logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Apa Saja Perubahan Payudara Saat Hamil? Ini yang Perlu Bumil Perhatikan

open-summary

Perubahan payudara saat hamil dipengaruhi oleh meningkatnya hormon dan meningkatnya aliran darah ke payudara. Memasuki trimester tiga, payudara ibu hamil akan membesar dan semakin berat, bahkan semakin sering keluar kolostrum dari puting.


close-summary

3.22

(132)

10 Feb 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Perubahan payudara saat hamil merupakan persiapan bagi ibu agar bisa menyusui bayi setelah persalinan

Perubahan payudara saat hamil merupakan hal yang wajar karena kadar hormon yang fluktuatif

Table of Content

  • Perubahan payudara saat hamil 
  • Perawatan payudara saat hamil
  • Perubahan payudara setelah hamil saat menyusui

Saat hamil, tubuh ibu akan banyak mengalami perubahan. Salah satu yang tak terhindarkan adalah perubahan payudara saat hamil, yang bahkan bisa berlanjut hingga saat menyusui.

Advertisement

Perubahan bentuk payudara, warna areola, hingga bentuk puting saat hamil adalah hal normal. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi dari fluktuatifnya kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.

Perubahan ini bisa terjadi sejak tujuh hari setelah melakukan hubungan seksual dan terus berlanjut. Namun tentunya, perubahan payudara saat hamil setiap calon ibu berbeda antara satu dan lainnya.

Baca Juga

  • Taksiran Berat Janin Sesuai Usia Kehamilan, Apa Rumusnya?
  • Hamil 9 Minggu, Inilah yang Terjadi pada Ibu dan Janin
  • Kram Perut saat Hamil Muda: Penyebab, Ciri-ciri yang Normal, dan Tips Mengatasinya

Perubahan payudara saat hamil 

Perubahan payudara saat hamil trimester kedua semakin besar
Memasuki trimester tiga, payudara ibu hamil semakin besar dan berat

Perubahan kondisi payudara saat hamil dapat dibedakan di setiap trimester kehamilan, seperti:

1. Perubahan payudara saat awal kehamilan di trimester pertama

Pada trimester pertama ketika awal mengandung, perubahan payudara saat hamil minggu pertama terasa lebih sensitif, seperti nyeri saat disentuh.

Terasa kencang atau nyeri payudara ini terjadi karena ada perubahan hormonal dalam tubuh, ditambah lagi aliran darah ke jaringan yang ada di sekitar payudara juga meningkat.

Peningkatan aliran darah juga akan memunculkan kelenjar payudara dengan jelas. Selain lebih sensitif, payudara ibu hamil trimester pertama juga bisa membesar terutama jika tengah mengandung untuk pertama kalinya.

Konsekuensinya, terkadang payudara terasa gatal karena kulit tengah meregang. Jika tidak dirawat, akan muncul juga stretch mark pada payudara ibu.

Namun, ibu hamil tidak perlu khawatir. Biasanya, berbagai kondisi ini akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu, meskipun dapat muncul kembali pada akhir kehamilan.

2. Perubahan payudara saat hamil trimester dua

Pada minggu ke-14 hingga ke-27, perubahan payudara saat hamil bisa meliputi areola payudara yang terlihat lebih gelap sekaligus lebih besar akibat adanya perubahan hormon.

Areola adalah lingkaran berwarna yang mengelilingi puting payudara. Nantinya, warna areola bisa kembali seperti semula ketika selesai menyusui.

Selain ukuran payudara dan warnanya, bintik di sekitar payudara juga terlihat semakin menonjol. Ini terjadi karena kelenjar-kelenjar ini mulai aktif memproduksi minyak sehingga proses menyusui berlangsung lebih lancar.

Di trimester kedua ini, payudara ibu hamil juga mulai mengeluarkan cairan. Biasanya, hal ini terjadi saat payudara mendapat stimulasi tertentu. Warna cairannya adalah kuning kental dan merupakan kolostrum yang baik untuk imun bayi.

Meski demikian, tidak semua ibu hamil akan merasakan keluarnya cairan di  trimester kedua ini.

3. Perubahan payudara di trimester tiga menjelang persalinan

Pada minggu ke-28 hingga ke-40, perubahan yang terjadi pada trimester sebelumnya akan terasa lebih intens. Dikutip dari American Pregnancy, payudara akan menjadi semakin besar sekaligus berat, areola menjadi lebih gelap, hingga kolostrum keluar dari puting lebih sering ketimbang biasanya.

Baca juga: Penyebab Payudara Sakit Saat Hamil Beserta Cara Mengatasinya

Perawatan payudara saat hamil

Saat berbagai perubahan membuat payudara ibu hamil tidak nyaman, bumil bisa melakukan sejumlah perawatan payudara seperti berikut untuk mengurangi gejalanya:

  • Menggunakan bra yang nyaman dan sesuai dengan aktivitas
  • Pilih bra yang tidak terlalu kencang atau ketat dan menggunakan bra dari bahan katun
  • Mengoleskan pelembap atau minyak alami pada payudara
  • Hindari membersihkan payudara dengan sabun atau produk keras lainnya yang bisa membuat kulit kering
  • Gunakan air hangat untuk membersihkan payudara ibu hamil
  • Menggunakan breast pad jika cairan air susu membasahi baju
  • Mengompres payudara dengan air hangat atau air dingin agar nyaman
  • Memijat payudara 

Selain melakukan perawatan payudara saat hamil, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai perubahan yang terjadi.

Setelah melakukan pemeriksaan, dokter akan memastikan perubahan yang dirasakan bumil normal atau tidak. Jika tidak normal, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Baca juga: Manfaat Pijat Payudara dengan Minyak Zaitun

Perubahan payudara setelah hamil saat menyusui

Perubahan payudara saat hamil merupakan persiapan untuk menyusui bayi
Seusai melahirkan, Anda juga akan mengalami perubahan payudara karena menyusui bayi

Tentu perubahan payudara saat hamil tidak berhenti saat persalinan usai saja. Lebih jauh lagi, perubahan akan terus terjadi terutama apabila sang ibu menyusui langsung (direct breastfeeding).

Lantas apabila payudara kecil saat hamil apa bisa menyusui? Ya, ukuran payudara tidak memengaruhi banyak atau sedikitnya ASI. 

Perlu diingat bahwa meskipun selama hamil Anda tidak merasakan keluarnya kolostrum dari puting, bukan berarti ASI Anda nantinya tidak lancar. Hal itu tidak menjamin bagaimana proses menyusui yang begitu panjang dan berliku.

Ada perempuan yang baru mendapati keluarnya kolostrum sehari setelah persalinan, dan itu sangatlah normal. Ingat, perut bayi baru lahir bisa bertahan tanpa asupan apapun selama 72 jam atau 3 hari.

Jadi, wajar apabila ibu masih menanti keluarnya ASI atau kolostrum dari payudara pada hari-hari awal setelah persalinan. Umumnya, payudara akan secara otomatis memproduksi kolostrum yang sangat baik untuk kekebalan tubuh bayi.

Jika ingin berkonsultasi pada dokter secara langsung, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

menjaga kehamilantrimester pertama kehamilanibu menyusuipayudara

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved