Cara Berobat Menggunakan BPJS Tidaklah Sulit, Ini Tahapannya

Urutan cara berobat menggunakan BPJS Kesehatan
Cara berobat menggunakan BPJS sebenarnya tidaklah sulit

Cara berobat menggunakan BPJS Kesehatan ternyata masih menjadi pertanyaan para peserta program jaminan kesehatan nasional (JKN). Sebab, bayangan yang muncul selama ini pastilah berisi birokrasi yang menyusahkan.

Selama ini, banyak pasien yang harus bolak-balik ke rumah sakit maupun instansi terkait agar bisa mendapatkan manfaat BPJS Kesehatan. Agar hal ini tidak terjadi pada Anda, maka pelajarilah tahapan untuk berobat dengan BPJS.

Memang, tidak semua orang akan berobat dengan tahapan yang sama. Sebab, proses tersebut tergantung dari banyak hal, termasuk keparahan penyakit yang diderita, lokasi fasilitas kesehatan, hingga ketaatan peserta BPJS membayar iuran bulanan.

Cara berobat menggunakan BPJS Kesehatan dan tahapannya

Untuk bisa mendapatkan layanan BPJS Kesehatan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah pembayaran iuran BPJS tiap bulannya. Jika masih terdapat tunggakan iuran BPJS, maka proses untuk mendapatkan layanan BPJS tentu akan berbeda.

Jika sudah memenuhi kewajiban pembayawan iuran, berikut ini urutan cara berobat menggunakan BPJS Kesehatan yang benar:

1. Kunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama

Saat mendaftar sebagai peserta JKN dari BPJS Kesehatan, Anda pasti sudah memilih fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes I). Fasilitas tersebut bisa berupa klinik pratama, Puskesmas, praktik pribadi dokter, maupun rumah sakit kelas D.

Fasilitas inilah yang perlu Anda datangi pertama kali, jika ingin berobat menggunakan BPJS Kesehatan. Sebab, BPJS menggunakan sistem rujukan berjenjang. Sehingga, semua perawatan akan dimulai di Faskes tingkat I, kecuali pada kondisi tertentu seperti gawat darurat atau kondisi lainnya.

Setelah sampai di Faskes tingkat I, petugas akan meminta kartu BPJS Anda untuk melihat identitas serta status keaktifan peserta. Kartu BPJS yang ditunjukkan tidak harus kartu fisik, tapi juga bisa berupa kartu digital yang terdapat di aplikasi mobile JKN.

Selanjutnya, berikut ini tahapan yang akan dilalui pasien untuk berobat menggunakan BPJS Kesehatan.

  • Pasien yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN oleh BPJS Kesehatan di faskes tersebut, dapat langsung mengisi formulir pemeriksaan dan menunggu giliran dipanggil.
  • Setelah dipanggil, pasien langsung masuk ke ruang pemeriksaan.
  • Jika penyakit dapat diatasi di Faskes tingkat I, dokter dapat langsung melakukan tindakan dan memberikan resep obat.
  • Setelah selesai, pasien dapat pulang dan menukarkan resep obat di apotek yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Apabila saat pemeriksaan, ternyata perlu dilakukan prosedur pemeriksaan tambahan penunjang lain seperti tes laboratorium atau foto rontgen, maka pasien dapat menjalaninya di faskes tersebut, atau institusi lain yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Setelah hasil pemeriksaan penunjang keluar, dokter akan kembali melihat kebutuhan pasien terhadap perawatan lanjutan di Faskes tingkat I dapat ditangani, atau malah harus dirujuk ke faskes tingkat selanjutnya.

Jika dapat ditangani dari Faskes tingkat 1, pasien dapat pulang. Namun jika pasien memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan spesialis, maka faskes I akan menerbitkan surat rujukan, untuk Anda gunakan saat pemeriksaan di faskes tingkat lanjutan.

2. Cara berobat menggunakan BPJS Kesehatan di faskes tingkat lanjutan

Untuk mendapatkan pelayanan di faskes tingkat lanjutan, Anda tidak bisa langsung datang tanpa membawa surat rujukan dari faskes tingkat pertama, kecuali dalam kondisi darurat. Faskes yang termasuk tingkat lanjutan adalah klinik utama, rumah sakit umum, dan rumah sakit khusus, baik milik pemerintah maupun swasta.

Berikut ini, tahapan cara berobat menggunakan BPJS Kesehatan di faskes tingkat lanjutan untuk pasien rawat jalan.

  • Membawa kartu peserta BPJS Kesehatan serta surat rujukan dari faskes tingkat pertama, lalu melakukan pendaftaran di faskes terkait.
  • Petugas akan memeriksa seluruh berkas dan menerbitkan Surat Elijibilitas Peserta (SEP). Surat tersebut kemudian akan dilegalisir oleh petugas BPJS Kesehatan.
  • Setelah peserta memiliki SEP yang telah dilegalisir, maka peserta bisa mulai mendapatkan pemeriksaan, perawatan, prosedur tindakan, maupun obat yang diperlukan.
  • Setelah perawatan selesai, peserta akan mendapatkan surat bukti pelayanan dari faskes tersebut.
  • Pasien yang berada dalam kondisi stabil, akan dirujuk kembali ke faskes tingkat I dengan surat rujuk kembali dari dokter spesialis atau subspesialis yang menangani.
  • Jika pasien masih memerlukan pemeriksaan lanjutan di poli lain, maka dokter atau petugas poli tersebut akan membuat surat rujukan internal untuk Anda bawa ke poli selanjutnya.
  • Jika pasien memerlukan pemeriksaan tambahan di faskes lanjutan lain, maka dokter atau petugas rumah sakit akan membuatkan surat rujukan eksternal, untuk Anda bawa ke faskes selanjutnya.
  • Apabila pasien masih memerlukan perawatan lanjutan di poli yang sama dan faskes lanjutan yang sama, maka dokter spesialis atau sub spesialis akan membuat surat keterangan yang menyatakan bahwa pasien masih dalam perawatan.
  • Jika dokter spesialis atau sub spesialis tidak memberikan surat keterangan perpanjangan perawatan atau surat rujuk balik ke faskes tingkat I, maka pada kunjungan selanjutnya, pasien perlu membawa surat rujukan yang baru dari faskes tingkat pertama.

Sementara itu untuk pasien rawat inap, BPJS Kesehatan dapat digunakan maksimal selama 3 hari atau 3x24 jam hari kerja, sejak masuk rumah sakit. Proses untuk mendapatkan perawatan di sana, sama dengan tahapan pada rawat jalan.

Cara berobat menggunakan BPJS Kesehatan saat kondisi darurat

Bagi pasien yang mengalami kondisi kegawatdaruratan medis, maka langkah-langkah di atas tidak perlu dilakukan sebelum mendapatkan perawatan. Menurut BPJS Kesehatan, peserta yang memerlukan perawatan gawat darurat dapa langsung memperoleh pelayanan di setiap fasilitas kesehatan, baik yang bekerja sama dengan BPJS, maupun yang tidak.

Peserta yang menerima perawatan darurat di faskes yang tidak bekerja sama dengan BPJS, akan segera dirujuk ke faskes yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Rujukan diberikan setelah kondisi gawat darurat berhasil diatasi dan pasien dalam kondisi stabil untuk dipindahkan.

Lalu, biaya perawatan gawat darurat tersebut akan ditagihkan faskes secara langsung ke BPJS Kesehatan, dan bukan ke peserta BPJS.

Setelah mengetahui cara berobat menggunakan BPJS, Anda jadi tidak perlu lagi untuk bolak-balik mengurus dokumen yang diperlukan. Jangan lupa untuk rutin membayar iuran BPJS, agar status kepesertaan Anda bisa terus aktif.

BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/arsip/view/5
Diakses pada 19 Desember 2019

BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/0455038740193d957326594ea0d87b5e.pdf
Diakses pada 19 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed