logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Sex & Relationship

Cairan yang Keluar Sebelum Sperma Bisa Bikin Hamil? Ini Faktanya

open-summary

Apakah setetes mani dapat menyebabkan kehamilan? Mungkin, pertanyaan ini selalu muncul di benak pasangan suami-istri yang berhubungan intim tanpa pengaman alias kondom.


close-summary

23 Des 2019

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Cairan yang keluar sebelum sperma, memiliki tekstur yang berbeda dari sperma, namun bisa sebabkan kehamilan.

Waspadalah, bagi pasangan suami-istri yang belum tahu bahwa cairan yang keluar sebelum sperma bisa sebabkan kehamilan.

Table of Content

  • Cairan yang keluar sebelum sperma ternyata ini
  • Catatan dari SehatQ

Cairan yang keluar sebelum sperma bisa muncul dalam hubungan intim. Biasanya pasangan suami-istri melakukan foreplay untuk "pemanasan", sehingga sang istri bisa memproduksi pelumas alami yang membuat pengalaman bercinta semakin menyenangkan. Tidak hanya wanita, pria juga ternyata bisa mengeluarkan cairan yang keluar sebelum sperma.

Advertisement

Banyak yang bertanya, apakah cairan yang keluar sebelum sperma bisa menyebabkan kehamilan? Padahal, warna cairannya yang bening, menandakan bahwa itu bukanlah sperma. Namun, apakah kehamilan tetap bisa terjadi, jika cairan itu masuk ke dalam vagina?

Cairan yang keluar sebelum sperma ternyata ini

Cairan yang keluar sebelum sperma adalah cairan pra-ejakulasi. Sebenarnya, cairan yang keluar sebelum sperma ini tidak mengandung sperma. Namun ternyata, sperma bisa “tumpah” ke dalamnya.

Fungsi cairan pra-ejakulasi ini sama seperti cairan yang diproduksi oleh vagina, saat berhubungan seksual, yakni menjadi pelumas yang diproduksi oleh kelenjar di dalam penis. Cairan ini diproduksi sebelum ejakulasi terjadi.

Apakah setetes mani dapat menyebabkan kehamilan?

Apakah setetes mani dapat menyebabkan kehamilan? Mungkin ini menjadi pertanyaan dari banyak orang. Sebelum mengetahui jawabannya, pahamilah bahwa ketika cairan ini keluar dari penis, bisa saja sperma ikut keluar bersamanya. Faktanya, sebuah studi di tahun 2016, menemukan bahwa sekitar 17% cairan pra-ejakulasi milik para responden, ternyata mengandung sperma.

Sementara itu studi lainnya membuktikan, dari sekitar 27 sampel pra-ejakulasi, 37% di antaranya mengandung sperma. Jadi, apakah setetes mani dapat menyebabkan kehamilan? Jawabannya, bisa.

Biasanya, untuk menghilangkan sperma pada cairan pra-ejakulasi, para pria buang air kecil terlebih dahulu, sebelum melakukan hubungan seksual. Namun, tidak ada yang bisa menjamin, tidak ada sperma dalam cairan pra-ejakulasi, setelah pria buang air kecil.

Cairan yang keluar sebelum sperma muncul tanpa disadari

Berbeda dari ejakulasi, para pria tidak bisa mengontrol waktu keluarnya cairan pra-ejakulasi dari penis. Dengan kata lain, cairan pra-ejakulasi ini akan keluar dengan sendirinya, tanpa disadari.

Walaupun bertindak sebagai pelumas, bukan tidak mungkin bahwa cairan pra-ejakulasi tidak mengandung sperma.

Ketika pasangan suami-istri melakukan hubungan seksual tanpa kondom, cairan yang keluar sebelum sperma ini bisa masuk ke dalam vagina, sambil membawa sperma. Anda maupun pasangan, tidak akan menyadarinya.
Bagaimana cara menghindari kehamilan akibat cairan pra-ejakulasi?

Mencabut penis dari vagina, bahkan sebelum ejakulasi, tidak bisa mencegah cairan pra-ejakulasi menyebabkan kehamilan. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, baik Anda maupun istri tidak akan menyadari bahwa cairan tersebut sudah masuk ke dalam vagina, sambil membawa sperma yang ternyata “menumpang” cairan pra-ejakulasi.

Jika memang Anda dan istri tidak sedang merencanakan kehamilan, ada baiknya menggunakan beberapa metode kontrasepsi berupa:

  • Kondom
  • KB spiral atau intrauterine device (IUD)
  • Pil KB
  • Pil kontrasepsi darurat (the morning after pill) setelah berhubungan seks tanpa pengaman

Beberapa metode kontrasepsi di atas, bisa mencegah dan menurunkan risiko kehamilan tak diinginkan, akibat masuknya cairan pra-ejakulasi yang mengandung sperma, ke dalam vagina.

Baca Juga

  • Apakah Ibu Hamil Boleh Nonton Bioskop? Ini Faktanya
  • 7 Posisi Berhubungan agar Bayi Cepat Lahir yang Bisa Dicoba
  • Kelebihan Air Ketuban (Hidramnion), Bahayakah untuk Ibu Hamil dan Janin? Waspadai 7 Tanda-Tandanya

Catatan dari SehatQ

Untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, ada baiknya Anda menggunakan metode kontrasepsi seperti kondom, KB spiral, pil KB, atau pil kontrasepsi darurat. Selain itu, hindari juga seks bebas, karena bisa meningkatkan risiko terhadap penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS hingga herpes.

Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

hubungan sekskehamilantips sekssperma

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved