Bingung Bedakan Obat Asli atau Palsu? Begini Cara Cek Obat di BPOM Online!

(0)
Cek obat di BPOM berguna sebagai cara cek obat asli atau palsuCek obat di BPOM bisa dilakukan melalui aplikasi maupun mengakses situs resmi
Cek obat di laman BPOM penting untuk mengetahui apakah obat sudah lolos izin edar atau belum. Sebab, peredaran obat-obatan palsu bukan lagi berita baru di Indonesia. Selain itu, bukan tidak mungkin jika suatu produk obat yang dijual bebas di pasaran memiliki kandungan berbahaya dan belum teruji efektivitasnya secara medis. Mungkin juga, jumlah takaran atau dosis kandungan dalam obat tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Hal ini tentu dapat mempertaruhkan kesehatan kita. Di sinilah tugas BPOM untuk memudahkan masyarakat cek obat asli atau palsu. Tugas BPOM ini sudah sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 80 tahun 2017, yaitu BPOM mengawasi dan mengizinkan peredaran obat serta suplemen sejak sebelum masa produksi dan pendistribusiannya.

Cara cek obat BPOM lewat metode KLIK

Perhatikan kondisi kemasan dan informasi pada label obat
“Cek KLIK” adalah program yang digalakkan oleh BPOM sebagai cara cek keaslian obat dan untuk memastikan apakah nomor registrasi obat benar-benar sudah terdaftar.Cek KLIK adalah pemeriksaan menyeluruh dari bentuk fisik kemasan, kelengkapan informasi obat yang tersedia pada kemasan, hingga kondisi obatnya itu sendiri.Cara cek BPOM dengan KLIK bisa Anda lakukan dengan mengamati:

K, Kemasan

Pastikan kemasan produk dalam keadaan baik, tidak berlubang, sobek, penyok, karatan, warna kemasan tidak pudar atau luntur, tidak lembek karena lembap, dan lain-lain.

L, Label

Informasi pada label harus mencantumkan kategori obat
Perhatikan informasi produk yang tertera pada label dengan cermat. Pastikan produk tersebut secara jelas mencantumkan:
  • nama produk (merek atau jenis obat).
  • daftar komposisi atau bahan aktif (misalnya ibuprofen, asam mefenamat, alkohol 70%).
  • kategori obat (misalnya ‎ekspektoran, antibiotik, atau antihistamin).
  • kegunaan obat (misalnya, menurunkan demam, mengencerkan dahak, mengobati sakit kepala).
  • Peringatan (kontraindikasi) dan interaksi obatbagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang sedang konsumsi obat lain.
  • Dosis dan aturan pakai obat
  • Informasi lainnya, seperti anjuran penyimpanan, tanggal produksi, serta tanggal kedaluwarsa obat.

I, Izin Edar

Pastikan produk obat memiliki izin edar yang ditunjukkan dengan nomor registrasi berupa rangkaian huruf dan angka.Jika setelah Anda cek, produk obat tersebut tidak mencantumkan nomor registrasi BPOM, ini patut dicurigai. Sebab setiap produk obat (bebas, obat bebas terbatas, dan obat keras) serta suplemen yang masuk dan didistribusikan secara legal di Indonesia harus melewati pemeriksaan BPOM.

K, Kedaluwarsa

Selalu cek kemasan untuk cari tanggal kedaluwarsa obat sebelum membeli. Pastikan obat tidak melewati masa kedaluwarsa.Obat yang sudah kedaluwarsa tidak lagi bekerja efektif sesuai fungsinya, dan malah mungkin membahayakan kesehatan karena komposisi kimia tertentu sudah berubah.

Cara cek nomor registrasi obat di website BPOM

Kini, cek nomor registrasi obat bisa melalui ponsel
Jika Anda sudah mengecek ada rangkaian huruf dan angka menyerupai kode registrasi BPOM, langkah selanjutnya adalah memastikan keasliannya. Sebab, bukan tidak mungkin ada oknum distributor nakal yang sengaja mengarang rangkaian nomor tersebut agar terlihat meyakinkan di mata awam.Cara cek nomor registrasi obat asli atau palsu ada dua cara yang bisa diakses pada laman BPOM maupun aplikasi BPOM Mobile, yaitu:

1. 2D Barcode

2D Barcode wajib dicantumkan di kemasan obat
Cara cek obat BPOM, termasuk cek nomor registrasi, nama obat, dan cek obat asli atau palsu, bisa dilakukan dengan memindai QR code yang tertera pada kemasan lewat aplikasi BPOM Mobile.Menurut Peraturan BPOM nomor 22 tahun 2018, 2D barcode memuat informasi obat sebagai berikut:
  • Nama produk.
  • Nomor Izin Edar.
  • Masa berlaku nomor Izin Edar.
  • Nama dan alamat Pelaku Usaha.
  • Kemasan.
BPOM mewajibkan produsen obat mencantumkan 2D barcode paling lambat dua tahun dari peraturan ini berlaku. Keberadaan 2D barcode bisa digunakan sebagai cara cek obat BPOM, termasuk cara cek obat asli atau palsu. Tidak adanya 2D barcode yang tercantum di kemasan berarti ada kemungkinan obat tersebut palsu.Akan tetapi, beberapa produsen obat palsu bisa sengaja mencantumkan 2D barcode imitasi yang tampak asli. Padahal jika dipindai menggunakan QR code, belum tentu barcode itu terdeteksi. Kemungkinan lainnya, barcode bisa terpindai tapi informasi yang keluar tidak sama dengan produk yang kita dapatkan.Ikuti langkah cara cek obat BPOM sebagai cara cek obat asli atau palsu dengan memindai 2D barcode di bawah ini:
  • Unduh dan buka aplikasi BPOM Mobile (sementara hanya tersedia untuk Android).
  • Pilih ikon Scan Produk.
  • Arahkan 2D barcode ke kamera. Pastikan tampilan 2D barcode memenuhi tampilan margin yang tertera di layar.
  • Jika tidak bisa, foto barcode dengan kamera ponsel lalu unggah foto dengan memilih ikon kamera yang muncul saat kita klik ikon Scan Produk.
Obat kemasan primer blister tidak perlu cantumkan barcode
Mungkin ada kalanya setelah Anda cek nomor registrasi dan yakin itu obat asli, tapi kemasannya tidak mencantumkan barcode. Lantas, apakah ini pasti obat palsu? Belum tentu jugua. BPOM merilis beberapa pengecualian jenis obat yang tidak perlu mencantumkan 2D barcode, yaitu:
  • Obat dengan volume 10 mililiter.
  • Obat kemasan primer blister, seperti pada obat maag tablet isi 10 yang beredar bebas.
  • Obat kemasan primer strip, seperti obat antibiotik tablet yang kerap diresep dokter.
  • Obat kemasan ampul.
  • Obat kemasan tube dengan berat bersih di bawah 10 gram.
  • Stick pack, seperti pada obat batuk sachet.
  • Supositoria (obat yang dimasukkan ke liang tubuh tertentu, seperti obat pencahar).
  • Catch cover, seperti pada bungkus terluar obat flu yang bisa didapat secara bebas.
  • Suplemen makanan, suplemen vitamin, dan/atau obat tradisional dengan volume di bawah 5 mililiter.
  • Suplemen makanan, suplemen vitamin, dan/atau obat tradisional kemasan tube dengan berat bersih di bawah 5 gram.
  • Label dengan luas permukaan kurang dan sama dengan 10 cm persegi.

2. Cek izin edar dengan memasukkan informasi tertera

Buka situs cekbpom.go.id untuk cek nomor registrasi melalui HP
Meski obat tidak memiliki barcode, Anda tetap bisa cek keasliannya lewat aplikasi BPOM Mobile ataupun ke situs cekbpom.go.id untuk:
  • Cek nomor registrasi obat.
  • Cek nama obat.
  • Cek merek obat.
  • Cek jumlah dan kemasan.
  • Cek bentuk sediaan.
  • Cek komposisi.
  • Cek nama pendaftar.
Sementara berdasarkan kategori pencarian, cara cek obat BPOM di aplikasi BPOM Mobile digunakan untuk:
  • Cek nomor registrasi.
  • Cek nama produk/nama dagang.
  • Nama produsen/pendaftar.
Caranya sederhana, masukkan informasi sesuai kategori pencarian yang tertera. Jika kita ingin mengetahui cara cek obat asli atau palsu berdasarkan nomor registrasi, masukkan kombinasi tiga huruf dan ikuti dengan 12 digit angka. Jika berupa obat tradisional ataupun suplemen, masukkan kombinasi dua huruf dan 9 angka yang mengikuti.Apabila hasil pencarian sesuai dengan obat yang diterima, baik nomor izin, nama, merek, kemasan, dan bentuk sediaan, sama, artinya sudah resmi lolos izin BPOM dan asli.Sebaliknya, jika tidak sesuai maupun tidak ada hasil pencarian yang muncul, maka obat bisa dikatakan palsu atau belum berizin BPOM.

Catatan dari SehatQ

Cara cek obat dan nomor registrasi BPOM bisa dilakukan dengan dua cara, yakni memindai barcode lewat aplikasi dan memasukkan informasi obat di situs cekbpom.go.id.Apabila semua informasi yang muncul pada situs atau aplikasi sudah sesuai dengan yang tertera pada kemasan, obat itu asli dan sudah lolos izin edar BPOM.Jika masih ragu dengan obat yang Anda dapatkan, Anda bisa konsultasi lebih lanjut ke dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
minum obatobat bebas terbatas
Peraturan Presiden Nomor 80 tahun 2017. https://www.pom.go.id/new/view/direct/function (Diakses pada 28 September 2020)Badan Pengawas Obat dan Makanan. https://www.pom.go.id/new/ (Diakses pada 28 September 2020)Badan Pengawas Obat dan Makanan https://jdih.pom.go.id/showpdf.php?u=EP8sFhXfwjV4aqjummNSqpiRY4ZMx4yBK5BjyB9jEdk%3D (Diakses pada 28 September 2020)Badan Pengawas Obat dan Makanan. http://cekbpom.pom.go.id/ (Diakses pada 28 September 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait