Cara Berkomunikasi yang Baik untuk Meningkatkan Hubungan

Mendengarkan orang lain saat berbicara adalah cara berkomunikasi yang benar
Menerapkan cara berkomunikasi dapat meningkatkan hubungan Anda dengan orang lain

Sejatinya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan sesamanya. Anda setiap hari pastinya berkomunikasi dengan teman kerja, keluarga, atau bahkan orang asing yang baru saja Anda kenal.

Berkomunikasi dengan baik akan sangat membantu Anda untuk bisa saling memahami satu sama lainnya, menghindari kesalahpahaman, dan tentunya membuat orang lain senang bercakap-cakap dengan Anda.

Bahkan bukan hanya itu, memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik bisa membuka peluang bisnis atau karir untuk Anda. Oleh karena itu, memiliki kemampuan komunikasi yang baik menjadi penting.

Cara berkomunikasi yang baik

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda coba sebagai cara berkomunikasi yang baik.

  • Diam dan dengarkan

Saat sedang berbicara dengan orang lain, Anda tidak hanya perlu membuka mulut, tetapi juga telinga. Saat lawan bicara sedang mengutarakan pemikirannya, jangan memotongnya tetapi diam dan dengarkan kalimat yang diucapkan.

Hal ini bukan hanya membuat Anda bisa berkonsentrasi mendengarkan apa yang dikatakan oleh lawan bicara Anda, tetapi juga membuatnya merasa dihargai.

  • Fokus saat sedang mendengarkan

Cara berkomunikasi yang baik merupakan gabungan dari mendengarkan dan menanggapi, tetapi seringkali Anda mungkin kurang melatih kemampuan mendengarkan Anda.

Anda mungkin pernah menyadari bahwa Anda sering melamun saat seseorang sedang berbicara. Padahal, mendengarkan lawan bicara berarti benar-benar fokus pada apa yang dibicarakan dan tidak memikirkan hal-hal lainnya.

  • Cari tahu apa yang sebenarnya ingin sampaikan

Terkadang orang lain belum tentu bisa memberitahukan isi pikiran dan perasaan dengan lancar. Salah satu cara berkomunikasi yang baik adalah mencari tahu apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh lawan bicara Anda.

Anda dapat meminta lawan bicara untuk mengulang kembali perkataannya lebih jelas ataupun menanyakan bagian ucapannya yang tidak dimengerti.

  • Perhatikan gestur tubuh lawan bicara

Berkomunikasi dengan orang lain juga meliputi memperhatikan gestur tubuh dari lawan bicara Anda. Hal ini penting karena sebagian besar komunikasi kita menggunakan bentuk non-verbal. Gestur tubuh orang lain dapat menampilkan bagaimana pemikiran atau perasaan lawan bicara terhadap Anda.

Misalnya, melipat lengan menunjukkan bahwa lawan bicara merasa defensif atau kurangnya kontak mata menandakan bahwa orang tersebut tidak tertarik melanjutkan pembicaraan dengan Anda.

Jangan lupa untuk memperhatikan juga gestur tubuh Anda, karena lawan bicara juga dapat menganalisis Anda melalui gestur tubuh yang ditampilkan.

  • Terbuka dan jujur

Salah satu kunci cara berkomunikasi yang baik adalah dengan menjadi terbuka dan jujur dalam menyampaikan pemikiran serta perasaan Anda.

Tidak mengungkapkan yang sebenarnya tidak hanya merusak kepercayaan orang lain terhadap Anda, tetapi juga membuat orang lain tidak ingin terbuka dan berbicara lagi dengan Anda.

Bila Anda baru saja berkenalan dengan orang baru, sampaikan saja hal-hal benar yang memang tidak masalah jika diberitahukan kepada orang lain daripada mengarang-ngarang kisah hidup yang tidak benar.

  • Menghargai apa yang disampaikan

Selalu hargai tiap perkataan, pemikiran, perasaan, maupun masukan dari orang lain, karena semua orang memiliki perspektifnya masing-masing. Jangan hanya menuntut agar pendapat Anda dihargai, tetapi hargailah juga pendapat orang lain.

  • Sisipkan humor

Anda tidak perlu menjadi orang yang lucu atau selalu melontarkan lelucon, tetapi Anda dapat sesekali menyisipkan humor ke dalam percakapan dengan orang lain untuk membuat diskusi menjadi lebih menyenangkan. Untuk menambah perbendaharaan humor, Anda bisa membaca buku atau menonton film dan video komedi.

  • Mencari solusi jika ada masalah

Saat ada masalah, jangan saling menyalahkan. Cara berkomunikasi yang baik berpusat pada mencari solusi yang terbaik dan melakukannya.

Fokus pada pemecahan masalah dan berbaikanlah setelah konflik selesai, seperti meminta maaf, berpelukan, dan sebagainya.

  • Jangan terbawa emosi

Mudah untuk terbawa emosi saat Anda sedang berdebat atau berdiskusi dengan sengit. Namun, membicarakan suatu hal dengan emosi justru tidak akan memberikan jalan keluar, Anda justru akan terus mengeluhkan atau menekankan pemikiran yang dimiliki.

  • Pusatkan pada masalah yang dibahas

Terkadang Anda dan lawan bicara yang sudah terbawa emosi akan terus komplain dengan satu sama lainnya dan malah membahas masalah lain yang tidak berhubungan dengan fokus masalah saat itu.

Pastikan bahwa Anda tidak melenceng dari masalah yang sedang dibahas. Jika lawan bicara membahas perkara yang lain, sampaikan kepadanya untuk fokus pada masalah yang sedang dihadapi sekarang ini.

  • Jangan takut kompromi

Saat sedang dalam perdebatan atau diskusi, Anda akan cenderung mempertahankan pendapat yang dimiliki karena merasa bahwa pemikiran tersebutlah yang benar. Namun, Anda juga harus paham bahwa tidak semua orang memiliki perspektif yang sama.

Cara berkomunikasi yang baik mampu mempertahankan suatu hubungan, karenanya jangan takut untuk berkompromi atau mencari jalan tengah yang dapat mentoleransi pendapat masing-masing orang.

  • Ingat bahwa Anda tidak dapat mengendalikan orang lain

Jangan memaksa orang lain ketika jalan kompromi tidak tercapai. Orang lain tidak bisa mengendalikan Anda begitupun juga Anda yang tidak dapat mengatur orang lain.

Ketika solusi tidak didapatkan dan lawan bicara tetap ngotot, maka tidak ada salahnya untuk membahas masalah tersebut di lain waktu atau memutuskan untuk melakukannya dengan cara masing-masing.

Catatan dari SehatQ

Cara berkomunikasi yang baik memang tidak semudah itu untuk diterapkan, tetapi secara perlahan Anda akan mulai bisa terbiasa melakukannya.

Bila Anda memiliki masalah dalam berkomunikasi dengan orang lain yang mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, jangan malu untuk berdiskusi dengan psikolog atau psikiater.

Psych Central. https://psychcentral.com/blog/9-steps-to-better-communication-today/
Diakses pada 30 Januari 2020

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/may-i-have-your-attention/201702/six-tips-better-communication
Diakses pada 30 Januari 2020

Artikel Terkait