Cabang Olahraga Atletik Bukan Hanya Lari, Apa Saja Lainnya?

(0)
21 Nov 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cabang olahraga atletik ternyata bukan hanya lariCabang olahraga atletik masih identik dengan lari
Cabang olahraga atletik memang selama ini masih identik dengan lari di atas lintasan seperti yang belakangan dipopulerkan oleh sprinter Lalu Muhammad Zohri. Padahal, nomor yang dipertandingkan cukup banyak sehingga menjadi salah satu cabang olahraga yang paling banyak memperebutkan medali di setiap multiajang nasional hingga internasional.Atletik adalah salah satu cabang olahraga tertua di dunia yang sudah dimainkan sejak Olimpiade Kuno. Cabang olahraga ini memiliki 4 kategori utama, yakni lari, lompat, lempar, dan jalan serta banyak nomor turunan lainnya.Olimpiade Tokyo 2021 sendiri akan mempertandingkan 48 nomor cabang olahraga atletik. Sebanyak 24 nomor dipertandingan oleh atlet putra, 23 nomor oleh atlet putri, dan 4x400 estafet campuran (dengan komposisi 2 pelari putra dan 2 pelari putri) yang merupakan nomor baru di pentas Olimpiade.

Cabang olahraga atletik terdiri dari 4 nomor ini

Beberapa nomor yang terdapat dalam cabang olahraga atletik adalah sebagai berikut ini.

1. Nomor jalan

Jalan yang dimaksud dalam cabang olahraga atletik bukanlah jalan santai, melainkan jalan cepat yang sepintas terlihat seperti orang sedang berlari-lari kecil. Namun dalam jalan cepat, salah satu atau kedua kaki harus ada yang menyentuh tanah, sedangkan dalam lari ada satu fase singkat ketika tubuh seperti melayang.Dalam jalan cepat, dibutuhkan juga bahu dan sendi panggul yang fleksibel. Tangan harus diayun dengan siku membentuk sudut 90 derajat seperti ketika Anda melakukan jogging, tapi langkah kaki tetap harus mendatar, bukan melompat.

2. Nomor lari

Lari jarak pendek jadi bagian nomor lari dalam atletik
Lari mungkin menjadi nomor di cabang olahraga atletik favorit. Bahkan juara di nomor 100 meter lari cepat (sprint) mendapat ‘gelar kehormatan” sebagai manusia tercepat di dunia yang kini titel tersebut disandang pelari asal Jamaika, Usain Bolt.Menurut teknik lari dalam atletik, hal yang harus diperhatikan ialah panjang langkah dan kecepatan langkah. Gerakan langkah kaki dan ayunan lengan juga harus diperhatikan, begitu pula dengan kecondongan badan (disesuaikan dengan jenis atau tipe lari), pengaturan napas, dan harmonisasi gerakan lengan serta tungkai.Bagi para atlet profesional seperti Zohri dan Bolt, posisi start juga sangat menentukan waktu lari itu sendiri. Start membutuhkan gerakan kaki yang menumpu, kemudian mendorong (menolakkan kaki), dan mengayun hingga garis finish.Dalam cabang olahraga atletik, nomor lari dibagi lagi menjadi:
  • Lari jarak pendek: dengan jarak 100 meter, 200 meter, dan 400 meter, termasuk variasinya seperti estafet
  • Lari jarak menengah: dengan jarak 800 meter dan 1.500 meter
  • Lari jarak jauh: mulai dari 3 kilometer hingga 42 kilometer (ultra marathon)
  • Lari rintangan: meliputi lari gawang 100 meter (untuk putri) dan 110 meter (putra), serta 3.000 meter halang rintang

3. Nomor lompat

Nomor lompat dalam cabang olahraga atletik dibagi lagi ke dalam 2 jenis lompatan, yakni lompatan horizontal dan lompatan vertikal. Lompatan horizontal dilakukan dengan memindahkan badan sejauh mungkin. Sementara itu lompatan vertikal memindahkan badan setinggi-tingginya.Lompat jauh dan lompat jangkit termasuk dalam nomor lompatan vertikal. Jenis lompatan ini membutuhkan teknik yang mengutamakan:
  • Jarak horizontal antara tumpuan kaki tolak dan letak titik berat badan atlet
  • Jarak titik berat badan atlet selama fase melayang
  • Jarak horizontal titik berat badan dan tumit ketika kontak pertama saat pendaratan
Sementara itu, lompat vertikal terdiri atas lompat tinggi dan lompat galah dengan teknik yang mengutamakan:
  • Ketinggian letak titik berat badan saat tolakan
  • Ketinggian perpindahan titik berat badan setelah melakukan tolakan
  • Perbedaan ketinggian maksimum titik berat badan saat melewati mistar

4. Nomor lempar

Dalam cabang olahraga atletik, lempar terbagi lagi atas 2 kategori, yaitu lemparan linier dan lemparan sirkuler. Pada lemparan linier, posisi alat berada pada garis lurus sebelum dilempar. Sementara itu untuk lemparan sirkuler, posisi alat sebelum dilempar harus diputar terlebih dahulu.Yang termasuk dalam lemparan linier dalam cabang olahraga atletik adalah lempar lembing atau tolak peluru gaya O’Brien atau gaya ortodoks. Sementara itu, yang termasuk lemparan sirkuler adalah lontar martil atau lempar cakram.Nomor cabang olahraga atletik mana yang menjadi favorit Anda?
olahragatips olahragalari
Universitas Pendidikan Indonesia. http://file.upi.edu/Direktori/FPOK/JUR._PEND._OLAHRAGA/194903161972111-YOYO_BAHAGIA/PEMBELAJARAN_ATLETIK_%28BUKU%29.pdf
Diakses pada 10 November 2020
Annual Athletic Meet. http://www.mnit.ac.in/event/athletic14/athletics.html
Diakses pada 10 November 2020
Olimpics. https://www.olympic.org/athletics
Diakses pada 10 November 2020
Universitas Negeri Yogyakarta. https://eprints.uny.ac.id/9109/3/BAB%202%20-%2010604227331.pdf
Diakses pada 10 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait