Caplak adalah Kutu yang Bisa Sebarkan Penyakit, Kenali Cara Mencegahnya


Caplak adalah kutu yang biasanya ditemukan di rumput, pepohonan, semak belukar, hingga tumpukan daun. Gigitan kutu caplak dapat menyebabkan munculnya penyakit, seperti penyakit Lyme hingga demam.

(0)
26 Nov 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tubuh kutu caplak dapat membesar setelah mengisap darah mangsanya.Kutu caplak dapat ditemui di bulu hewan peliharaan hingga dedaunan.
Nama kutu caplak mungkin sudah tak asing di telinga pecinta kucing atau anjing. Kutu caplak adalah anggota phylum Arthropoda dari kelas Arachnida. Kutu ini terbagi menjadi dua jenis, yakni caplak keras dan caplak lunak.Jika Anda menemukan binatang kecil yang bentuknya seperti kuaci pada bulu hewan peliharaan, itulah yang disebut sebagai kutu caplak. Tahukah Anda kalau kutu ini dapat menyebarkan penyakit pada manusia?

Gejala gigitan kutu caplak yang harus diwaspadai

Kutu caplak hidup dari mengisap darah mangsanya. Tidak hanya di tubuh hewan peliharaan saja, kutu ini bisa ditemukan di rerumputan, pepohonan, semak belukar, hingga tumpukan daun. Tubuh kutu caplak yang kecil membuatnya bisa bergerak dengan lincah, tapi ia tidak bisa melompat tinggi.Kutu caplak umumnya senang dengan bagian tubuh manusia yang lembap, seperti ketiak, selangkangan, hingga rambut. Saat sudah menemukan ‘zona nyamannya’, kutu caplak akan mulai menggigit dan mengisap darah mangsanya.Tidak seperti serangga pada umumnya yang akan langsung pergi setelah menggigit. Kutu caplak akan mengisap darah hingga tubuhnya membengkak, kemudian ia akan terjatuh dengan sendirinya. Berikut adalah sejumlah gejala gigitan kutu caplak:
  • Munculnya rasa nyeri dan pembengkakan di area yang digigit
  • Timbulnya ruam pada kulit
  • Kulit terasa panas seperti terbakar
  • Muncul luka lepuh.
Dalam kasus yang parah, gigitan kutu caplak dapat menimbulkan reaksi alergi seperti sulit bernapas. Segera periksakan diri Anda ke dokter ke dokter jika hal ini terjadi.

Penyakit yang bisa ditularkan lewat gigitan kutu caplak

Kutu caplak suka mengisap darah mangsanya
Hati-hati saat bepergian ke tempat yang "didominasi" kutu caplak
Kutu caplak dipercaya dapat menularkan beberapa patogen, seperti bakteri, rickettsia, spirochete, protozoa, virus, nematoda, hingga toksin.Satu gigitan kutu caplak sudah bisa menularkan banyak patogen ke tubuh manusia. Kutu ini bahkan dianggap sebagai hewan penyebar virus paling banyak kedua setelah nyamuk.Berikut adalah beberapa penyakit yang dapat ditularkan lewat gigitan kutu caplak:
  • Penyakit Lyme (penyakit yang disebarkan kutu dan dapat menimbulkan demam, sakit kepala, dan ruam kulit)
  • Human granulocytis (infeksi bakteri langka yang bisa sebabkan demam tinggi, sakit kepala dan nyeri otot)
  • Monocytic ehrlichiosis (infeksi bakteri langka yang disebabkan oleh bakteri Ehrlichia)
  • Babesiosis (infeksi sel darah merah langka yang mengancam nyawa dan disebarkan oleh kutu Babesia)
  • Demam yang terus kambuh
  • Rocky mountain spotted fever (penyakit bakteri yang bisa mengancam nyawa jika tidak ditangani segera)
  • Colorado tick fever (penyakit yang terjadi akibat virus dari kutu)
  • Demam Q (infeksi bakteri yang disebabkan oleh Coxiella burnetii)
  • Tick paralysis (gigitan serangga yang menyebabkan seluruh tubuh menjadi lumpuh)
  • Demam Boutonneuse (demam Boutonneuse biasanya disebabkan oleh kutu yang hinggap pada hewan anjing)
  • Tick borne encephalitis (infeksi virus pada sistem saraf pusat yang disebabkan oleh gigitan kutu).
Keberadaan kutu caplak tentunya tidak boleh diremehkan. Apalagi, beberapa penyakit yang ditularkan serangga ini dapat mengancam nyawa. Maka dari itu, jangan lupa untuk menjaga diri saat sedang bepergian ke tempat yang sering dihinggapi kutu caplak dan jaga kebersihan tubuh Anda.

Cara melepaskan gigitan kutu caplak

Jika Anda melihat kutu caplak sedang menggigit tubuh, ambil pinset dan lakukan beberapa langkah berikut:
  • Gunakan pinset dan cobalah untuk menarik kutu caplak dari kulit.
  • Jangan terlalu memberikan tekanan pada pinset agar bagian tubuh kutu caplak tidak berjatuhan ke kulit.
  • Perhatikan luka gigitan di kulit dan pastikan tidak ada bagian tubuh kutu caplak yang tersisa.
  • Bersihkan luka gigitannya dengan sabun dan air bersih.
  • Jangan buang kutu caplak sembarangan. Masukan tubuh mungilnya ke dalam air alkohol atau minyak tanah untuk memastikan agar ia mati dan tak berkeliaran lagi
  • Cuci bersih pinset dengan sabun dan air
Sebaiknya Anda periksakan diri ke dokter usai digigit kutu caplak untuk memastikan tidak ada penyakit yang disebarkan oleh gigitan kutu ini.

Cara mencegah gigitan kutu caplak

Kutu caplak suka dengan bagian kulit yang lembap, seperti ketiak hingga selangkangan
Tingkatkan kewaspadaan saat masuk ke "teritori" kutu caplak
Mencegah gigitan kutu caplak adalah cara terbaik agar Anda tidak tertular oleh penyakit yang dibawanya. Jika Anda sedang bepergian ke tempat-tempat yang sering dihinggapi kutu caplak, lakukan langkah-langkah di bawah ini:
  • Gunakan baju lengan panjang dan celana panjang agar bagian kulit tidak mudah dihinggapi kutu caplak.
  • Berjalanlah di jalan setapak, jangan di semak belukar atau rerumputan.
  • Gunakan obat pengusir serangga yang mengandung 20 persen diethyl-meta-toluamide atau DEET.
  • Selalu mandi setelah bepergian dari luar untuk membersihkan tubuh.
  • Jangan lupa untuk memeriksa kulit setelah dari area yang rawan kutu caplak untuk melihat apakah ada bekas gigitannya.
Umumnya, kutu caplak membutuhkan waktu 24 jam untuk menginfeksi mangsanya. Maka dari itu, akan lebih baik jika gigitan kutu caplak teridentifikasi sedini mungkin.

Catatan dari SehatQ:

Setelah mengetahui bahaya dari gigitan kutu caplak, ada baiknya mulai sekarang Anda lebih berhati-hati lagi saat bepergian ke tempat yang dipenuhi semak belukar dan dedaunan. Sebab, ada banyak penyakit yang bisa disebarkan oleh kutu caplak yang sudah terinfeksi.Untuk memahami lebih dalam tentang penyakit yang dibawa oleh serangga lainnya, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play!
penyakitgigitan nyamukgigitan serangga
Healthline. https://www.healthline.com/health/tick-bites#_noHeaderPrefixedContent
Diakses pada 12 November 2020
Litbang Kementerian Kesehatan RI. file:///C:/Users/user/Downloads/795-Article%20Text-5450-1-10-20181105.pdf
Diakses pada 12 November 2020
CDC. https://www.cdc.gov/lyme/index.html
Diakses pada 12 November 2020
Rare Diseases. https://rarediseases.org/rare-diseases/human-granulocytic-ehrlichiosis-hge/
Diakses pada 12 November 2020
Rare Diseases. https://rarediseases.org/rare-diseases/human-monocytic-ehrlichiosis-hme/
Diakses pada 12 November 2020
Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/babesiosis-blood-infection#:~:text=Babesiosis%20is%20a%20rare%20and,by%20an%20infected%20deer%20tick.
Diakses pada 12 November 2020
CDC. https://www.cdc.gov/rmsf/index.html#:~:text=Rocky%20Mountain%20spotted%20fever%20(RMSF)%20is%20a%20bacterial%20disease%20spread,early%20with%20the%20right%20antibiotic.
Diakses pada 12 November 2020
Rare Diseases. https://rarediseases.org/rare-diseases/colorado-tick-fever/#:~:text=Colorado%20Tick%20Fever%20is%20a,and%20resolve%20on%20their%20own.
Diakses pada 12 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/q-fever#:~:text=Q%20fever%2C%20also%20called%20query,was%20contaminated%20by%20infected%20animals.
Diakses pada 12 November 2020
Web MD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/tick-paralysis-overview
Diakses pada 12 November 2020
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/boutonneuse-fever
Diakses pada 12 November 2020
CDC. https://www.cdc.gov/vhf/tbe/index.html
Diakses pada 12 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait