Kelainan pigmen kulit dapat diobati dengan perawatan yang tepat dan sesuai
Ketahui penyebab kelainan pigmen kulit agar penanganannya sesuai

Memiliki kelainan pigmen kulit kadang kala dapat menurunkan kepercayaan diri. Namun jangan khawatir karena Anda bisa memiliki warna tubuh yang senada dengan menjalani serangkaian perawatan kulit tertentu.

Sebelum menjalani perawatan kulit tersebut, Anda tentu harus mengetahui jenis kelainan pigmen kulit yang Anda derita. Orang yang memiliki lebih sedikit pigmen disebut mengalami hipopigmentasi, sebaliknya orang yang memiliki pigmen kulit berlebih disebut hiperpigmentasi.

[[artikel-terkait]]

Cara mengetahui jenis kelainan pigmen kulit

Secara garis besar, hipopigmentasi ditandai dengan adanya bercak putih. Bercak ini bisa muncul di sekujur tubuh maupun di area tertentu saja.

Sementara pada penderita hiperpigmentasi, bercak-bercak yang muncul justru berwarna lebih gelap dari area kulit di sekitarnya. Kondisi ini muncul akibat adanya produksi pigmen yang berlebihan.

Jika Anda tidak yakin mengenai kondisi kulit Anda, konsultasikan dan periksakan diri ke dokter kulit. Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan mengecek gejala dan menanyakan riwayat penyakit kulit di keluarga Anda. Langkah ini merupakan tahap awal guna menemukan ada atau tidaknya pengaruh faktor genetik.

Dokter juga mungkin melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan pada bagian kulit yang mengalami perubahan warna. Cara ini dilakukan terutama jika Anda diduga menderita hipopigmentasi, seperti panu, lichen sclerosus, dan pityriasis alba.

Bagaimana cara mengobati hipopigmentasi?

Hipopigmentasi bisa disebabkan banyak hal, baik genetik maupun insiden tertentu (seperti, luka biasa atau luka bakar). Jika hipopigmentasi terjadi karena alasan kedua, Anda tidak perlu melakukan perawatan. Pasalnya, pigmen akan kembali diproduksi oleh kulit, sehingga warna kulit akan kembali seperti semula seiring dengan berjalannya waktu.

Namun jika Anda ingin mempercepat proses peulihan warna kulit, dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan tertentu. Mulai dari prosedur dermabrasi, peeling, terapi laser, ataupun menggunakan gel yang mengandung hidroquinone.

Prosedur-prosedur di atas juga dapat dianjurkan bagi kekurangan kondisi pigmen akibat faktor keturunan atau penyakit autoimun, seperti vitiligo. Perawatan tersebut akan membantu dalam menyamarkan kulit belang pada tubuh. Namun efek dari penangana biasanya hanya bersifat sementara dan kulit Anda bisa akan kembali belang di kemudian hari.

Lain pula halnya dengan hipopigmentasi yang disebabkan oleh mutasi genetik, seperti pada penderita albino. Kondisi ini tidak bisa disembuhkan. Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh penderita albino agar terhindar dari komplikasi, termasuk kanker kulit.

Bagaimana cara menangani hiperpigmentasi?

Kecuali akibat penyakit Adisson dan hemokromatosis, kelebihan pigmen kulit biasanya disebabkan oleh faktor eksternal. Mulai dari luka, jerawat, maupun paparan sinar matahari.

Bila mengalami hiperpigmentasi akibat faktor eksternal tersebut, Anda daoat menanganinya dengan sederet perawatan berikut ini:

  • Mengoles salep, terutama yang mengandung azelaic acid, kortikosteroid, hidroquinone, kojic acid, retinoid (tretinon), dan vitamin C. Kandungan-kandungan tersebut bisa membuat kulit Anda lebih cerah.
  • Menjalani prosedur kecantikan, misalnya terapi laser, terapi cahaya, peeling, dan mikrodermabrasi. Namun Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit karena masing-masing perawatan ini memiliki efek samping.
  • Melakukan perawatan alami. Anda juga bisa memanfaatkan beragam bahan alami untuk mencerahkan kulit, seperti lidah buaya, licorice, maupun teh hijau. Tetapi pastikan dulu bahwa bahan-bahan tersebut cocok dengan tipe kulit Anda, sehingga tidak berdampak buruk.

Beberapa kondisi kelebihan pigmen kulit alias hiperpigmentasi juga dapat dicegah. Kondisi ini juga bisa diupayakan agar tidak bertambah parah dengan cara menghindari paparan sinar matahari berlebihan dan tidak mengopek bagian kulit yang mengalami hiperpigmentasi.

Jika memiliki profesi yang mewajibkan Anda menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan, gunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih. Langkah ini akan menghindarkan Anda dari flek hitam (yang merupakan salah satu bentuk hiperpigmentasi) sekaligus mencegah flek bertambah parah.

Sementara untuk menghindari infeksi, jangan pernah mengopek flek hitam, bekas luka, atau jerawat. Pasalnya, aktivitas ini mampu menyebabkan hiperpigmentasi maupun meningkatkan keparahannya.

Mencoba untuk menghilangkan kelainan pigmen kulit tidak salah untuk dicoba. Namun harap diingat bahwa Anda harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.

Konsultasikan dengan dokter kulit agar mendapatkan penanganan yang tepat sasaran dan efektif. Jangan sampai usaha Anda malah merugikan kesehatan, ya.

Artikel Terkait

Banner Telemed