Cacar Monyet di Singapura, Bisakah Menyebar Hingga Indonesia?

Kasus cacar monyet belum pernah tercatat di Indonesia.
Cacar monyet paling banyak terjadi di benua Afrika.

Belum lama ini, kasus cacar monyet terdeteksi muncul di Singapura. Dibawa oleh pendatang asal Nigeria, penyakit yang satu ini memang biasanya hanya terjadi di negara-negara Afrika Tengah dan Afrika Barat.

Sebagai penyakit langka, penyebaran cacar monyet pun tergolong jarang terjadi. Sejak kemunculannya pada tahun 1970 di Republik Kongo, penyakit ini tidak pernah menyebar ke luar benua Afrika, hingga tahun 2003 yang lalu.

[[artikel-terkait]]

Saat itu, kasus cacar monyet dilaporkan terjadi di Amerika Serikat, dan merupakan kejadian pertama di luar benua Afrika. Sekarang, cacar monyet sudah sampai Asia Tenggara, di negara tetangga kita. Mungkinkah penyakit ini menyebar hingga ke Indonesia?

Apa itu sebenarnya cacar monyet?

Cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958, saat peneliti menemukan adanya kondisi menyerupai cacar pada monyet penelitian – yang juga menjadi asal mula nama 'monkeypox' atau 'cacar monyet'. Penyebab cacar monyet masih belum diketahui. Meskipun demikian, spesies roden Afrikalah yang dianggap sebagai penyebab penyebaran virus.

Penyakit ini masih dianggap sebagai penyakit langka yang belum banyak dikenal orang. Kemunculannya di Singapura mengagetkan banyak orang, karena ini merupakan kali pertama, penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut, muncul di negeri patung singa ini.

Gejala penyakit ini pun sebenarnya serupa penyakit cacar pada umumnya. Namun bukan berarti, cacar monyet bisa dianggap enteng. Medical editor SehatQ, dr. Reni Utari, mengatakan kondisi ini bisa berkembang menjadi kondisi yang berbahaya.

“Virus monkeypox memang mirip dengan cacar manusia, dan biasanya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun di beberapa kasus, gejala yang muncul bisa lebih serius, dan dapat berakibat fatal,” ujarnya.

Cacar monyet sulit menyebar ke Indonesia

Seseorang dapat terinfeksi cacar monyet jika berkontak dengan hewan, manusia, maupun benda yang telah terkontaminasi virus penyebabnya. Virus tersebut bisa masuk lewat luka di kulit, saluran pernapasan, maupun lapisan membran mukosa di mata, hidung, dan mulut.

Pada kasus yang terjadi di Singapura, seperti dilansir Channel News Asiapenderita cacar monyet itu menyebutkan dirinya baru saja menghadiri pernikahan di Nigeria.

Pada pernikahan tersebut, ia menyebutkan mungkin saja tidak sengaja mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi virus cacar monyet.

Untuk mencegah penularan, saat ini sebanyak 23 orang yang telah melakukan kontak secara langsung dengan penderita cacar monyet, menjalani karantina dan pemantauan kondisi kesehatan dengan ketat.

Mendengar hal ini, banyak orang khawatir dan bertanya-tanya, akankah virus langka ini juga akan menyebar ke Indonesia? Dr. Reni menilai, kemungkinan hal tersebut terjadi cukup kecil.

Untuk penularan dari manusia ke manusia, diperlukan kontak langsung dengan penderita. Jadi, misalnya orang yang terinfeksi cacar monyet itu batuk atau bersin, dan Anda ada di dekatnya, baru ada kemungkinan tertular,” ujar dr. Reni.

Sehingga, ia melanjutkan, kecil kemungkinan terjadinya penularan virus cacar monyet antarnegara.

Tetap lindungi diri cacar monyet dengan langkah berikut

Meski kemungkinan penyebaran virus cacar monyet antarnegara cukup kecil, tidak ada salahnya jika Anda tetap waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap risiko penularan, seperti yang disarankan oleh dr. Reni berikut ini.

  • Hindari kontak dengan hewan primata seperti monyet dan hewan pengerat, misalnya tikus.
  • Hindari kontak langsung dengan darah yang tidak diketahui asalnya.
  • Masak daging sampai matang, sebelum mengonsumsinya.
  • Gunakan sarung tangan dan peralatan pelindung saat sedang menangani hewan yang sakit.
  • Cuci tangan secara teratur.
  • Hindari bepergian ke negara endemis cacar monyet.

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati, bukan? Karena itu, jangan sampai lengah dan membiarkan diri Anda terinfeksi oleh virus, tidak hanya cacar monyet, tapi juga penyakit lain, yang berbahaya bagi kesehatan.

Channel News Asia. https://www.channelnewsasia.com/news/singapore/monkeypox-case-imported-singapore-moh-11518664?cid=FBcna
Diakses pada 13 Mei 2019

Medicinet. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=147142
Diakses pada 13 Mei 2019

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/index.html
Diakses pada 13 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed