Adakah Cara Berhubungan yang Baik agar Alergi Sperma Tidak Muncul?

Menggunakan kondom dapat mencegah alergi sperma muncul saat berhubungan seksual
Seminal plasma hypersensitivity atau alergi sperma bisa mengganggu keharmonisan hubungan seksual

Seminal plasma hypersensitivity atau alergi sperma merupakan kondisi yang jarang terjadi. Kondisi ini sebagian besar menimpa wanita berusia 20 tahunan. Wanita yang memiliki alergi sperma bisa menunjukkan gejala, seperti gatal-gatal, bengkak, dan rasa terbakar di kemaluannya. Bahkan, dalam kasus yang parah bisa menyebabkan kesulitan bernapas.

Gejala seminal plasma hypersensitivity biasanya akan semakin memburuk setelah melakukan hubungan seks pertama. Lalu, adakah cara yang bisa dilakukan agar alergi sperma tidak muncul ketika berhubungan?

Cara berhubungan yang baik agar alergi sperma tidak muncul

Untuk menghindari kemunculan alergi sperma, penderitanya perlu menghindari kontak dengan air main. Berikut cara berhubungan yang baik untuk mencegah kemunculan alergi sperma:

1. Menggunakan kondom

Salah satu cara terbaik untuk mencegah alergi sperma muncul saat berhubungan adalah dengan menggunakan kondom. Alat ini akan melindungi penderita alergi sperma dari paparan air mani yang bisa memicu reaksi alergi.

Selain itu, dengan menggunakan kondom, seseorang bisa memastikan apakah ia benar-benar menderita alergi sperma atau tidak. Karena jika sudah menggunakan kondom, seharusnya gejala alergi tidak muncul. Namun, jika gejala alergi tetap muncul, maka penderitanya mungkin menderita kondisi lain.

2. Mengeluarkan sperma di luar vagina

Selain menggunakan kondom, cara berhubungan yang baik lainnya adalah dengan mengeluarkan penis dari vagina setiap kali pasangan akan ejakulasi. Tindakan ini akan mencegah seseorang terkena sperma sehingga kemunculan alergi bisa dicegah.

[[artikel-terkait]]

Meningkatkan Ketahanan Terhadap Alergi Sperma

Selain melakukan tindakan di atas, penderita alergi sperma juga dapat berobat ke rumah sakit terdekat. Dokter mungkin akan merekomendasikan dua cara ini:

1. Suntikan alergi

Suntikan alergi akan meningkatkan ketahanan terhadap alergi sperma. Sebelum melakukan hubungan seks, seseorang bisa mendapatkan perawatan suntikan alergi ini. Tidak hanya dapat mencegah alergi muncul, hubungan seks dengan pasangan juga akan lebih nyaman tanpa dibayangi kekhawatiran.

2. Intravaginal seminal graded challenge

Dalam tindakan ini, dokter akan meletakkan cairan sperma encer ke dalam vagina setiap 20 menit atau lebih. Proses ini akan terus dilakukan berulang kali dengan jumlah yang terus meningkat hingga penderitanya tahan saat terkena sperma dan gejala tidak lagi muncul. Setelah proses ini dilakukan, penderita alergi sperma harus tetap menjaga ketahanan vagina saat terkena sperma, yaitu dengan cara berhubungan seks setiap 48 jam sekali.

Dikatakan bahwa wanita yang alergi terhadap sperma bisa disembuhkan melalui intensitas hubungan seks yang sering. Namun, jangan mencobanya tanpa konsultasi pada dokter terlebih dahulu untuk mencegah risiko-risiko buruk pada tubuh penderitanya.

Kedua cara di atas mengharuskan penderita alergi dan pasangannya melakukan hubungan seksual sebanyak dua atau tiga kali dalam seminggu. Jika tidak sering melakukan hubungan seks, maka alergi akan muncul kembali karena penderita alergi kembali rentan terhadap sperma. Akan tetapi, dalam melakukan kedua cara ini, pasien harus mendapat pengawasan dokter untuk mencegah kemungkinan reaksi parah yang muncul.

WebMD. https://www.webmd.com/allergies/news/20061113/semen-allergies-helped-by-frequent-sex
Diakses pada Juni 2019

International Society for Sexual Medicine. https://www.issm.info/sexual-health-qa/how-is-sperm-allergy-treated1/
Diakses pada Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/itching-after-sex#vaginal-itching-causes
Diakses pada Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/semen-allergy#is-pregnancy-possible
Diakses pada Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed