Mengapa Bayi dan Anak Lebih Rentan Terhadap Dehidrasi?


Gejala dehidrasi pada anak biasanya adalah rewel, mata terlihat lebih cekung, hingga keinginan minum terus menerus. Dehidrasi rentan terjadi pada bayi dan anak-anak karena persentase cairan tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa.

(0)
25 Apr 2019|Giovanni Jessica
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Dehidrasi rentan terjadi pada bayi akibat persentase cairan tubuh yang lebih banyak ketimbang orang dewasaCairan tubuh wajib dipenuhi setiap harinya untuk menghindari dehidrasi
Dehidrasi merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada bayi dan anak di seluruh dunia. World Health Organization (WHO) mendeskripsikan dehidrasi sebagai kondisi yang disebabkan oleh kehilangan cairan tubuh secara berlebih.Dehidrasi rentan tejadi pada bayi dan anak-anak karena persentase cairan tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa.

Gejala dehidrasi

Pada bayi, sebesar 70% dari total badan berasal dari cairan tubuh, sedangkan pada anak dan dewasa komposisi cairan dalam tubuh masing-masing mencapai 65% dan 60%.Cairan dalam tubuh terbagi dalam dua bagian, dua per tiga cairan berada di intraselular (dalam sel) dan sepertiga sisanya berada di ruang interstisial (ruang antar sel) serta plasma.Ketika tubuh mengalami dehidrasi, terjadi kekurangan cairan tubuh pada kedua bagian tersebut. Dehidrasi dapat terjadi dalam tingkatan ringan, sedang, maupun berat. Hal ini bergantung pada seberapa besar penurunan berat badan yang dialami.Penyebab umum dehidrasi pada anak adalah diare dan muntah. Anda dapat memperhatikan tanda-tanda dehidrasi pada bayi dan anak lewat empat gejala dehidrasi berikut, yaitu:

1. Kondisi umum

Pada dehidrasi ringan atau sedang, anak dapat menjadi gelisah atau rewel. Perhatikan apabila anak mulai lesu, lunglai, mengantuk, bahkan tidak sadar. Hal ini merupakan pertanda dehidrasi berat yang membutuhkan pertolongan segera.

2. Mata 

Perhatikan area mata anak Anda, apakah terlihat lebih cekung dari biasanya? Keadaan mata cekung merupakan salah satu pertanda dari dehidrasi.

3. Keinginan untuk minum 

Anak dengan dehidrasi ringan atau sedang akan memiliki rasa haus dan keinginan untuk minum terus menerus. Sedangkan, apabila anak sudah malas minum, perlu dicurigai dehidrasi yang anak Anda alami sudah termasuk berat atau tidak.

4. Turgor kulit 

Turgor kulit adalah tingkat kelenturan kulit. Anda dapat menilainya dengan mencubit di daerah perut anak Anda. Kembalinya cubitan kulit secara lambat atau sangat lambat merupakan pertanda anak Anda mengalami dehidrasi.Jika anak memenuhi dua dari empat gejala dehidrasi di atas, maka ia kemungkinan besar sedang mengalami dehidrasi. Khusus untuk bayi, gejala dehidrasi di atas mungkin sulit untuk diidentifikasi. Selain keempat tanda di atas, gejala dehidrasi lainnya yang dapat Anda identifikasi adalah:
  • Ubun-ubun (fontanel). Ubun-ubun besar yang teraba cekung merupakan salah satu tanda dehidrasi yang dialami pada bayi.
  • Tidak mengeluarkan air mata atau air mata berkurang saat menangis
  • Bibir dan mulut kering
  • Penurunan frekuensi dan volume buang air kecil. Urin menjadi berwarna kuning pekat.
  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Pernapasan meningkat
  • Tangan dan kaki teraba dingin

Anak dan bayi rentan terhadap asidosis metabolik

Bayi dan anak yang mengalami gejala dehidrasi rentan terhadap gangguan keseimbangan asam basa, yaitu asidosis metabolik. Hal ini dapat terjadi karena:
  1. Kehilangan bikarbonat dalam jumlah banyak. Bikarbonat ikut terbuang bersama tinja pada saat diare.
  2. Kekurangan glikogen yang menyebabkan ketosis. Ketosis terjadi ketika tubuh kehabisan karbohidrat untuk proses pembakaran, sebagai kompensasinya liver mengeluarkan keton sehingga dapat menyebabkan demam, penurunan tekanan darah, nafas berbau keton. Pada bayi dan anak dapat terjadi lebih cepat dibandingkan dewasa. 
  3. Pembuatan asam laktat akibat perfusi jaringan (aliran sirkulasi darah yang membawa oksigen ke jaringan) buruk.

Cara mengatasi gejala dehidrasi pada anak dan bayi

Untuk kondisi dehidrasi ringan, Anda dapat mencoba memberikan cairan pada anak. Cairan terbaik yang diberikan adalah cairan oralit. Anak Anda juga bisa minum banyak cairan lainnya, seperti air putih, kuah sayur, sari buah, air teh, atau air matang. Ini bertujuan untuk mengembalikan asupan air dalam tubuh yang hilangKhusus untuk bayi, Anda dapat memberikan ASI lebih sering untuk mencegah anak Anda mengalami kekurangan cairan tubuh. Bawalah anak Anda ke dokter apabila dehidrasi tidak mengalami perbaikan.Jika Anda menyadari gejala dehidrasi berat, atau terjadi dehidrasi pada bayi atau anak, segera bawa mereka ke dokter agar dehidrasi tidak bertambah parah. Dehidrasi berat dapat mengancam nyawa dan berakibat fatal.Langkah yang dapat Anda lakukan sebelum membawa anak Anda ke dokter adalah dengan memberikan cairan. Anda juga perlu membawa mereka ke dokter apabila diare terjadi sebanyak lebih dari 6 kali dalam 24 jam, atau muntah lebih dari 3 kali dalam 24 jam.Dehidrasi dapat dihindari dengan asupan cairan tubuh yang cukup. Minum banyak air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.Saat cuaca panas, berolahraga, dan sakit, tubuh membutuhkan pengganti cairan yang lebih banyak. Oleh karena itu, minumlah air dengan porsi lebih banyak dari biasanya.Anda juga perlu memerhatikan warna air seni ketika buang air kecil. Warna kuning jernih merupakan pertanda cairan tubuh Anda mencukupi. Selain itu, waspadai pula terjadinya dehidrasi apabila terjadi diare dan muntah-muntah.
dehidrasi
Canavan A, Billy S. Arant J. Diagnosis and Management of Dehydration in Children. Am Fam Physician. 2009 Oct 1;80(7):692–6Nidirect. https://www.nidirect.gov.uk/conditions/dehydration
Diakses pada April 2019
NCBI. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK436022/
Diakses pada April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait