Mengapa Bayi dan Anak Lebih Rentan Terhadap Dehidrasi?

Dehidrasi rentan terjadi pada bayi akibat persentase cairan tubuh yang lebih banyak ketimbang orang dewasa
Cairan tubuh wajib dipenuhi setiap harinya untuk menghindari dehidrasi

Dehidrasi merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada bayi dan anak di seluruh dunia. World Health Organization (WHO) mendeskripsikan dehidrasi sebagai kondisi yang disebabkan oleh kehilangan cairan tubuh secara berlebih.

Dehidrasi rentan tejadi pada bayi dan anak-anak karena persentase cairan tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. Pada bayi, sebesar 70% dari total badan berasal dari cairan tubuh, sedangkan pada anak dan dewasa komposisi cairan dalam tubuh masing-masing mencapai 65% dan 60%.

Cairan dalam tubuh terbagi dalam dua bagian, dua per tiga cairan berada di intraselular (dalam sel) dan sepertiga sisanya berada di ruang interstisial (ruang antar sel) serta plasma. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, terjadi kekurangan cairan tubuh pada kedua bagian tersebut. Dehidrasi dapat terjadi dalam tingkatan ringan, sedang, maupun berat. Hal ini bergantung pada seberapa besar penurunan berat badan yang dialami.

Gejala Dehidrasi

Penyebab umum dehidrasi pada anak adalah diare dan muntah. Anda dapat memperhatikan tanda-tanda dehidrasi pada bayi dan anak lewat empat gejala dehidrasi berikut, yaitu:

1. Keadaan Umum

Pada dehidrasi ringan/sedang, anak dapat menjadi gelisah atau rewel. Perhatikan apabila anak mulai lesu, lunglai, mengantuk, bahkan tidak sadar. Hal ini merupakan pertanda dehidrasi berat yang membutuhkan pertolongan segera.

2. Mata 

Perhatikan area mata anak Anda, apakah terlihat lebih cekung dari biasanya. Keadaan mata cekung merupakan salah satu pertanda dari dehidrasi.

3. Keinginan untuk Minum 

Anak dengan dehidrasi ringan/sedang akan memiliki rasa haus dan keinginan untuk minum terus menerus, sedangkan apabila anak sudah malas minum, perlu dicurigai dehidrasi yang anak Anda alami sudah termasuk berat atau tidak.

4. Turgor Kulit 

Turgor kulit adalah tingkat kelenturan kulit. Anda dapat menilainya dengan mencubit di daerah perut anak Anda. Kembalinya cubitan kulit secara lambat atau sangat lambat merupakan pertanda anak Anda mengalami dehidrasi.

Jika anak memenuhi dua dari empat gejala dehidrasi di atas, maka ia kemungkinan besar sedang mengalami dehidrasi. Khusus untuk bayi, gejala di atas mungkin sulit untuk diidentifikasi. Selain keempat tanda di atas, pertanda lain yang dapat Anda identifikasi adalah:

  • Ubun-ubun (fontanel). Ubun-ubun besar yang teraba cekung merupakan salah satu tanda dehidrasi yang dialami pada bayi.
  • Tidak mengeluarkan air mata atau air mata berkurang saat menangis
  • Kering pada bagian bibir dan mulut
  • Penurunan frekuensi dan volume buang air kecil. Urin menjadi berwarna kuning pekat.
  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Pernafasan meningkat
  • Tangan dan kaki teraba dingin

Anak dan Bayi Rentan Terhadap Asidosis Metabolik

Bayi dan anak yang mengalami dehidrasi memiliki kerentatan terhadap gangguan keseimbangan asam basa, yaitu asidosis metabolik. Hal ini dapat terjadi karena:

  1. Kehilangan bikarbonat dalam jumlah banyak. Bikarbonat ikut terbuang bersama tinja pada saat diare.
  2. Kekurangan glikogen yang menyebabkan ketosis. Ketosis terjadi ketika tubuh kehabisan karbohidrat untuk proses pembakaran, sebagai kompensasinya liver mengeluarkan keton sehingga dapat menyebabkan demam, penurunan tekanan darah, nafas berbau keton. Pada bayi dan anak dapat terjadi lebih cepat dibandingkan dewasa. 
  3. Pembuatan asam laktat akibat perfusi jaringan (aliran sirkulasi darah yang membawa oksigen ke jaringan) buruk.

Penanganan Dehidrasi

Untuk kondisi dehidrasi ringan, Anda dapat mencoba memberikan cairan pada anak. Cairan terbaik yang diberikan adalah cairan oralit. Jika tidak tersedia, anak Anda dapat diberikan kuah sayur, sari buah, air teh, atau air matang. Khusus untuk bayi, Anda dapat memberikan ASI lebih sering untuk mencegah anak Anda kekurangan cairan tubuh. Bawalah anak Anda ke dokter apabila dehidrasi tidak mengalami perbaikan.

Jika Anda menyadari gejala dehidrasi berat, atau terjadi dehidrasi pada bayi atau anak, segeralah membawa mereka ke dokter sehingga dehidrasi tidak bertambah parah. Dehidrasi berat dapat mengancam nyawa dan berakibat fatal. Langkah yang dapat Anda lakukan sebelum membawa anak Anda ke dokter adalah dengan memberikan cairan. Anda juga perlu membawa mereka ke dokter apabila terjadi diare sebanyak lebih dari 6 kali dalam 24 jam, atau muntah lebih dari 3 kali dalam 24 jam.

Dehidrasi dapat dihindari dengan asupan cairan tubuh yang cukup. Minumlah banyak air mineral untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Saat cuaca panas, berolahraga, dan sakit, tubuh membutuhkan pengganti cairan yang lebih banyak. Oleh karena itu, minumlah air dengan porsi lebih banyak dari biasanya. Anda juga perlu memerhatikan warna air seni ketika buang air kecil. Warna kuning jernih merupakan pertanda cairan tubuh Anda mencukupi. Selain itu, waspadai pula terjadinya dehidrasi apabila terjadi diare dan muntah-muntah.

Canavan A, Billy S. Arant J. Diagnosis and Management of Dehydration in Children. Am Fam Physician. 2009 Oct 1;80(7):692–6

Nidirect. https://www.nidirect.gov.uk/conditions/dehydration
Diakses pada April 2019

NCBI. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK436022/
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed