7 Cara Agar Tak Terpenjara Rasa Iri Hati

(0)
07 Sep 2020|Azelia Trifiana
Cara menghilangkan rasa iri hati pada diri AndaIri hati tidak baik bagi kesehatan mental
Jika ingin merunut apa akar dari rasa tidak bahagia, iri hati adalah salah satu resep utamanya. Entah disengaja atau tidak, iri hati bisa muncul kapan saja dan termasuk salah satu sifat yang manusiawi. Belum lagi era digital ketika informasi melesat dengan cepat di media sosial, terkadang membuat seseorang membandingkan dengan kehidupannya sendiri.Tak hanya melelahkan bagi orang yang mengalaminya, iri hati dapat berimbas pula pada orang yang menjadi target. Entah disebut terlalu sombong, dianggap pamer, hingga batasan tipis dengan beredarnya fitnah atau rumor tak berdasar.

Cara menghilangkan iri hati

Ketimbang sibuk meladeni rasa iri hati, sebaiknya melatih diri untuk tidak berpikir dengan cara seperti ini. Beberapa cara untuk menghilangkan iri hati di antaranya:

1. Jangan terburu-buru menghakimi

Ketika menyikapi apapun, sebaiknya jangan terburu-buru menghakimi karena ini adalah jalan pintas untuk rasa iri hati. Ketika iri hati semakin membesar menjadi kemarahan, logika dan pikiran objektif sulit mendapat ruang. Pada akhirnya, iri hati hanya akan membuat seseorang mudah menuduh targetnya dengan berbagai alasan.Sebaliknya, ketika mampu berpikir positif dan tidak terburu-buru menghakimi apapun yang dilakukan orang lain, iri hati tak akan mendapat panggung. Ini sekaligus membuat seseorang merasa tetap bahagia dan tenang, terlepas dari apapun niat orang lain ketika melakukan sesuatu.

2. Tanyakan pada diri sendiri

Ketika rasa iri hati mulai merasuk, tanyakan kepada diri sendiri apakah rasa iri ini berdasar atau hanya asumsi ketidakadilan? Apakah memang ada orang yang sengaja membuat Anda iri hati atau justru terjadi karena terlalu banyak melihat media sosial? Refleksikan hal ini pada diri sendiri.

3. Lakukan digital detox

digital detox
Digital detox bermanfaat untuk kesehatan mental Anda
Apabila iri hati bersumber dari apa yang dilihat di media sosial terlepas dari platform apa yang digunakan, mungkin saatnya melakukan digital detox. Atur waktu untuk tidak melihat media sosial dalam sehari. Selain itu, bisa juga dengan membatasi durasi berapa lama melihat media sosial. Saring ulang siapa yang “berhak” dilihat di media sosial dan memberikan pengaruh positif.

4. Iri hati secara konstruktif

Pada dasarnya, iri hati tidak selalu buruk. Justru, iri hati yang disikapi secara konstruktif membuat seseorang bisa termotivasi melakukan hal yang lebih baik. Namun, berhati-hatilah jangan sampai iri hati mendominasi dengan pemikiran serba negatif.Ambil jeda dan buat rencana realistis bagaimana agar bisa mencapai target seperti yang dilakukan orang yang menimbulkan iri hati. Ini sesederhana melihat orang yang menjadi lebih sehat karena banyak makan sayur, lalu mulai menyusun rencana untuk minum smoothies setiap pagi.

5. Pahami kemampuan diri sendiri

Rasa iri hati muncul ketika dalam hati merasa tidak bisa mencapai seperti yang orang lain lakukan. Untuk mengatasinya, lakukan yang sebaliknya. Pahami sekaligus syukuri kemampuan diri sendiri sehingga tidak akan merasa iri ketika seseorang piawai dalam satu bidang. Dengan demikian, akan terasa wajar ketika ada orang lain yang berprestasi.

6. Berhenti membandingkan

Akar masalah iri hati adalah kecenderungan untuk membandingkan apa yang dimiliki orang lain dengan apa yang tidak. Ketika mulai membanding-bandingkan, pasti yang terasa lebih dominan adalah kekalahan yang berujung pada rasa iri hati.Ingatkan diri sendiri bahwa tak ada orang yang memiliki segalanya. Seberuntung apapun seseorang, pasti mereka juga memiliki masalah, kelemahan, dan hal lain sama seperti Anda. Kebiasaan berhenti membandingkan ini juga dapat membuat seseorang lebih pandai bersyukur.

7. Menjadi sosok dermawan

menolong orang lain
Menolong orang lain dapat membawa rasa bahagia dalam diri
Bukan sekadar mitos, menolong orang lain dapat menimbulkan rasa bahagia. Begitu pula dengan menjadi sosok yang dermawan. Anda tak harus membagi-bagikan harta, tapi bisa juga dengan memberikan talenta, waktu, atau tenaga kepada orang lain.Berbuat baik ini akan membuat seseorang tak lagi memberi celah bagi munculnya rasa iri hati. Semakin banyak memberikan waktu untuk membantu orang lain, hati akan terasa semakin bermakna dan tidak mudah merasa iri kepada orang lain.Rasa iri hati dapat membuat seseorang terpenjara, sibuk dengan pemikiran negatifnya. Justru, iri hati mengakibatkan Anda tak bisa maju karena didominasi pikiran yang buruk. Ketimbang merepotkan diri sendiri dengan iri hati yang bisa jadi tak berdasar, sebaiknya coba beberapa langkah di atas untuk mengusir rasa iri.
gangguan mentalkesehatan mentalpola hidup sehat
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/unified-theory-happiness/201906/four-ways-conquer-envy
Diakses pada 23 Agustus 2020
Becoming Minimalist. https://www.becomingminimalist.com/ungreen-with-envy/
Diakses pada 23 Agustus 2020
Forbes. https://www.forbes.com/sites/jessicabaron/2019/05/13/new-study-suggests-envy-stings-less-once-events-are-in-the-past/#55b093828e01
Diakses pada 23 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait