logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Sex & Relationship

Bisakah Alergi Sperma Sembuh? Ini Penjelasannya

open-summary

Alergi sperma saat berhubungan seks dapat menimbulkan gejala seperti gatal, bengkak, dan terbakar di sekitar kemaluan. Salah satu cara berhubungan yang baik agar alergi sperma tidak muncul adalah menggunakan kondom.


close-summary

27 Jun 2019

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Menggunakan kondom dapat mencegah alergi sperma muncul saat berhubungan seksual

Seminal plasma hypersensitivity atau alergi sperma bisa mengganggu keharmonisan hubungan seksual

Table of Content

  • Cara berhubungan yang baik agar alergi sperma tidak muncul
  • Apakah alergi sperma bisa sembuh?

Seminal plasma hypersensitivity atau alergi sperma merupakan kondisi yang jarang terjadi. Kasus alergi sperma sebagian besar menimpa wanita berusia 20 tahunan. Wanita yang memiliki alergi sperma bisa mengalami gejala, seperti gatal-gatal, bengkak, dan sensasi terbakar di kemaluannya. Bahkan, dalam kasus yang parah bisa menyebabkan kesulitan bernapas.

Advertisement

Gejala seminal plasma hypersensitivity biasanya akan semakin memburuk setelah melakukan hubungan seks pertama. Lalu, adakah cara yang bisa dilakukan agar alergi sperma tidak muncul ketika berhubungan intim? Dan mungkinkah alergi sperma sembuh?

Cara berhubungan yang baik agar alergi sperma tidak muncul

Untuk menghindari kemunculan alergi sperma, penderitanya perlu menghindari kontak dengan pemicu alergi, yakni sperma pasangan. Berikut cara berhubungan yang baik untuk mencegah kemunculan alergi sperma:

1. Menggunakan kondom

Salah satu cara terbaik untuk mencegah alergi sperma muncul saat berhubungan adalah dengan menggunakan kondom. Alat ini akan melindungi penderita alergi sperma dari paparan air mani yang bisa memicu reaksi alergi.

Selain itu, dengan menggunakan kondom, seseorang bisa memastikan apakah ia benar-benar menderita alergi sperma atau tidak. Karena jika sudah menggunakan kondom, seharusnya gejala alergi tidak muncul. Namun, jika gejala alergi tetap muncul, maka penderitanya mungkin menderita kondisi lain, misalnya infeksi jamur.

2. Mengeluarkan sperma di luar vagina

Selain menggunakan kondom, cara berhubungan yang baik lainnya adalah dengan mengeluarkan penis dari vagina setiap kali pasangan akan ejakulasi. Tindakan ini akan mencegah seseorang terkena sperma sehingga kemunculan alergi bisa dicegah.

Mengalami alergi sperma mungkin bisa membuat hubungan intim menjadi kurang nikmat. Selain cara di atas, kondisi alergi sperma harus ditangani dengan tepat guna mencegah timbulnya reaksi alergi yang berbahaya.

Baca Juga

  • 5 Cara Mengatasi Batuk karena Alergi Paling Ampuh
  • Ingin Sulam Bibir? Perhatikan Cara Pengerjaan dan Risiko Efek Samping di Baliknya
  • Serangkaian Fungsi Exhaust Fan dan Manfaatnya bagi Penghuni Rumah

Apakah alergi sperma bisa sembuh?

Dilansir dari Web MD, sebetulnya, alergi sperma dapat disembuhkan dengan perawatan yang tepat. Di mana penderita membutuhkan hubungan seks yang sering agar meningkatkan ketahanannya terhadap sperma. Dokter mungkin akan merekomendasikan dua cara ini:

1. Suntikan alergi

Suntikan alergi akan meningkatkan ketahanan terhadap alergi sperma. Sebelum melakukan hubungan seks, seseorang bisa mendapatkan perawatan suntikan alergi ini. Tidak hanya dapat mencegah alergi muncul, hubungan seks dengan pasangan juga akan lebih nyaman tanpa dibayangi kekhawatiran.

2. Intravaginal seminal graded challenge

Dalam tindakan ini, dokter akan meletakkan cairan sperma encer ke dalam vagina setiap 20 menit atau lebih. Proses ini akan terus dilakukan berulang kali dengan jumlah yang terus meningkat hingga penderitanya tahan saat terkena sperma dan gejala tidak lagi muncul. Setelah proses ini dilakukan, penderita alergi sperma harus tetap menjaga ketahanan vagina saat terkena sperma, yaitu dengan cara berhubungan seks setiap 48 jam sekali.

Dikatakan bahwa wanita yang alergi terhadap sperma bisa disembuhkan melalui intensitas hubungan seks yang sering. Namun, jangan mencobanya tanpa konsultasi pada dokter terlebih dahulu untuk mencegah risiko-risiko buruk pada tubuh penderitanya.

Kedua cara di atas mengharuskan penderita alergi dan pasangannya melakukan hubungan seksual sebanyak dua atau tiga kali dalam seminggu. Jika tidak sering melakukan hubungan seks, maka alergi akan muncul kembali karena penderita alergi kembali rentan terhadap sperma.

Akan tetapi, dalam melakukan kedua cara ini, pasien harus mendapat pengawasan dokter untuk mencegah kemungkinan reaksi parah yang muncul. Tanpa pengawasan yang tepat, hubungan seks bisa berbahaya bagi penderita alergi sperma.

Bagi Anda yang ingin bertanya lebih lanjut seputar alergi sperma, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

alergiseminal plasma hypersensitivity

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved