Bunga Wolfsbane: Tanaman Herbal yang Juga Beracun


Bunga aconite memiliki julukan bunga wolf's bane. Keluarga bunga ini mengandung zat beracun namun kerap digunakan sebagai bahan obat herbal sejak zaman dulu.

(0)
11 Dec 2020|Azelia Trifiana
Bunga wolf's bane digunakan sebagai obat namun beracunBunga wolf's bane
Bunga aconite memiliki berbagai julukan, mulai dari monkshood, friar’s cap, auld wife’s huid, dan juga bunga wolfsbane. Ini merujuk pada sejarah bahwa dulu, bunga ini digunakan untuk melapisi daging mentah untuk menjebak serigala atau wolf’s bane. Hampir sebagian besar keluarga bunga ini mengandung zat beracun. Meski demikian, tak sedikit yang menganggap tanaman berbunga ungu ini berkhasiat untuk kesehatan.

Akrab dengan dunia sihir

Bagi Anda yang akrab dengan novel atau film Harry Potter, nama bunga ini tentu familiar sebagai salah satu bahan ramuan.Bahkan di masa lalu, bunga wolfsbane ini dianggap dapat membantu para penyihir dapat melayang dengan sapu terbang.Di sisi lain, bunga ini punya reputasi sebagai racun. Mengonsumsi terlalu banyak bunga aconite atau wolfsbane bisa menyebabkan masalah pada sistem saraf dan kardiovaskular manusia. Salah satu kaisar Romawi, Claudius, diduga tewas karena diracun bunga ini.

Manfaat bunga wolf's bane

pusing
Bunga wolf's bane dipercaya dapat atasi migrain
Meski sifatnya beracun, ternyata pengobatan tradisional Tiongkok telah menggunakannya sebagai obat herbal sejak berabad silam. Saat ini pun masih ada beberapa pengobatan modern yang menggunakannyaLebih jauh lagi, beberapa kondisi yang dianggap ampuh diatasi dengan ekstrak bunga aconite adalah:Meski demikian, klaim di atas tentu masih memerlukan penelitian lebih jauh lagi. Diyakini, zat yang menyebabkan bunga wolf’s bane bermanfaat adalah aconitine (sesuai nama aslinya, yaitu bunga aconitum) yang merupakan jenis alkaloid.

Kenapa bunga wolf’s bane beracun?

perempuan sedang mual
Mual disebabkan keracunan aconite
Penting untuk mengingat bahwa zat aconitine dan alkaloid lainnya di dalam tanaman ini sangat beracun. Bahkan, kandungan racunnya sama mematikannya seperti bisa dari ular beracun.Tak hanya itu, zat beracun yang sama juga ditemukan pada arsenik, amonia, timbal, dan juga bakteri penyebab tetanus serta botulisme. Jenis alkaloid ini bisa berdampak pada sistem kardiovaskular dan sistem saraf pusat manusia. Mereka dapat mengganggu jalur komunikasi utama antara sel-sel tubuh sehingga menyebabkan masalah kesehatan.Memang benar bahwa merendam dan merebus bunga aconite dapat mengurangi kadar racunnya. Namun tetap saja, mengonsumsinya terlalu banyak atau menggunakan produk yang belum diproses dengan baik akan menyebabkan keracunan.Selain lewat konsumsi oral secara langsung, racun juga bisa masuk ke tubuh melalui kulit atau luka terbuka.Apabila seseorang keracunan aconite, harus segera diberikan penanganan darurat. Beberapa gejala yang mungkin muncul di antaranya:
  • Nyeri perut
  • Mual
  • Muntah
  • Sensasi terbakar di mulut dan lidah
  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung lebih cepat
  • Merinding seperti dirambati banyak semut
  • Diare
  • Aritmia jantung
  • Hipokalemia (tingkat kalium yang rendah)
Tak semua orang akan merasakan sensasi seperti di atas, namun ketika Anda merasakan ada hal yang berbeda pada tubuh Anda setelah mengonsumsinya, segeralah menghubungi dokter.Dokter akan mengawasi betul bagaimana tanda-tanda vital orang yang mengalami keracunan, utamanya tekanan darah dan detak jantung. Selain itu, dokter bisa memberikan obat untuk meredakan gejala-gejalanya seperti menurunkan tekanan darah serta detak jantung abnormal.

Catatan dari SehatQ

Untuk itu, jangan pernah mengonsumsi bunga aconite tanpa ada izin dari dokter. Keracunan tanaman ini sangatlah fatal. Apabila ada alternatif pengobatan lain, sebaiknya tinggalkan opsi ini.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar obat herbal yang bisa bersifat beracun, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hidup sehattanaman obatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/why-you-should-avoid-aconite
Diakses pada 27 November 2020
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19514874/
Diakses pada 27 November 2020
Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/266593191_Aconite_A_pharmacological_update
Diakses pada 27 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-609/aconite
Diakses pada 27 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait