur sebabkan bau kaki
Tidak hanya cara mencuci sepatu, mengetahui cara menyimpan sepatu setelah dicuci pun penting. Hal ini bertujuan agar sepatu tidak bau apek. Selain itu, sepatu pun menjadi tidak mudah rusak.Dalam hal ini, untuk menghindari keduanya, yang harus dilakukan adalah menjaga sepatu agar terhindar dari kelembapan. Sebab, kelembapan membuat bakteri dan jamur mudah berkembang.Hal ini pun dibuktikan pada temuan yang terbit pada jurnal International Journal of Indoor Environment and Health. Riset ini menunjukkan, selama satu minggu, pertumbuhan jamur di tempat yang lembap bahkan meningkat sebesar 27,5 kali lebih pesat.Kelembapan pun mampu merusak sol sepatu, seperti yang ditunjukkan riset pada jurnal Satra Bulletin. Riset ini menunjukkan, sol sepatu terbuat dari material bernama polyurethane (PU). Saat terpapar kelembapan, termasuk kelembapan udara, polyurethane menjadi “pecah” sehingga sol sepatu perlahan rusak. Proses ini disebut dengan hidrolisis.Berikut ini tips menyimpan sepatu setelah dicuci agar tidak lembap dan apek:
  • Letakkan silica gel, di dalam sepatu untuk menghilangkan kelembapan agar menghambat pertumbuhan jamur.
  • Gunakan kertas bebas asam untuk menjaga keadaan kelembapan udara di sekitar sepatu sehingga tidak cepat rusak.
  • Pilih tempat penyimpanan sepatu yang tahan dengan kelembapan.
  • Jaga suhu udara agar tidak terlalu rendah untuk menghindari kelembapan yang tinggi.
  • Gunakan pengganjal sepatu saat disimpan dalam jangka pendek agar bentuk sepatu senantiasa terjaga dan jamur tidak mudah tumbuh. Sebab, gravitasi turut memengaruhi pertumbuhan jamur.

Catatan dari SehatQ

Cuci sepatu penting dilakukan untuk menghindari tubuh dari paparan bakteri dan virus penyebab penyakit dan bau kaki. Sayangnya, cara cuci sepatu yang tidak tepat justru bisa merusak sepatu. Maka itu, perhatikan bahan saat mencuci sepatu karena beda bahan, beda pula cara mencucinya.Jika Anda mengalami bau kaki yang persisten meski sudah rajin mencuci sepatu, segera konsultasi ke dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
infeksi bakteriinfeksi jamurkaki
Journal of Applied Microbiology. https://sfamjournals.onlinelibrary.wiley.com/doi/epdf/10.1111/jam.13250 (Diakses pada 24 September 2020)Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/ecoli/index.html (Diakses pada 24 September 2020)Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/salmonella/general/index.html (Diakses pada 24 September 2020)Self. https://www.self.com/story/how-to-clean-sneakers-depending-on-material (Diakses pada 24 September 2020)Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/how-to-disinfect-shoes (Diakses pada 24 September 2020)Family Handyman. https://www.familyhandyman.com/article/two-ways-to-clean-shoelaces/ (Diakses pada 24 September 2020)International Journal of Indoor Environment and Health. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/ina.12313 (Diakses pada 24 September 2020)Satra Bulletin. https://www.secutex.com/wp-content/uploads/2020/01/Satra-bulletin-hydrolysis-testing-vs.-real-life-stability.pdf (Diakses pada 24 September 2020)The Footwear Academy. https://www.thefootwearacademy.com/how-to-store-shoes-long-term-to-prevent-mold (Diakses pada 24 September 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait