Cacat Bawaan yang Tak Bisa Sembuh, Ini Penjelasan Seputar Anencephaly


Anencephaly adalah cacat lahir bawaan saat otak, kulit kepala, dan tengkorak tidak terbentuk sempurna ketika janin berada di kandungan. Akibatnya, bagian otak bayi terutama cerebral cortex tidak berkembang optimal.

(0)
22 Jun 2021|Azelia Trifiana
Mengonsumsi asam folat baik untuk mencegah anencephalyMengonsumsi asam folat baik untuk mencegah anencephaly
Anencephaly adalah cacat lahir bawaan saat otak, kulit kepala, dan tengkorak tidak terbentuk sempurna ketika janin berada di kandungan. Akibatnya, bagian otak bayi terutama cerebral cortex tidak berkembang optimal.Kondisi cacat pada otak, tulang belakang, dan saraf termasuk dalam cacat tabung saraf. Idealnya, tabung saraf ini menutup ketika janin berkembang dalam kandungan. Biasanya, ini terjadi saat kehamilan berusia 4 minggu.

Mengenal kondisi anencephaly

Cacat janin ini merupakan kondisi yang tidak bisa diobati. Di negara-negara yang tidak mengenal suplemen asam folat, kemungkinan terjadinya cacat ini antara 0,5 hingga 2 kasus pada tiap 1.000 persalinan.Sementara di Amerika Serikat, kemungkinan terjadinya adalah 3 kasus pada tiap 10.000 persalinan. Lebih spesifik lagi, lebih banyak bayi perempuan yang mengalami cacat ini dibandingkan dengan bayi laki-laki.Lebih jauh lagi, pada sekitar 75% kasus anencephaly, bayi meninggal dalam kandungan. Jika berhasil lahir pun, bayi umumnya hanya bertahan selama beberapa jam atau beberapa hari saja.Di luar catatan kasus di atas, lebih banyak lagi kehamilan dengan cacat tabung saraf berakhir dengan keguguran.

Penyebab anencephaly

Secara umum, tidak bisa dirunut secara pasti apa yang menjadi penyebab anencephaly. Pada beberapa kasus, mungkin bayi mengalami perubahan kromosom atau gen. Namun seringnya, orangtua bayi tidak punya riwayat keluarga mengalami kondisi serupa.Jika dirangkum, berikut ini beberapa hal yang berpotensi memicu terjadinya anencephaly:
  • Kurang asupan asam folat

Salah satu faktor risiko penting penyebab anencephaly adalah kekurangan asupan asam folat. Kekurangan nutrisi ini meningkatkan risiko bayi mengalami cacat tabung saraf lain seperti spina bifida.
  • Racun dari lingkungan

Ibu hamil yang terpapar zat beracun dari lingkungan, makanan, dan juga minuman, bisa mengalami anencephaly. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti faktor risiko potensial. Artinya, masih sulit menerapkan panduan peringatan mana yang aman dan tidak.Selain itu, ada beberapa jenis obat termasuk untuk mengobati diabetes, yang meningkatkan risiko mengalami anencephaly. Oleh sebab itu, sebaiknya diskusikan secara rinci dengan dokter apa saja obat yang dikonsumsi selama mengandung.
  • Obesitas

Ibu hamil dengan berat badan berlebih atau obesitas juga meningkatkan faktor risiko terjadinya komplikasi kehamilan. Ini juga tak menutup kemungkinan terkait dengan cacat tabung saraf. Jadi, bagi yang sedang merencanakan kehamilan sebaiknya cari tahu berapa berat badan ideal serta batasan kenaikannya.
  • Riwayat medis

Ibu hamil yang pernah memiliki bayi dengan kondisi anencephaly juga lebih berisiko mengalaminya kembali. Kondisinya bisa sama, atau kemungkinan terjadinya cacat tabung saraf meningkat 4-10%. Sementara jika riwayat terjadinya kehamilan dengan anencephaly terjadi sebanyak dua kali, maka kemungkinan berulangnya meningkat antara 10-13%.

Bisakah dicegah?

Tidak seluruh kasus anencephaly bisa dicegah. Namun, ada beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk mengurangi kemungkinannya terjadi. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi setidaknya 400 mikrogram asam folat setiap harinya.Caranya bisa dengan mengonsumsi suplemen asam folat atau mengonsumsi makanan kaya asam folat. Contohnya sayuran hijau, telur, sayuran hijau, dan buah-buahan seperti jeruk, lemon, dan buah bit.Apabila ragu apakah asupan asam folat setiap harinya sudah tercukupi, konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan.Ini juga berlaku bagi perempuan yang sedang menjalani program kehamilan sebab cacat tabung saraf ini terjadi pada bulan pertama kehamilan. Sangat direkomendasikan mengonsumsi asam folat sejak sebelum hamil.

Di saat yang sama, kendalikan berat badan agar tidak berlebihan. Ini dapat menurunkan risiko mengalami komplikasi kehamilan.Selain itu, hindari pula konsumsi obat yang bekerja untuk mengendalikan kejang, kepribadian ganda, dan juga migrain. Konsultasikan dengan dokter jenis obat yang aman untuk ibu hamil.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara menangani anencephaly, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kehamilankehamilanmasalah kehamilan
Healthline. https://www.healthline.com/health/anencephaly
Diakses pada 7 Juni 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15032-anencephaly
Diakses pada 7 Juni 2021
CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/anencephaly.html
Diakses pada 7 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait