Candida Albicans, Jamur Penyebab Infeksi di Mulut hingga Vagina

Ilustrasi gambar jamur candida albicans
Gambar candida albicans di bawah mikroskop

Tahukah kamu jika di dalam rongga mulut, hidung, hingga vagina sebenarnya banyak terdapat jamur maupun flora normal lainnya? Namun, tidak semuanya akan menyebabkan penyakit. Bahkan, beberapa di antaranya justru berguna untuk tubuh, salah satunya candida albicans.

Candida albicans adalah jamur yang hidup di area rongga mulut, saluran pencernaan, vagina, kulit, serta beberapa area lain di tubuh. Dalam kondisi normal, jamur ini tidak berbahaya. Namun, apabila terjadi suatu gangguan di tubuh, flora tersebut bisa tumbuh secara tidak terkendali. Saat inilah ia akan menyebabkan terjadinya infeksi jamur.

Infeksi candida albicans sering disebut sebagai candidiasis. Namun, candidiasis sendiri masih dibagi menjadi beberapa jenis dan umumnya dapat disembuhkan dengan pemberian obat antijamur.

Jenis-jenis infeksi candida albicans beserta gejalanya

Infeksi candida albicans bisa terjadi di beberapa area di tubuh dan masing-masingnya dapat menimbulkan gejala yang berbeda, seperti berikut ini.

1. Infeksi jamur di saluran kencing

Candida albicans adalah jenis jamur yang paling sering menyebabkan infeksi di saluran kencing. Biasanya, infeksi yang disebabkan oleh jamur ini menyerang saluran kencing bagian bawah. Namun pada beberapa kasus, infeksi bisa meluas hingga ke ginjal.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Konsumsi antibiotik secara rutin
  • Penggunaan kateter
  • Diabetes
  • Gangguan imun

Tidak semua orang yang terkena infeksi jamur di saluran kencing akan mengalami gejala. Namun saat muncul, gejalanya bisa berupa:

  • Sering ingin buang air kecil
  • Rasa perih dan panas saat buang air kecil
  • Nyeri di perut dan pinggul
  • Darah di urine

2. Infeksi jamur di alat genital

Infeksi jamur di genital lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Umumnya, kondisi ini bisa munccul karena ada faktor penyerta seperti diabetes, kehamilan, penggunaan obat-obatan, dan gangguan sistem imun.

Infeksi ini biasanya akan menimbulkan gejala berupa:

  • Rasa sangat gatal pada vagina
  • Kemerahan dan pembengkakan pada bagian luar vagina
  • Rasa nyeri dan terbakar saat buang air kecil
  • Rasa sakit saat melakukan hubungan seksual
  • Keputihan dengan warna dan bau yang beda dari biasanya
  • Ruam kemerahan dan rasa gatal di penis (pada pria)

3. Infeksi jamur di rongga mulut

Candida albicans sebenarnya merupakan flora normal rongga mulut. Artinya, ia memang selalu berada di area tersebut tanpa menimbulkan masalah apapun. Namun saat pertumbuhannya berlebih, jamur ini bisa menyebar hingga ke langit-langit mulut bahkan hingga tenggorokan.

Sama seperti infeksi jamur lainnya, konsumsi antibotik, diabetes, dan gangguan imun bisa memicu kondisi ini. Namun pada infeksi candida albicans di mulut, penggunaan gigi palsu yang tidak tepat dan jarang dibersihkan juga memegang peranan besar.

Gejala yang dapat muncul apabila Anda mengalaminya antara lain:

  • Terlihat bercak-bercak putih di mulut yang rentan berdarah jika disentuh
  • Mulut terasa nyeri dan panas seperti terbakar
  • Rongga mulut terlihat kemerahan, terutama di ujung bibir
  • Sulit makan dan menelan
  • Tidak bisa merasakan makanan dan minuman yang dikonsumsi
  • Rongga mulut terasa kasar bila diraba dengan lidah

4. Infeksi jamur di kulit

Area kulit yang lembab, hangat, dan mudah berkeringat menjadi ladang subur tumbuhnya jamur candida albicans. Area yang dimaksud antara lain adalah ketiak, pangkal paha atau selangkangan, dan area di bawah lipatan dada.

Ada beberapa hal yang akan meningkatkan risiko Anda terkena infeksi ini, yaitu:

  • Menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat
  • Kurang menjaga kebersihan diri
  • Jarang ganti pakaian meskipun sudah kotor
  • Mengonsumsi obat seperti antibiotik dan kortikosteroid
  • Punya riwayat diabetes
  • Punya gangguan sistem imun

Gejala paling umum dari infeksi candida albicans pada kulit adalah munculnya warna kemerahan pada area infeksi. Pada beberapa orang, infeksi ini juga bisa menimbulkan lepuhan-lepuhan berisi cairan, muncul nanah atau berubahnya tekstur kulit menjadi lebih tebal dan kasar.

Cara mengatasi infeksi candida albicans

Sebagian besar infeksi candida albicans bisa diatasi dengan konsumsi obat antijamur. Selain itu, ada juga beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk membantu membasi jamur berlebih di tubuh.

• Obat untuk infeksi jamur candida albicans

Obat yang digunkan untuk mengatasi infeksi jamur candida albicans ada beragam. Masing-masing pengidapnya bisa diresepkan jenis yang berbeda sesuai kondisinya. Namun, ada jenis obat yang paling umum digunakan yaitu fluconazole.

Selain fluconazole, obat seperti nystatin atau clotrimazole juga dapat diberikan, terutama pada kasus infeksi jamur di rongga mulut. Clotrimazole pun dapat diresepkan untuk infeksi jamur yang terjadi di kulit beserta obat lain seperti miconazole dan econazole.

Obat untuk infeksi jamur bisa diberikan dalam bentuk obat minum, salep, krim, atau obat hisap. Semua tergantung dari jenis infeksi yang diderita.

• Bahan alami untuk kurangi jumlah jamur candida albicans

Selain dengan obat, beberapa bahan alami di bawah ini juga bisa digunakan untuk bantu meredakan infeksi jamur ini di tubuh.

  • Bawang putih. Bawang putih mengandung allicin yang dipercaya dapat bantu turunkan jumlah candida albicans.
  • Minyak kelapa. Kandungan asam laurat dalam minyak kelapa terbukti efektif lawan candida albicans dalam serangkaian uji tabung yang dilakukan.
  • Curcumin. Rempah yang satu ini juga dinilai berpotensi untuk memperlambat pertumbuhan jamur candida di tubuh.
  • Lidah buaya. Lidah buaya dianggap dapat mencegah pertumbuhan candida albicans di rongga mulut.
  • Delima. Manfaat delima dalam melawan candida albicans telah dibuktikan pada penelitian yang menggunakan uji tabung.
  • Probiotik. Probiotik seperti laktobasilus yang terdapat pada yogurt atau produk fermentasi lainnya dapat menghambat pertumbuhan jamur dan mencegah terjadinya infeksi.

Infeksi candida albicans perlu segera dikenali agar pengobatan bisa dimulai sebelum kondisi bertambah parah. Apabila infeksi tak juga mereda meski telah diobati sendiri, segeralah periksakan kondisi Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih efektif.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322722
Diakses pada 7 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/what-is-candidiasis-yeast-infection#1
Diakses pada 7 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/candida-symptoms-treatment
Diakses pada 7 April 2020

Artikel Terkait