Cara Agar Tidak Mudah Baper, Validasi Dulu Emosi Anda


Baper atau bawa perasaan seringkali membuat seseorang jadi sedih atau marah. Meski sebenarnya tak perlu, beberapa orang rentan menjadi baper karena memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi.

(0)
01 Feb 2021|Azelia Trifiana
Cari teman bicara saat perasaan Anda mengalami baperCari teman bicara saat perasaan Anda mengalami baper
Istilah baper atau “bawa perasaan” terkadang menimbulkan bias pada apa yang dirasakan seseorang. Apakah seseorang cenderung lebay alias berlebihan, atau memang mereka adalah orang yang sangat sensitif? Secara ilmiah, memang ada orang yang tergolong highly sensitive person. Untuk itu, terapkan batasan diri agar tahu cara agar tidak mudah baper.Lebih jauh lagi, istilah ilmiah untuk orang yang sangat sensitif adalah sensory-processing sensitivity. Mereka terlahir dalam kondisi ini. Orang-orang HPS merasakan berbagai hal lebih dalam ketimbang orang lain, begitu pula ketika bereaksi.

Cara agar tidak mudah baper

Orang yang memiliki tingkat sensitivitas tinggi akan begitu mudah merasa terganggu akan hal-hal kecil. Contohnya mulai dari baju yang terasa gatal hingga ketika berinteraksi dengan orang kasar.Sayangnya, kondisi ini bisa menyebabkan seseorang menjadi terlalu cemas dan stres setiap saat. Jadi, penting untuk tahu cara agar tidak mudah baper bagi orang yang termasuk highly sensitive person, yaitu:

1. Mencoba meditasi

meditasi
Meditasi dapat  membantu menenangkan perasaan
Berpikir secara utuh serta melakukan meditasi bisa menjadi cara untuk mengenali diri sendiri. Tak hanya itu, cara ini juga memudahkan pikiran dan perasaan kembali tenang sekaligus fokus. Meditasi bisa dilakukan di mana saja, bahkan jenis meditasi sambil berjalan pun layak dicoba.Saat melakukan meditasi, kenali betul bagaimana pikiran dan perasaan Anda. Jika sudah terbiasa, proses menenangkan tubuh dan pikiran akan menjadi lebih cepat. Respons stres akan bisa diarahkan menjadi ketenangan.Lebih jauh lagi, meditasi juga membantu seseorang tidak terlalu mudah terbawa emosi. Ibaratnya, Anda akan menjadi grounded dan tahan terhadap hal-hal pemicu stres.

2. Kenali batasan diri

Ada banyak cara mengenali batasan diri, mulai dari berani berkata tidak hingga mengungkapkan perasaan ketika ada yang mengganjal. Ini hanya akan terwujud ketika seseorang sudah benar-benar mengenal dirinya. Mulai dengan cara sederhana yaitu membiarkan orang lain tahu apa yang Anda sukai dan tidak.Tak hanya itu, bawa pula teknik ini pada hal-hal yang terjadi setiap harinya. Artinya, bukan hanya relasi dengan orang lain yang perlu diketahui batasannya.Berikan keleluasaan yang sama pada segala jadwal dan rencana. Tujuannya agar ketika situasi berjalan di luar ekspektasi, kemungkinan mengalami stres berlebihan dapat dihindari.

3. Kenali zona untuk rileks

Cara agar tidak mudah baper dan terbawa emosi lainnya adalah dengan mengenali lokasi tempat Anda bisa merasa rileks. Bisa jadi rumah yang dirasa menenangkan serta bebas konflik. Tambahkan beberapa elemen seperti menyalakan aromaterapi hingga musik bernada tenang.Tak hanya zona dalam bentuk tempat seperti rumah, bangunlah zona yang sama dalam hubungan dengan orang lain atau pasangan. Artinya, Anda perlu tahu bagaimana mengatasi konflik saat ada perbedaan atau gesekan. Semakin terlatih mencoba resolusi konflik, akan semakin kecil kemungkinan menjadi baper.

4. Pilih orang-orang terdekat

berbicara dengan teman
Cari teman untuk curhat
Berada di tengah lingkaran pertemanan orang yang dirasa toxic adalah hal terakhir yang Anda inginkan. Hidup ini hanya sementara, untuk apa menghabiskan waktu dan energi dengan mengenal mereka terlalu dekat? Ini bisa berdampak buruk mulai dari membuat Anda tak menghargai diri sendiri hingga membuat kepercayaan diri memudar.Oleh sebab itu, sadari bahwa setiap individu punya hak penuh dalam memilih siapa orang-orang terdekat mereka. Hindari orang-orang yang kerap membuat Anda merasa frustrasi hingga tidak berharga.Berikan ruang kepada orang-orang yang punya rasa empati dan respek terhadap perasaan sesama. Terlebih apabila Anda termasuk highly sensitive person, perlu orang yang benar-benar memahami kondisi ini karena butuh dukungan lebih dari orang biasa.

5. Cari tempat bercerita

Ketika merasa baper terhadap hal tertentu, pastikan ada tempat untuk bercerita. Bisa sahabat terdekat, saudara, orangtua, atau siapapun yang dirasa dapat memberikan tanggapan netral dan objektif. Cari orang yang Anda benar-benar percaya bisa memahami apa yang sedang dirasakan.Bukan hanya orang, tempat bercerita ini juga bisa berupa menulis jurnal. Terbiasa menuangkan perasaan dengan menulis adalah terapi yang sangat baik untuk regulasi emosi seseorang.

6. Self-care

Sangatlah wajar jika orang yang highly sensitive rentan merasa stres. Jika sudah parah, ini dapat berdampak pada nafsu makan hingga kualitas tidur. Untuk itu, pastikan selalu ingat bahwa merawat diri sendiri atau self-care adalah hal yang krusial.Mulai dari tidur cukup 7-8 jam di malam hari, mengonsumsi makanan bergizi, hingga merawat tubuh. Tak hanya itu, jangan lupa merawat emosi karena meski tidak kasat mata, perannya juga sangatlah penting.

7. Kenali pemicunya

Apabila baper terjadi berkali-kali, kenali apa hal yang bisa menjadi pemicu utamanya. Setiap orang tentu punya respons berbeda terhadap pemicu stres. Apa yang dinilai biasa oleh orang lain, bisa saja dianggap luar biasa bagi AndaDengan mengetahui apa pemicunya, ini dapat membantu menghindarinya. Apabila perlu, tuliskan jurnal hal-hal yang memicu stres. Dengan demikian, Anda bisa mengantisipasi sekaligus mengolah emosi dengan lebih matang ketika itu terjadi.

Memang orang yang terlahir dalam kondisi highly sensitive tidak bisa mengubahnya semudah membalikkan telapak tangan. Namun, mengubah pola pikir dan kebiasaan sepenuhnya ada di tangan Anda.Jadi, lakukan mana yang dirasa tepat untuk pikiran dan juga fisik. Setelah terbiasa, Anda akan menjadi orang yang lebih adaptif sekaligus tangguh menghadapi pemicu stres apapun.Jika Anda ingin tahu lebih banyak seputar dampak stres bagi kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalhidup sehatpola hidup sehat
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/ways-to-cope-with-stress-when-highly-sensitive-4126398
Diakses pada 14 Januari 2021
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/highly-sensitive-persons-traits-that-create-more-stress-4126393
Diakses pada 14 Januari 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/neuroscience-in-everyday-life/201707/are-you-highly-sensitive-person-should-you-change
Diakses pada 14 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait