Cacar Monyet: Memahami Perbedaan Monkeypox dengan Impetigo

Cacar monyet atau monkeypox dengan impetigo adalah penyakit yang berbeda
Sekilas ruam pada cacar monyet serupa dengan impetigo, tetapi keduanya adalah penyakit yang berbeda.

Pada tahun 2018, Inggris dikejutkan dengan kemunculan dua kasus cacar monyet atau monkeypox. Kasus cacar monyet di Inggris ini cukup menggemparkan karena cacar monyet merupakan penyakit yang jarang terjadi.

Kemunculan cacar monyet ini membuahkan sebuah pertanyaan, apakah cacar monyet yang melanda Inggris (monkeypox) sama dengan cacar monyet yang merupakan infeksi kulit yang umumnya terjadi pada bayi dan anak (impetigo)?

Perbedaan cacar monyet monkeypox dan impetigo

Cacar monyet monkeypox diakibatkan oleh virus monkeypox, sementara impetigo disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus pyogenes.

Kedua bakteri tersebut sebenarnya tidak berbahaya saat di luar tubuh tetapi umumnya, kedua bakteri ini dapat menginfeksi kulit jika berhasil masuk ke tubuh melalui luka pada kulit. Bakteri tersebut kemudian menghasilkan racun yang menyebabkan luka-luka kemerahan pada kulit.

Gejala impetigo hanya menimbulkan luka-luka kemerahan yang gatal yang kemudian pecah dan menjadi keropeng berwarna kuning kecokelatan. Penderita impetigo tidak mengalami demam dan gejala-gejala lainnya.

Impetigo juga merupakan penyakit yang dapat menular dengan cepat melalui kontak kulit dan berbagi barang-barang pribadi, seperti handuk, dan sebagainya.

Mengenal Cacar Monyet Monkeypox

Cacar monyet monkeypox dan cacar monyet impetigo adalah dua penyakit yang berbeda. Cacar monyet monkeypox merupakan salah satu penyakit dengan virus yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia serta memiliki gejala yang hampir serupa dengan cacar.

Hanya saja cacar monyet monkeypox tidak memberikan efek yang separah cacar. Penularan cacar monyet monkeypox dapat melalui darah, cairan tubuh, atau luka dari hewan yang terinfeksi.

Penularan antar manusia dapat melalui cairan tubuh (air liur, cairan ketika bersin, dsb) maupun luka terbuka. Penularan juga dapat terjadi kepada janin dari ibu hamil yang terinfeksi cacar monyet monkeypox (congenital monkeypox).

Gejala awal yang dapat dialami adalah demam, nyeri otot, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, kelelahan, dan menggigil.

Beberapa hari setelahnya, penderita dapat mengalami ruam-ruam yang akan berubah menjadi lepuhan-lepuhan yang kemudian bernanah dan mengering serta membentuk keropeng/koreng.

Pencegahan cacar monyet monkeypox

Pencegahan cacar monyet monkeypox dapat dilakukan dengan menghindari kontak dengan binatang yang terinfeksi ataupun dengan benda-benda yang disentuh oleh binatang yang terinfeksi.

Anda juga perlu mengisolasi penderita monkeypox agar penderita tidak menularkan penyakit tersebut ke orang lain. Saat melakukan kontak dengan penderita atau hewan yang terjangkit monkeypox, Anda perlu mencuci tangan dengan air dan sabun yang mengandung alkohol.

Selalu gunakan baju pelindung (personal protective equipment) saat mengurus penderita cacar monyet monkeypox.

Apakah ada cara mengobati monkeypox?

Sampai saat ini, belum ada penanganan ataupun vaksin untuk monkeypox. Namun, sampai saat ini, penyebaran penyakit monkeypox masih bisa ditanggulangi.

Sebelumnya, vaksin cacar ditemukan efektif melindungi terjangkit monkeypox sebesar 85 persen. Namun, vaksin cacar sekarang ini sudah tidak tersedia secara umum setelah pembasmian virus cacar.

Bagaimana penyakit monkeypox dideteksi?

Saat dokter mendeteksi kemungkinan terkena penyakit monkeypox, maka dokter juga akan memeriksa apakah pasien mungkin mengalami penyakit ruam-ruam di kulit lainnya, seperti cacar air, dan sebagainya.

Meskipun demikian, pemeriksaan lebih lanjut secara efektif hanya bisa dilakukan di laboratorium untuk mendeteksi virus monkeypox.  Dokter bisa mengambil sampel dari luka maupun memeriksa darah pasien.

Ketika pemeriksaan akan dilakukan, pasien harus memberitahukan informasi mengenai penyakit yang dialami, berupa kapan kemunculan demam dan ruam, serta usia.

Bagaimana dengan pencegahan impetigo?

Pencegahan impetigo dapat dilakukan dengan membilas luka karena impetigo dengan air dan sabun, serta melapisi luka tersebut dengan perban. Pastikan untuk selalu menggunakan sarung tangan saat mengoleskan salep antibiotik ke penderita impetigo dan cuci tangan setelahnya.

Anda juga perlu memisahkan pakaian, handuk, dan sprei yang dipakai penderita dengan yang akan dipakai oleh Anda. Pakaian, handuk, dan sprei penderita perlu untuk dicuci setiap harinya.

Anda dapat memotong pendek kuku penderita impetigo untuk mencegah penderita menggaruk lukanya. Penderita harus tetap berada di rumah sampai dokter menyatakan bahwa penyakit impetigo yang diderita tidak menular lagi.

CDC. https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/symptoms.html
Diakses pada 23 April 2019

CDC. https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/prevention.html
Diakses pada 23 April 2019

CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180912151412-255-329642/cacar-monyet-penyakit-langka-yang-menyerang-inggris
Diakses pada 23 April 2019

Detik Health. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4209486/cacar-monyet-gemparkan-inggris-samakah-dengan-impetigo-pada-anak
Diakses pada 23 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/impetigo#causes
Diakses pada 23 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/impetigo/symptoms-causes/syc-20352352
Diakses pada 23 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/162945.php
Diakses pada 23 April 2019

World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/monkeypox
Diakses pada 23 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed