Cara Belajar Berpikir Kritis dan Manfaat yang Bisa Didapat

(0)
22 Sep 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Berpikir kritis didasarkan pada logika dan dipikirkan secara matangBerpikir kritis adalah proses berpikir secara logis dan matang
Berpikir kritis merupakan istilah yang tidak asing didengar. Sering kali sebagian orang tidak dapat membedakan antara orang berpikir kritis dengan argumentatif. Padahal keduanya merupakan hal berbeda. Berpikir kritis merupakan proses berpikir yang membangun (konstruktif) untuk mencari solusi, sementara orang yang argumentatif mungkin saja gemar berdebat hanya demi memenangkan argumennya saja. Berpikir kritis merupakan sebuah proses di mana Anda harus membuat penilaian yang masuk akal, logis, dan dipikirkan secara matang. Ketika melakukannya, Anda tidak hanya menerima semua argumen dan kesimpulanbegitu saja, tapi juga mempertanyakan validitas dari argumen dan kesimpulan tersebut.
Secara singkat, berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir secara jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipercaya.

Pengertian berpikir kritis

Dikutip dari criticalthinking, Michael Scriven, seorang profesor di bidang ilmu perilaku dan organisasional dari Claremont Graduate Unversity, menyatakan bahwa berpikir kritis adalah proses disiplin intelektual untuk secara aktif dan terampil membuat konsep, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan/atau mengevaluasi informasi.Baik informasi yang dikumpulkan atau dihasilkan melalui observasi, pengalaman, refleksi, penalaran, atau komunikasi, sebagai panduan untuk meyakini sesuatu dan melakukan sebuah tindakan.

Cara mengasah kemampuan berpikir kritis

Orang yang berpikir kritis sering kali memiliki berbagai pertanyaan saat dihadapkan pada sebuah fenomena atau informasi. Beberapa jenis pertanyaan yang kerap dilontarkan pemikir kritis, di antaranya:
  • Dari mana informasi ini datang?
  • Apakah sumber informasi dapat dipercaya?
  • Apakah kesimpulan yang dihasilkan berdasarkan bukti atau hanya firasat/naluri?
  • Apakah aturan yang berlaku sudah final atau masih bisa dimodifikasi?
  • Apakah kesimpulan menjawab persoalan?
Selain itu, orang yang berpikir kritis memiliki tiga keterampilan dasar berupa:
  • Rasa keingintahuan yang tinggi. Orang dengan pemikiran kritis selalu mencari informasi dan bukti terbaru, senang mempelajari banyak hal, dan terbuka dengan ide baru.
  • Skeptis, yakni selalu mempertanyakan informasi baru yang didapatkan sehingga tidak mudah mempercayai perkataan orang lain begitu saja.
  • Kerendahan hati. Orang dengan pemikiran kritis berpikiran terbuka dan tidak gengsi mengakui kesalahan atau kekurangannya saat dihadapkan pada bukti yang meyakinkan bahwa ternyata ide dan pendapatnya salah.
Untuk bisa berpikir kritis, Anda dapat mempelajarinya dengan cara-cara berikut:
  • Mengidentifikasi, membangun, dan mengevaluasi sebuah argumen terkait isu yang menarik perhatian Anda.
  • Mencoba memahami hubungan logis dalam setiap ide yang dikemukakan.
  • Mendeteksi apakah ada inkonsistensi dan kesalahan umum di dalam penalaran.
  • Mencoba memecahkan masalah secara sistematis.
  • Mengidentifikasi apa relevansi dan pentingnya sebuah atau beberapa ide.
Berpikir kritis bukan hanya tentang mengumpulkan informasi. Seorang pemikir kritis harus mampu:
  • Mencari sumber informasi yang relevan.
  • Membuat kesimpulan logis dari informasi tersebut.
  • Menggunakan informasi tersebut untuk memecahkan masalah.

Manfaat berpikir kritis

Keterampilan berpikir kritis tidak hanya diperlukan bagi orang-orang yang bekerja di bidang tertentu. Berpikir kritis dapat memberikan manfaat bagi siapa saja, termasuk Anda. Berikut ini beberapa manfaat dari berpikir kritis.

1. Mampu berpikir jernih dan rasional

Kemampuan berpikir jernih dan rasional menandakan seseorang mampu berpikir dengan baik dan dapat menyelesaikan masalah secara sistematis. Kemampuan ini tentu merupakan aset untuk menjalankan karier di bidang apa pun.

2. Meningkatkan kemampuan adaptasi

Di zaman yang terus mengalami perubahan dengan sangat cepat, khususnya kemunculan pengetahuan dan teknologi baru, membuat orang yang berpikir kritis mampu beradaptasi dengan cepat.Pasalnya, orang dengan pemikiran kritis dapat meningkatkan keterampilan intelektual yang fleksibel, memiliki kemampuan menganalisis informasi, dan mengintegrasikan berbagai sumber pengetahuan untuk memecahkan masalah.

3. Meningkatkan keterampilan bahasa dan presentasi

Berpikir kritis berarti juga berpikir jernih dan sistematis. Pola berpikir ini dapat meningkatkan kemampuan untuk memahami struktur logika teks saat mempelajari dan menganalisanya. Hal tersebut dapat meningkatkan kemampuan untuk mengekspresikan ide.

4. Meningkatkan kreativitas

Kemampuan berpikir kritis memungkinan Anda untuk mengevaluasi ke dasar masalah dan menghasilkan solusi kreatif yang relevan. Jadi, tidak hanya semata-mata menghasilkan ide, berpikir kritis juga memungkinkan Anda untuk mengevaluasi ide baru, menyeleksi, dan memodifikasinya jika diperlukan.

5. Pengembangan diri

Berpikir kritis dapat menjadi alat untuk evaluasi diri yang bersifat konstruktif. Caranya dengan mengevaluasi mengenai keputusan dan tindakan yang telah diambil. Dengan demikian, seorang yang berpikir kritis dapat berkembang.Tidak ada salahnya untuk mulai mempraktikkan berbagai cara berpikir kritis di atas dalam kehidupan sehari-hari. Meski tidak mudah, Anda bisa melakukannya secara perlahan untuk bisa menikmati manfaatnya.
kesehatan mentalberpikir positif
Critical Thinking. https://www.criticalthinking.org/pages/critical-thinking-where-to-begin/796
Diakses pada 9 September 2020
Philosophy. https://philosophy.hku.hk/think/critical/ct.php
Diakses pada 9 September 2020
Study. https://study.com/academy/lesson/what-is-critical-thinking-definition-skills-meaning.html
Diakses pada 9 September 2020
Be Brain Fit. https://bebrainfit.com/critical-thinking/
Diakses pada 9 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait